Inovasi dan Koordinasi Harus Sejalan

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:20:07 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tahun kerja di 2017 menurut Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, merupakan tahun pelayanan untuk masyarakat khususnya dilingkungan keluarga. Dan untuk mencapai hal itu yang merupakan target dari PKK, Jusmiati berharap semua kader PKK di seluruh wilayah Kota Gorontalo, harus mampu berinovasi dalam melaksanakan program PKK. Tidak terkecuali melakukan koordinasi dengan stake holder, agar pelaksanaan program PKK terus menuai dukungan dari pihak eksternal PKK.

“Pengembangan wawasan untuk kader itu, tidak harus melalui kegiatan work shop atau pelatihan dan sosialisasi program. Cukup dengan menganilisi program yang akan dilaksanakan, dan mengkolaborasikan program tersebut dengan inovasi yang dimiliki masing-masing kader. Dan ini bukan hanya menguntungkan kader yang dikenal sebagai kader kreatif. Tapi memberikan dampak khusus dari masyarakat, jika masyarakata mengetahui program tersebut merupakan kreatifitas kader PKK. Dan dengan sendirinya, masyarakat akan merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh kader PKK,” ujar Jusmiati.

Tidak hanya itu tambah Jusmiati, dalam setiap melaksanakan program kegiatan yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Jusmiati berharap, semua kader agar dapat memberikan kesempatan pada masyarakat, untuk menyampaikan keluhan serta masukan terhadap program kegiatan yang selama ini dilaksanakan PKK. Karena masukan tersebut kedepannya bukan akan memberikan dampak tidak baik bagi PKK, namun akan menjadi bahan evaluasi bagi semua kader dan pengurus. Sehingga kedepannya, program yang dilaksanakan PKK akan labih baik dan terarah. “Kritik itu bukan suatu persoalan, tapi pandanglah kritik itu sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kita secara individu. Jika kritik dan saran itu kurang baik, berarti ada yang minim dalam pelaksanaan program PKK, begitupun sebaliknya,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO BANNER (5)

MaDu, Bukan ‘Aktor’ Dibelakang Meja

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:23:59 WITA Kategori : Berita Lainnya

Pemerintahan Daerah khusus Kota Gorontalo, merupakan penyelenggaraan urusan pemerintahan untuk pemerintah itu sendiri serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dalam hal ini DPRD Kota. Sesuai asas otonomi dan tugas pembantuan, dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan bukan pemerintahan yang sering menjadi ‘aktor’ dibelakang meja kerja, tapi merupakan pemerintahan yang bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya, dan memberikan perbahan baik untuk daerah.

Pemerintahan tersebut seperti yang dilakoni pasangan Marten A Taha dan Budi Doku (MaDu). Dimana sejak dilantik dan menjalankan tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo, yang diketahui hampir memasuki tahun ke tiga. Banyak perubahan dan peningkatan yang dilakukan dua khalifa yang berlatar belakang masing-masing Master of Economics of Development (M.Ec.Dev) dan Dokter (dr) itu, baik dalam mengambil kebijakan dan melakukan pengawasan terhadap jajarannya.

Seperti Marten A Taha, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini dikenal begitu teliti dalam mengambil kebijakan, baik itu mengenai program pembangunan daerah atau program kegiatan yang seutuhnya penting untuk pemerintahannya. Bahkan dalam memutuskan dan mengambil kebijakan itu, begitu banyak pertimbangan yang harus dilakukan Marten. Entah meminta masukan dari bawahannya, jika itu berkaitan dengan program yang dirintis instansi bawah. Meminta penjelasan Kepala Bagian Hukum, apabila yang dibahas erta kaitannya dengan penegakkan hukum. Sampai harus membahas bersama para pakar ahli pemerintahan, jika program yang dibawakan itu memang membutuhkan masukkan dari orang-orang hebat tersebut. “Beliau selama mengambil kebilkebijakan dan memutuskan titik persoalan, tidak pernah otoriter. Beliau merupakan pemimpin yang taat asas dan aturan. Apalagi program yang dibahas berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yang tidak lain merupakan masyarkatnya,” ujar Yudin Laliyo, Juru Bicara Walikota Gorontalo.

