Full Day School Bantu Orang Tua Awasi Anak

Diposting : 17 Jan 2017 | 10:16:51 WITA Kategori : Berita Lainnya

Mengenai penerapan sehari penuh sekolah, atau disebut Full Day School oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. Mendapat dukungan penuh dari Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, ketika ditemui media ini Selasa (17/01) kemarin. Karena menurut Jusmiati, program tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi pelajar dan pihak sekolah. Namun menambah tingkat pengawasan orang tua terhadap anak mereka, dalam mengikuti proses belajar di sekolah.

“Kebijakan baru yang diterapkan pemerintah pusat dan telah dijalankan Pemerintah Kota Gorontalo tersebut, tentu sangat baik. Karena sangat baik bagi semua pihak, mulai dari pelajarnya, guru, pihak sekolah dan orang tua siswa lebih khusus,” ujar Jusmiati.

Selain itu Jusmiati berharap, dalam penerapan program pendidikan ini, tentunya guru-guru harus siap dengan mata pelajaran yang berbeda-beda, dengan pola mengajar yang tidak sama pula. Sebab, karakter siswa di dalam ruang kelas itu tidak sama, apalagi dalam sehari penuh mereka harus meneriam pelajaran yang berbeda-beda. “Dan ini pula akan menghilangkan rasa kejenuhan siswa di dalam kelas,” terang Jusmiati.

Sementara itu Jusmiati jelaskan, di tubuh PKK sendiri, ada beberapa program pendidikan yang menjadi prioritas utama. Salah satunya, terus menunjukkan eksistensi sebagai organisasi wanita yang aktif membantu pemerintah, dengan menggelar kegiatan Penyuluhan Pendidikan Anak Remaja yang dilaksanakan di SMP, SMA sederajat. Dimana tujuan dari kegiatan penyuluhan pendidikan anak remaja ini, untuk mewujudkan program pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi emas. Sebagai penerus yang berkualitas, beriman, dan berbudi pekerti yang kedepannya mampu mengisi pembangunan bagi Indonesia khususnya bagi Kota Gorontalo. “Yakni membuat para remaja termotivasi untuk selalu berpikiran maju agar kelak menjadi orang sukses. Dan menghilangkan pemikiran – pemikiran negatif, yang membuat pesimis dalam menghadapi hidup,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS) FOTO KUPING KIRI (5)

Pimpin Apel Korpri, Budi Ingatkan Soal Tugas ASN

Diposting : 17 Jan 2017 | 10:14:55 WITA Kategori : Berita Lainnya

Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) merupakan manifestasi sebagai pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo. Sehingga Wakil Walikota Gorontalo dr. Charles Budi Doku berharap, semoga melalui apel yang dipimpinya tersebut, akan memberikan semangat dan dorongan baru pada semua ASN. Sebagai aparatur yang bertugas memberikan pelayanan pada masyarakat, dimana tugas tersebut sudah menjadi pilihan hidup semua ASN.

“Organisasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen Pemerintahan Kota, yang di dalamnya terdapat dharma bakti berkaitan dengan tugas kedinasan yang wajib dilaksanakan setiap ASN,” ujar Budi Doku.

Memang Budi Doku akui, pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang belum lama dilalukan Pemerintah Kota Gorontalo berdasarkan kebijakan Pemerintah Pusat, memberikan dampak terhadap kinerja ASN. Namun sebagai abdi Negara dan masyarakat, Budi berharap, ASN harus tetap eksis dalam memaksimalkan kinerjanya. Terlebih dalam mensukseskan program unggulan yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Gorontalo, yang bertujuan untuk mensejahterahkan rakyat. Dan pihaknya mengapresiasi kinerja ASN yang sampai dengan saat ini masih semangat bekerja, meski begitu banyak dinamika yang harus dihadapi. “Ini adalah pilihan hidup, dan tanpa ASN, program yang dicanangkan Pemerintah Kota bukanlah apa-apa,” terang Budi Doku.

