Tangani Kemiskinan Perlu Sinergitas

Diposting : 15 Jun 2017 | 01:13:36 WITA Kategori : Berita Lainnya

Pengentasan Kemiskinan, masih menjadi masalah serius yang terus dipecahkan secara nasional. Tidak terkecuali di Kota Gorontalo. Walikota Gorontalo Marten Taha, usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Pra Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo Tahun 2018, Kamis (6/4) menuturkan, sangat tepat kiranya jika Musrenbang 2018 masih fokus pada penanggulangan kemiskinan. Dalam konteks ini, perlu ada keterpaduan atau sinergitas data dan program baik di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, maupun tingkat nasional.
“Data sasaran program by name by address, siapa yang menjadi sasaran, dimana alamatnya, program apa yang akan disalurkan, dan bagaimana kita menyalurkannya, nah, ini yang perlu kita sinergikan, baik dari perencanaan hingga implementasinya,” ujar Marten Taha.
Lebih lanjut, meskipun masalah kemiskinan menjadi masalah nasional, tetapi masing-masing daerah memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda. “Contohnya, orang miskin di kota tentu berbeda dengan orang miskin di desa. Kalau di desa, meskipun tidak punya uang, tetapi dengan basis pertanian dan perikanan, orang miskin tetap bisa makan. Dan tentunya kondisi orang miskin di kota tidak seperti itu,” kata Walikota. Fakta menunjukkan bahwa, masyarakat miskin di daerah perkotaan cenderung terpusat dan terkonsentrasi pada kawasan kumuh, sehingga penanganan kemiskinan di wilayah kota harus ditempuh dengan penanganan kawasan kumuh.
Pemerintah Kota Gorontalo sendiri, telah menetapkan 6 kawasan kumuh di Kota Gorontalo yang akan ditangani secara bertahap melalui pemberian kebijakan dan penganggaran.
“Apa yang kita intervensi ? tentu menyangkut masalah lingkungan mereka, perumahannya, fasilitas penunjang kehidupannya, dan persoalan lain yang menyangkut masalah kehidupan mereka, dan kemudian kita intervensi kebutuhan mereka.” kata Marten. Di Kota Gorontalo sendiri, program gratis dari lahir sampai mati dan program unggulan yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tapi kata Marten, untuk merubah tatanan dari kehidupan masyarakat di kawasan yang kumuh menjadi kawasan yang lebih baik, itu tidak mudah.
Tahun ini, upaya penataan kawasan kumuh di Kota Gorontalo telah dimulai dengan penataan tiga kawasan, masing masing Kelurahan Limba B, Biawu, dan Ipilo, dimana kawasan itu tengah diupayakan menjadi kawasan yang memiliki penghuni yang baik, perumahan yang baik melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadya (BSPS).
Pada tahun 2016, Program BSPS telah berhasil merealisasikan sedikitnya 400 unit rumah, dan pada tahun ini direncanakan akan terealisasi kurang lebih 717 unit rumah. “Insha Allah, dengan niat baik, kesungguhan dan kerja keras kita bersama, upaya pemenuhan kebutuhan melalui perbaikan pemukiman, lingkungan dan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat bisa menekan persoalan kemiskinan di Kota Gorontalo. Disamping didukung pula dengan berbagai program yang bersifat pengamanan sosial dan pemberdayaan seperti PKH dan KUBE ,” pungkas mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo tersebut.17854801_362799660781070_3257000779783490814_o

17854882_362799880781048_3631675785548545615_o

17855033_362799837447719_8982961242070469376_o