Contoh kecilnya seperti pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Donggala dan Kelurahan Liluwo yang diketahui mengalami penundaan beberapa bulan. Disini menunjukan bahwa Marten tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi hal yang dihadapi Pemerintah Kota mengenai kesejahteraan masyarakat. Dan berkat perjuangan yang dilakukannya bersama jajaran instansi terkait baik daerah dan vertikal, program proyek pembangunan di dua daerah itu dilanjutkan tanpa ada masalah sedikitpun.

Lain lagi dengan Budi Doku, Mantan anggota DPD RI yang satu ini sangat dikenal dengan blusukannya, baik dimana aktifitas masyarakat berlangsung dan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan masyarakat. Sehingga tidak heran dirinya sangat dikenal semua elemen masyarakat Kota Gorontalo, di berbagai pelosok. Tapi jangan salah, blusukan yang dilakukannya tersebut bukan hanya sekedar kunjungan atau silaturahmi biasa. Namun gerakan turun lapangan dilakukan Wakil Walikota yang kerap disapa dokter Budi itu, merupakan tindak lanjut dari tupoksinya sebagai pengawas pelaksanaan program yang dilakukan Pemerintah Kota. Agar program kegiatan yang dilakukan Pemerintahannya, baik itu dalam membangun infrastruktur, perekonomian, pendidikan dan kesehatan, yang tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak terjadi pembiaran, ketika program itu tidak dikritik dan dicermati bersama.

Seperti program pembangunan drainase di beberapa tempat, yang menjadi lokasi kunjungannya beberapa waktu lalu. Dimana Budi Doku berharap, pemerintah dapat memperhatikan hal tersebut, agar pesoalan yang kecil ini tidak akan berdampak besar bagi masyarakat. Begitupun demikian dengan program pengawasan dibidang pendidikan serta kesehatan, yang sering menjadi keluhan masyarakat terhadapnya. Namun berkat pengawasan yang dilakukannya, serta mencari solusi bersama jajaran instansi terkait akan persoalan yang dikeluhakan, program yang dilakukan Pemerintah Kota berjalan dengan baik. “Dalam setiap kunjungan atau blusukan yang dilakukannya, ditengah masyarakat beliau sering meminta masyarakat agar jangan henti-henti memberikan masukan atau kritikan terhadap program yang dilakukan Pemerintah Kota. Satu pesan beliau setiap dalam akhir pembicaaran yang sering diucapkannya, yakni pemerintah itu harus Sadar, Tahu, Mau dan Jujur,” ungkap Ariel.(SUMBER | HUMASFOTO KAKI 1

FOTO KAKI 2).

Jemput Bola, PKK Permantap Konsolidasi

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:21:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Sebagai mitra dari Pemerintah Kota Gorontalo, dua hari pada pekan kemarin TP PKK Kota Gorontalo yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Jusmiati Taha K Demak, melakukan konsolidasi di sejumlah instansi yang baru dibentuk pada penyusunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Mulai dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang terletak di Kecamatan Kota Utara. Untuk membahas soal program dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut, yang sejalan dengan program dijalankan PKK.

Demikian diungkapkan Jusmiati, ketika ditemui media ini usai menghadiri salah satu kegiatan Pemerintah Kota, Jumat (14/01) kemarin. “Sebagai mitra kerja tentunya kami harus melakukan program jemput bola di masing-masing SKPD, termasuk yang baru saja dibentuk dalam OPD Pemerintah Kota Gorontalo. Karena konsolidasi ini penting bukan hanya dalam menjalankan berbagai program PKK, namun kedepannya akan memebrikan dampak baik terhadap penyelenggaraan program Pemerintah Kota di 2017,” ujar Jusmiati.