Kemudian menganai pelaksanaan delapan program gratis dari lahir sampai mati, Budi Doku menilai masih banyak kekurangan. Tidak terkecuali persoalan jumlah penduduk sejak tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Yakni di tahun 2013 mencapai 208 ribu sekian dan menurun di tahun 2016 sebanyak 197 ribu. “Melihat dari jumlah tersebut, tentunya ada masalah dalam pemubuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen masyarakat lainnya. Sehingga saya beberapa hari lalu saya meminta pihak instansi terkait, agar secepatnya melakukan infentarisir kembali, jangan sampai ada yang ganda dalam pengurusan katur tersebut. Karena jumlaj penduduk ini secara garis besar berpengaruh terhadap perolehan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemeirntah Kota,” jelas Budi Doku.

Dan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Korpri, Budi tekankan agar semua ASN agar tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Dan harus memiliki keberpihakan terhadap nasib masyarakat secar utuh, serta bersikap netral baik dalam menjalankan tugas dan wewenang. “Jadi kita harus memperhatikan nasib dari masyarakat, karena kita duduk disini adalah amanah dari Allah dan masyarakat Kota,” tutur Budi Doku.(SUMBER | HUMAS)
FOTO A KUPING KANAN (1)

SKPD Diminta Hadir Dalam Musrenbang Kelurahan

Diposting : 17 Jan 2017 | 10:11:20 WITA Kategori : Berita Lainnya

Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, yang saat ini sudah dimulai 50 kelurahan se Kota Gorontalo. Tentu bukan hanya membahas program yang di rencanakan Pemerintah Kelurahan itu sendiri, namun juga menarik usulan program yang diberikan masyarakat pada pihak kelurahan. Baik itu berkaitan dengan infrastruktur, lingkungan, perekonomian sampai dengan kesejahteraan masyarakat.

Nah, berkaitan dengan kegiatan tersebut dan dengan adanya pengalokasian dana kelurahan sebesar Rp 500 Juta di masing-masing kelurahan. Pelaksanaan musrenbang tingkat kelurahan tersebut menurut Kepala Bappeda Kota Gorontalo Dr. Ir. Hi, Ismail Madjid M.Tp, harus dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Seperti Dinas PUTR Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kota dan lain sebagainya. Agar masing-masing instansi tersebut selain dapat mensosialisasikan program yang sudah ada, juga dapat mensingkronkan program yang diusulakan masyarakat ketika pada pelaksanaan kegiatan itu. “Sehingga ketika dilakukan pembahasan serta evaluasi pelaksanaan kegiatan, semua program yang diusulkan sama dan tidak ada yang menyimpang dari aturan,” ujar Ismail.

Selain itu tambah Ismail, kehadiran dari masing-masing instansi terkait tersebut juga dapat memberikan pemahaman pada masyarakat, tentang pelaksanaan program yang dilaksanakan instansi itu sendiri. Seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo, yang menangani soal sampah masyarakat. Demikian pula dengan instansi yang menangani masalah permukiman kumuh, dapat memberikan hal yang sama ketika hadir dalam musrenbang kelurahan. “Ini Harus ditindak lanjuti, agar kedepannya tidak ada persoalan ketika program kegiatan yang telah disepakati bersama ini dilaksanakan oleh aparat kelurahan sebagai garda terdepan pelaksana program Pemerintah Kota Gorontalo,” tutur Ismail.(SUMBER | HUMAS)
FOTO KUPING KANAN (1)

12 Tim Khusus DLH Siap Tekan Pungli | Penyerahan Surat Tugas dan tanda pengenal yang dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota pada 12 anggota tim khsusu DLH.

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:26:36 WITA Kategori : Berita Lainnya

Meski Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah dibentuk, belum tentu bisa menekan praktek-praktek menyimpang dari aturan tersebut. Maka dari itu, untuk memperkuat tim Saber Pungli yang belum lama ini dikukuhkan Walikota Gorontalo Marten A Taha, di ruang Aula Kantor Pemerintah Kota. Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Kota Gorontalo membentuk tim khusus dalam melakukan penagihan retribusi sampah, di masing-masing wilayah, yang bertujuan untuk menekan terjadinya parktek pungli retribusi terhadap masyarakat.