Seperti yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Gorontalo, tambah Jusmiati. Dimana pihaknya bersama kepalaj pejabat dua instansi itu, membahas soal keberadaan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo, yang diketahui tanggungjawabnya telah dialihkan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota. Kemudian konsolidasi di Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang membicarakan terkait program ketahanan pangan, dimana program tersebut erat kaitannya dengan program pemeliharaan lingkungan yang saat ini digagas PKK Kota Gorontalo. “Semua program yang kami bahas dalam pertemuan bersama beberapa instansi tersebut, secara garis besar semua program tersebut terdapat dalam empat Kelopok Kerja (Pokja) PKK Kota. Dan kedepannya program tersebut akan diimplementasikan oleh kader-kader PKK baik yang ada di Kecamatan dan Kelurahan,” terang Jusmiati.

Selain itu Ia berharap, konsolidasi yang dilakukan PKK tersebut dapat dijalankan masing-masing instansi yang dikunjunginya, agar dapat memberikan hasil yang baik dalam pelaksanaan program di masing-masing instansi, PKK serta Pemerintah Kota sendiri. “Jika komitmen dalam hasil dari konsolidasi itu, maka hasilnya pasti akan baik untuk kita semua. Dan masyarakat akan mendapatkan hasil dari kerjasama ini,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO KUPING KIRI (3)

Ismail : Musrenbang Dilaksanakan Berjenjang

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:20:35 WITA Kategori : Berita Lainnya

Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) dilingkup Pemerintah Kota Gorontalo sampai dengan jajaran tingkat bawah, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kata Kepala Bappeda Kota Gorontalo Dr. Ir. Hi, Ismail Madjid M.Tp, akan dilaksanakan secara bertahap atau berjenjang. Agar program kegiatan yang direcanakan masing-masing pemangku kepentingan, berjalan dengan baik dan sejalan dengan RPJD Pemerintah Kota Gorontalo, serta tepat sasaran.

Seperti Musrenbang tingkat Kelurahan ungkap Ismail Madjid, yang akan dilakasanakan pada Januari. Kemudian di bulan kedua tahun ini pada Februari nanti, akan dilanjutkan dengan kegiatan musrenbang tingkat Kecamatan, dan memasuki Bulan Marten kegiatan yang sama ditingkat SKPD. “Musrenbang adalah forum perencanaan program, yang dilaksanakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah, bekerja sama dengan warga dan para pemangku kepentingan lainnya. Sehingga saya harapkan, pada pelaksanaan musrenbang tingkat keluraha ini, tidak hanya dihadiri aparat kelurahan serta LPM. Tapi haru disaksikan semua elemen masyarakat, karena lokasi pelaksanaannya tidak harus di Kantor Kelurahan,” ujar Ismail Madjid.

Hal tersebut ditegaskan Ismail Madjid, agar dalam forum tersebut masyarakat dapat memeberikan kontribusi pikiran, terhadap program kerja yang nantinya akan dilaksanakan kelurahan dan LPM. Apalagi menurut Ismail, kelurahan merupakan garda terdepan pelaksanaan program visi misi Pemerintah Kota Gorontalo, sehingganya hal tersebut ia minta agar dapat diperhatikan dan ditindak lanjuti. “Selama ini dari hasil evaluasi yang kami lakukan, program yang dilaksanakan aparat kelurahan, minim usulan dari masyarakat dan murni merupakan usulan yang diberikan pemerintah daerah, baik Kota dan Provinsi Gorontalo,” terang Ismail Madjid.