Hal ini seperti terlihat dari acara penyerahan surat tugas serta tanda pengenal yang sah, oleh Kadis Lingkungan Hidup Kota Junaedi K Demak, pada 12 petugas retribusi sampah di Kantor DLH Kota Gorontalo. Kata Junaedi, pembentukan tim khusus ini selain untuk membantu pencapaian target pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah, juga meminimalisir oknum-oknum yang sering melakukan praktek pungli. “Petugas ini resmi, bukan hanya didasari oleh surat tugas dan tanda pengenal. Namun mereka melaksanakan tugas tersebut, sudah sesuai dengan aturan yang ada baik Perda dan Perwako,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut Mantan Camat Kota Timur ini jelaskan, untuk penagihan retrbusi sampah pada masyarakat itu berfarisasi, dari Rp 30 ribu sampai Rp 5 Ribu. Kalau tarif di atas Rp 10 ribu keatas tersebut, merupakan retribusi yang dikenakan pada perusahaan swasta dan toko-toko. Sedangkan bagi masyarakat umum, atau dikenal dengan sampah masyarakat, hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu dalam sebulan. “Jika dilapangan tim kami menemukan ada oknum yang melakukan parktek pungli, maka langsung akan ditindaki dan diserhakan pada pihak berwajib,” tutur Junaedi.(SUMBER | HUMAS)FOTO KAKI

Sebut Rakyat Pendongkrak Perekonomian CBD Ajak Warga Gunakan Layanan Loka

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:24:58 WITA Kategori : Berita Lainnya

Masyarakat merupakan penentu maju tidaknya suatu daerah, tidak terkecuali soal perkembangan perekonomian di Kota Gorontalo. Maka dari itu Wakil Walikota Gorontalo dr Charles Budi Doku mengajak, masyarakat untuk terus mendongkrak perekonomian di Kota Gorontalo melalui penggunaan layanan lokal. Seperti travel penyedia jasa maskapai penerbangan, terminal atau Perusahaan Otomotif (PO) angkutan umum dan jasa pengiriman barang lokal.

Hal tersebut menurut Budi Doku, bukan hanya membantu Pemerintah Kota Gorontalo dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi memberikan manfaat bagi masyarakat sendiri. Sebab partisipasi yang diberikan masyarakat melalui penggunaan jasa pelayanan lokal tersebut, nantinya akan digunakan sebagai anggaran untuk meningakatkan kebutuhan masyarakat, terlebih mereka yang berstatus sebagai pedagang. “Kalau disebut ini merupakan program dari rakyat untuk rakyat,” ujar Budi Doku.

Bahkan tambah Budi Doku, jika masyarakat mulai memahami proses dan cara kerja dari jasa pelayanan tersebut, dengan sendirinya masyarakat akan merasa terpanggil untuk menyediakan jasa pelayanan itu, untuk dijadikan sebagai usaha baru. Dan pihaknya sebagai Pemerintah Daerah, siap untuk menyediakan pelayanan dalam pengurusan ijin usaha, yang diketahui disediakan secara gratis. “Jika masyarakat termotivasi untuk membuka usaha pelayanan jasa lokal, kami pemerintah siap untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pengurusan ijin usaha. Apalagi dalam pengurusan ijin usaha tersebut, sudah gratis di Pemerintah Kota Gorontalo,” tutur Budi Doku.(SUMBER | HUMAS) FOTO KUPING KIRI (4)

Ubah Jam Kerja, Pasukan Kuning Banyak Perubahan

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:22:46 WITA Kategori : Berita Lainnya

Perubahan jam kerja ditubuh petugas kebersihan Kota Gorontalo, atau kerap disebut ‘Pasukan Kuning’, memberikan kemajuan yang signifikan. Baik terhadap personil pasukan kuning itu sendiri, program kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan khususnya bagi masyarakat sebagai pengguna jasa layanan dari pemerintah. Dimana dalam jam kerja baru tersebut, 300 petugas kebersihan ini dibagi dalam beberapa sif, mulai pagi hari, siang, sore hingga malam hari. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Juanedi K Demak, ketika ditemui media ini Senin (16/01) kemarin di ruang kerjanya.

“Perubahan jam kerja pasukan kuning ini baru kami gelar dua pekan kemarin, namun hasilnya sudah memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kinerja dari pasukan kuning, dan masyarakat merasa puasa akan pelayanan yang diberikan mereka. Sebab, dalam setiap sif yang dikerjakan, semua personil memberikan kinerja yang baik,” ujar Juanedi.