Selain itu tambah Ismail, pelaksanaan musrenbang di tingkat kelurahan tersebut agar dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sehingga kedepannya, tidak akan menggaggung aktifitas pelaksanaan kegiatan yang sama di tingkat Kecamatan. Kemudian pengalokasian dana kelurahan sebesar Rp 500 juta di masing-masing kelurahan, menurut Ismail Madjid, dapat dijadikan sebagai dorongan aparat kelurahan pada masyarakat. Untuk meminta partisipasi masyarakat dalam menyampaikan usulan, yang tentunya dapat diterima dan merupakan komitmen bersama. “Kesepakatan itu harus memberikan dampak besar terhadap pelaksanaan program yang dilakukan kelurahan, bahkan harus memberikan dampak baik untuk masyarakat,” jelas Ismail Madjid.

Contohnya kata Ismail Madjid, dapat mencegah persoalan yang sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat, seperti mengenai sampah, infrastruktur dan lain sebagainya. “Jika dalam program kegiatan kelurahan ada usulan dari masyarakat, dan pelaksanaannya baik juga memberikan dampak positif terhadap daerah, pemerintah terlebih masyarakat, saya yakin di masing-masing kelurahan tidak akan ada lagi persoalan klasik,” tutur Ismail Madjid.(SUMBER | HUMAS)FOTO KUPING KANAN (1)

Dukung Aksi PPK, Pemkot Bentuk Tim Khusus

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:18:21 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dewasa ini terus mejadi momok berat, yang dihadapi pemerintah. Tidak terkecuali Pemerintah Kota Gorontalo, yang menganggap aksi pelanggaran hukum tersebut, adalah tindakan yang sangat tidak terpuji. Dan untuk menekan angka oknum pelaku tindak KKN tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo telah mengeluarkan beberapa payung hukum. Termasuk surat edaran yang telah diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI No. 356/4429/SJ, tentang pedoman pelaksanaan aksi pencegahan dan pemeberantasan korupsi pemerintah daerah tahun 2016-2017.

Menurut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Gorontalo Deddy Kadullah, surat edaran tersebut merupakan penjaraban dari Peraturan Presiden RI No. 55 Tahun 2012. Tentang strategi Nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang 2012-2025, dan jangka menengah tahun 2012-2014. Dimana mengamanatkan bahwa, kementerian dan pemerintahan daerah harus melaksanakan peraturan tersebut, melalui aksi pencegahan dan pemerbatasan korupsi yang ditetapkan setahun sekali. Yang telah dikuatkan melalui Instruksi Presiden RI No. 10 tahun 2016, AKSI PKK Tahun 2016-2017. “Dengan turunnya edaran tersebut, maka pemerintah daerah termasuk Kota Gorontalo wajib untuk melaksanakan amanat Mendagri RI, sesuai dengan instrumen yang diedarkan,” ujar Deddy.

Dan Pemerintah Kota tambah Deddy, telah menindak lanjuti hal tersebut melalui rapat perdana pembentukan TIM Koodrinasi Aksi Pencegahan dan pemberantasan koruspi, Jumat (13/01) pekan kemarin di ruang kerjanya. “Tim ini dikeuai Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Zainuddin Rahim, dimana dalam pertemuan tersebut semua hal termasuk mengenai teknis penjabaran tugas dan fungsi masing-masing personil tim, telah dijabarkan. Bahkan kami telah mempersiapkan rencana Aksi PKK tahun 2016, dan menyusun rencana aksi PPK Pemerintah Kota,” jelas Deddy.

Kemudian secara rinci Deddy jelaskan, ada empat pokok yang nantinya akan jadi bahan acuan penialaian aksi PPK tersebut. Diantaranya pemilihan seluruh kewenangan penertiban izin dan non izin di daerah, serta mengintegrasikan layanan perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kedua pembentukan dan penguatan tugas pokok dan fungsi pejabat pengelola, baik informasi dan dokumentasi utama serta pembantu, ke tiga transpaaransi dan akuntabel dalam menganalisis pengadaan barang dan jasa. Terakhir, transparansi terhadap penyaluran serta penggunaa dana hibah dan bantuan sosial. “Untuk pelaporan pelaksanaan aksi PPK ini, menggunakan sistem online yang pengimputan datanya dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sekali, dengan istilah B03, B06, B09 dan B12,” tutur Deddy.(SUMBER | HUMAS) FOTO OPENING (4)

Generasi Muda Mulai Mencitai Subuh Berjamaah

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:16:53 WITA Kategori : Berita Lainnya

Program sholat subuh berjamaah saat ini bukan hanya menjadi kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo, namun sebagian pemuda mulai mencintai dan melaksanakan kegiatan tersebut. Seperti halnya pelaksanaan sholat subuh berjamah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jumat (06/01) pekan kemarin di Masjid Sabilulrasyad Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Meskipun hawa dingin menyelimuti kala waktu sepertiga malam tersebut, tidak dapat membendung niat para mahasiswa dan civitas UNG yang dibadani langsung oleh Rektor UNG untuk memenuhi panggilan azan berkumandang bertanda telah masuk waktu subuh.

Walikota Gorontalo Marten A Taha, selaku perintis program tersebut turut hadir berbaur dengan jamaah mesjid dan melaksanakan sholat subuh berjamaah. Dikesempatan itu Marten menunjukan kebanggaan yang sangat tinggi, kepada seluruh civitas UNG yang telah berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan religius itu. “Saya sangat mengapresiasi dengan semangat dan kemauan yang kuat para pemuda untuk melaksanakan kegiatan religius seperti saat ini. Karena dengan melaksanakan sholat fardu sebagaimana kewajiban kita, sebagai seorang muslim akan dapat membentuk kepribadian yang disiplin, moralitas, serta integritas manusia yang baik secara lahiriah, secara fisik. Demikian pula akan menjaga kesehatan dengan gerakan – gerakan sholat, dan beredarnya darah secara teratur,” ujar Marten.

Lebih lanjut beliau mengatakan generasi muda sekarang ini adalah miror, atau gambaran generasi yang akan datang. Untuk itu melalui program religius seperti ini, akan sangat bermanfaat jika mendidik dan menempatkan jati diri para pemuda yang senantiasa melakukan hal-hal yang positif. “Bukankah sholat adalah tiang agama, apabila sholatnya baik maka seluruh amal ibadahnyapun akan menjadi baik,” ungkap Marten saat memberikan ceramah agama.

Mengenai program tersebut tambah Marten, pihaknya akan lebih mengintensifkan dengan melakukan sholat berjamaah secara mobile, di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Karena menurutnya, program religi yang dicanangkan dan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota tersebut, telah memberikan dampak baik terhadap kinerja pemerintah dan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan pemerintah. “Karena pahalanya besar, maka dampaknya pun terhadap pelaksanaan program pemerintah yang pro rakyat, begitu besar,” tutur Marten.(SUMBER | HUMASFOTO BANNER (4))

Rp 500 Juta Perkelurahan Action

Diposting : 14 Jan 2017 | 04:28:49 WITA Kategori : Berita Lainnya

Program Pemerintah Kota Gorontalo dalam memberikan ruang bagi 50 kelurahan se Kota Gorontalo, terlibat dalam melakukan pembangunan telah ditempuh melalui kebijakan yang startegis. Masing-masing kelurahan digolontorkan sebanyak Rp 500 juta, oleh Pemerintah Kota Gorontalo di tahun 2017. Kebijakan itu telah ditindak lanjuti Pemerintah Kota Gorontalo Kamis (12/01) kemarin, dimana Walikota Gorontalo Marten A Taha, mengumpulkan 50 lurah beserta perangkatnya tidak terkecuali RT/RW. Dalam kegiatan rapat koordinasi, bersama pemanfaatan dana kelurahan tersebut di gedung Bele Liyiladiah Rudis Walikota Gorontalo.