Kabar gembira itu membuat Mantan Camat Kota Timur ini tidak berhenti untuk berinovasi, dan kedepannya dibidang kebersihan lingkungan ini akan ia tata lebih baik dari sebelumnya. Tidak terkecuali akan menyediakan tim khusus untuk melakukan patroli sampah, di semua wilayah Kota Gorontalo yang terbagi dalam sembilan kecamatan dan 50 kelurahan. “Tim khusus yang nantinya akan kami bentuk tersebut, bukan hanya bertugas mengontrol sampah masyarakat apakah sudah diangkut atau belum, namun akan menjadi ujung tombak Pemerintah Kota dalam mensosialisasikan program hidup bersih di masing-masing wilayah,” tutur Juanaedi.(SUMBER | HUMAS)

2017, Pemkot Target Raih Adipura Karya

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:21:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang diraih saat ini, tapi teruslah berkreatifitas dan berinovasi untuk daerah dan masyarakat yang sama-sama kita cintai. Kalimat pembuka ini seperti yang diungkapkan Walikota Gorontalo Marten A Taha, ketika menyampaikan sambutan pemerintah daerah, dalam acara syukuran atas peraiahan Piala Adipura Kirana 2016 lalu di ruang gedung Bele Lo Yiladiah Kota Gorontalo. Dan berkat sepenggal kalimat tersebut, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dil lingkup Pemerintah Kota, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, termotivasi dan menargetkan untuk meraih Piala Adipura Karya di 2017. Dengan cara meningkatkan program kerja yang lebih mengarasa pada pelayanan masyarakat, serta kebersihan lingkungan di setiap wilayah.

Seperti kata Kepala DLH Kota Gorontalo Junaedi K Demak, ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (16/01) kemarin, bahwa untuk mensukseskan program kerja di tubuh instansi yang dinahkodianya tersebut, tentu tidak harus bekerja sendiri. Namun membutuhkan bantuan serta dukungan dari semua stake holder temasuk masyarakat, agar target yang diharapkan tercapai. Seperti partisipasi dari masyarakat yang kurang lebih 60 persen terhadap pelaksanaan program kebersihan lingkungan di masing-masing wilayah. “Program ini saat ini sudah berjalan, dan perubahannya sudah terlihat dari masing-masing wilayah baik kecamatan dan kelurahan. Hanya saja kami akan lebih mempermantap, untuk mengajak masyarakat dapat berpartisipasi penuh terhadap pelaksanaan program kebersihan lingkungan. Mulai dari penerapan jam buang sampah, sampai dengan program kebersiha di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut Junaedi jelaskan, bukan hanya Piala Adipura Karya yang menjadi target Pemerintah Kota saat ini, tapi program Kota Bersih Lingkungan di 2019, juga merupakan salah satu target utama yang diprioritaskan instansinya. Maka dari itu, setelah secara resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, banya terobosan baru yang dilakukannya bersama jajarannya, untuk menggapai target tersebut. “Untuk mencapai semua target ini, saya pertaruhkan jabatan saya. Jika tidak capai, saya siap undur diri dari jabatan ini,” tutur Junaedi.(SUMBER | HUMAS) FOTO A OPENING

Inovasi dan Koordinasi Harus Sejalan

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:20:07 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tahun kerja di 2017 menurut Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, merupakan tahun pelayanan untuk masyarakat khususnya dilingkungan keluarga. Dan untuk mencapai hal itu yang merupakan target dari PKK, Jusmiati berharap semua kader PKK di seluruh wilayah Kota Gorontalo, harus mampu berinovasi dalam melaksanakan program PKK. Tidak terkecuali melakukan koordinasi dengan stake holder, agar pelaksanaan program PKK terus menuai dukungan dari pihak eksternal PKK.

“Pengembangan wawasan untuk kader itu, tidak harus melalui kegiatan work shop atau pelatihan dan sosialisasi program. Cukup dengan menganilisi program yang akan dilaksanakan, dan mengkolaborasikan program tersebut dengan inovasi yang dimiliki masing-masing kader. Dan ini bukan hanya menguntungkan kader yang dikenal sebagai kader kreatif. Tapi memberikan dampak khusus dari masyarakat, jika masyarakata mengetahui program tersebut merupakan kreatifitas kader PKK. Dan dengan sendirinya, masyarakat akan merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh kader PKK,” ujar Jusmiati.

Tidak hanya itu tambah Jusmiati, dalam setiap melaksanakan program kegiatan yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Jusmiati berharap, semua kader agar dapat memberikan kesempatan pada masyarakat, untuk menyampaikan keluhan serta masukan terhadap program kegiatan yang selama ini dilaksanakan PKK. Karena masukan tersebut kedepannya bukan akan memberikan dampak tidak baik bagi PKK, namun akan menjadi bahan evaluasi bagi semua kader dan pengurus. Sehingga kedepannya, program yang dilaksanakan PKK akan labih baik dan terarah. “Kritik itu bukan suatu persoalan, tapi pandanglah kritik itu sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kita secara individu. Jika kritik dan saran itu kurang baik, berarti ada yang minim dalam pelaksanaan program PKK, begitupun sebaliknya,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO BANNER (5)

MaDu, Bukan ‘Aktor’ Dibelakang Meja

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:23:59 WITA Kategori : Berita Lainnya

Pemerintahan Daerah khusus Kota Gorontalo, merupakan penyelenggaraan urusan pemerintahan untuk pemerintah itu sendiri serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dalam hal ini DPRD Kota. Sesuai asas otonomi dan tugas pembantuan, dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan bukan pemerintahan yang sering menjadi ‘aktor’ dibelakang meja kerja, tapi merupakan pemerintahan yang bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya, dan memberikan perbahan baik untuk daerah.

Pemerintahan tersebut seperti yang dilakoni pasangan Marten A Taha dan Budi Doku (MaDu). Dimana sejak dilantik dan menjalankan tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo, yang diketahui hampir memasuki tahun ke tiga. Banyak perubahan dan peningkatan yang dilakukan dua khalifa yang berlatar belakang masing-masing Master of Economics of Development (M.Ec.Dev) dan Dokter (dr) itu, baik dalam mengambil kebijakan dan melakukan pengawasan terhadap jajarannya.

Seperti Marten A Taha, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini dikenal begitu teliti dalam mengambil kebijakan, baik itu mengenai program pembangunan daerah atau program kegiatan yang seutuhnya penting untuk pemerintahannya. Bahkan dalam memutuskan dan mengambil kebijakan itu, begitu banyak pertimbangan yang harus dilakukan Marten. Entah meminta masukan dari bawahannya, jika itu berkaitan dengan program yang dirintis instansi bawah. Meminta penjelasan Kepala Bagian Hukum, apabila yang dibahas erta kaitannya dengan penegakkan hukum. Sampai harus membahas bersama para pakar ahli pemerintahan, jika program yang dibawakan itu memang membutuhkan masukkan dari orang-orang hebat tersebut. “Beliau selama mengambil kebilkebijakan dan memutuskan titik persoalan, tidak pernah otoriter. Beliau merupakan pemimpin yang taat asas dan aturan. Apalagi program yang dibahas berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yang tidak lain merupakan masyarkatnya,” ujar Yudin Laliyo, Juru Bicara Walikota Gorontalo.

Contoh kecilnya seperti pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Donggala dan Kelurahan Liluwo yang diketahui mengalami penundaan beberapa bulan. Disini menunjukan bahwa Marten tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi hal yang dihadapi Pemerintah Kota mengenai kesejahteraan masyarakat. Dan berkat perjuangan yang dilakukannya bersama jajaran instansi terkait baik daerah dan vertikal, program proyek pembangunan di dua daerah itu dilanjutkan tanpa ada masalah sedikitpun.

Lain lagi dengan Budi Doku, Mantan anggota DPD RI yang satu ini sangat dikenal dengan blusukannya, baik dimana aktifitas masyarakat berlangsung dan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan masyarakat. Sehingga tidak heran dirinya sangat dikenal semua elemen masyarakat Kota Gorontalo, di berbagai pelosok. Tapi jangan salah, blusukan yang dilakukannya tersebut bukan hanya sekedar kunjungan atau silaturahmi biasa. Namun gerakan turun lapangan dilakukan Wakil Walikota yang kerap disapa dokter Budi itu, merupakan tindak lanjut dari tupoksinya sebagai pengawas pelaksanaan program yang dilakukan Pemerintah Kota. Agar program kegiatan yang dilakukan Pemerintahannya, baik itu dalam membangun infrastruktur, perekonomian, pendidikan dan kesehatan, yang tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak terjadi pembiaran, ketika program itu tidak dikritik dan dicermati bersama.

Seperti program pembangunan drainase di beberapa tempat, yang menjadi lokasi kunjungannya beberapa waktu lalu. Dimana Budi Doku berharap, pemerintah dapat memperhatikan hal tersebut, agar pesoalan yang kecil ini tidak akan berdampak besar bagi masyarakat. Begitupun demikian dengan program pengawasan dibidang pendidikan serta kesehatan, yang sering menjadi keluhan masyarakat terhadapnya. Namun berkat pengawasan yang dilakukannya, serta mencari solusi bersama jajaran instansi terkait akan persoalan yang dikeluhakan, program yang dilakukan Pemerintah Kota berjalan dengan baik. “Dalam setiap kunjungan atau blusukan yang dilakukannya, ditengah masyarakat beliau sering meminta masyarakat agar jangan henti-henti memberikan masukan atau kritikan terhadap program yang dilakukan Pemerintah Kota. Satu pesan beliau setiap dalam akhir pembicaaran yang sering diucapkannya, yakni pemerintah itu harus Sadar, Tahu, Mau dan Jujur,” ungkap Ariel.(SUMBER | HUMASFOTO KAKI 1

FOTO KAKI 2).

Jemput Bola, PKK Permantap Konsolidasi

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:21:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Sebagai mitra dari Pemerintah Kota Gorontalo, dua hari pada pekan kemarin TP PKK Kota Gorontalo yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Jusmiati Taha K Demak, melakukan konsolidasi di sejumlah instansi yang baru dibentuk pada penyusunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Mulai dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang terletak di Kecamatan Kota Utara. Untuk membahas soal program dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut, yang sejalan dengan program dijalankan PKK.

Demikian diungkapkan Jusmiati, ketika ditemui media ini usai menghadiri salah satu kegiatan Pemerintah Kota, Jumat (14/01) kemarin. “Sebagai mitra kerja tentunya kami harus melakukan program jemput bola di masing-masing SKPD, termasuk yang baru saja dibentuk dalam OPD Pemerintah Kota Gorontalo. Karena konsolidasi ini penting bukan hanya dalam menjalankan berbagai program PKK, namun kedepannya akan memebrikan dampak baik terhadap penyelenggaraan program Pemerintah Kota di 2017,” ujar Jusmiati.

Seperti yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Gorontalo, tambah Jusmiati. Dimana pihaknya bersama kepalaj pejabat dua instansi itu, membahas soal keberadaan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo, yang diketahui tanggungjawabnya telah dialihkan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota. Kemudian konsolidasi di Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang membicarakan terkait program ketahanan pangan, dimana program tersebut erat kaitannya dengan program pemeliharaan lingkungan yang saat ini digagas PKK Kota Gorontalo. “Semua program yang kami bahas dalam pertemuan bersama beberapa instansi tersebut, secara garis besar semua program tersebut terdapat dalam empat Kelopok Kerja (Pokja) PKK Kota. Dan kedepannya program tersebut akan diimplementasikan oleh kader-kader PKK baik yang ada di Kecamatan dan Kelurahan,” terang Jusmiati.

Selain itu Ia berharap, konsolidasi yang dilakukan PKK tersebut dapat dijalankan masing-masing instansi yang dikunjunginya, agar dapat memberikan hasil yang baik dalam pelaksanaan program di masing-masing instansi, PKK serta Pemerintah Kota sendiri. “Jika komitmen dalam hasil dari konsolidasi itu, maka hasilnya pasti akan baik untuk kita semua. Dan masyarakat akan mendapatkan hasil dari kerjasama ini,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO KUPING KIRI (3)

Berita Terkini