Menurut Marten, niat baik pemerintah daerah ini telah diikuti dengan petunjuk teknis (Juknis), pemanfaata dana kelurahan itu. Sehingga dengan adanya dana tersebut, masing-masing kelurahan akan memiliki anggaran operasionalnya, Ketua TP PKK Kelurahan demikian. Termasuk aparat BPD, LPM hingga pengurus RT/RW dan Karang Taruna di masing-masing kelurahan tersebut. “Anggaran kelurahan ini akan memberikan porsi untuk anggaran keswadayaan, yang besarannya sedikit berbeda dengan anggaran kelurahan yakni mecapai Rp 225 juta hingga Rp 357 juta,” ujar Marten.

Dengan adanya anggaran keswadaan ini tambah Marten, semua lurah dapat mengembangkan potensi yang ada masing-masing wilayah. Mulai dari bentuk infrastruktur, sampai dengan pengembangan disktor perekonomian. Dan program pengembangan potensi wilayah tersebut, tentu bukan program yang dicanangkan Pemerintah Nasional, agar pelaksanaan program tersebut tidak tumpang tindih. Serta semua pelaksanaan program pengembangan yang dilakuka kelurahan, Marten berharap, agar terkoordinasi dengan instansi terkait. Sehingga program yang dilaksanakan aparat kelurahan tersebut, tapat sasaran dan juknisnya jelas. “Maka kalau bangun infrastruktur, tentu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, begitupun seterusnya,” terang Marten. (SUMBER | HUMASFOTO KUPING KIRI (2))

Kelulusan Pelajar Kota, Peringkat 5 Nasional

Diposting : 14 Jan 2017 | 04:26:59 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tingkat kelulusan pelajar di Kota Gorontalo yang mencapai 100 persen di 2016 kemarin, tidak hanya menjadi bukti rill bahwa mutu dan kualitas pelajar di Kota sudah setara dengan mereka yang menuntut ilmu di tingkat Nasinal. Tapi ini menjadi dasar, bahwa Pendidikan Kota mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu membawa daerah lebih baik. Hal tersebut tidak hanya diakui Pemerintah Kota Gorontalo sebagai penanggungjawab atas pelaksanana semua program pendidikan, tapi diakui Pemerintah Pusat dan memberikan penghargaan tinggi atas peningkatan tersebut.

“Tingkat kelulusan 100 persen pelajar Kota Gorontalo memberikan inetgritas Pendidikan di Kota Gorontalo menduduki peringkat 5 Nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Dr. Hi, Abram Badu, S.Pd, M.Pd, ketika ditemui Radar Gorontalo Senin (09/01) kemarin.

Tidak hanya itu tambah Abram Badu, jika di 2016 kemarin lembaga Pendidikan Kota hanya beberapa jenjang pendidikan saja yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di 2017 ini sesuai dengan target yang telah dicapai Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan Kota, semua lembaga pendidikan kota siap melaksanakan UNBK. Dan kesiapan tersebut tidak hanya dari segi fasilitas yang disiapkan masing-masing lembaga pendidikan, tapi pelajar yang ada di lembaga pendidikan itu sendiri siap menyambut ujian yang menggunakan Informasi Teknologi (IT) tersebut. “Ini membuktikan bahwa tingkat kejujuran siswa yang ada di masing-masing lembaga pendidikan yang ada di Kota Gorontalo sudah tinggi, dan kami menargetkan di 2018 nanti akan menduduki peringkat teratas. Apalagi semua lembaga pendidikan di kota rata-rata sudah terakreditasi, dan ini menjadi penunjang bagi lembaga pendidikan itu sendiri, dalam mencapai target yang dicita-citakan,” tutur Abram.(SUMBER | HUMASFOTO KUPING KANAN)

Gubernur Cup II Lomba Catur Dimulai

Diposting : 14 Jan 2017 | 04:25:23 WITA Kategori : Berita Lainnya

FOTO (2)Tak hanya sekedar menghadiri ajang lomba catur tingkat Provinsi, Walikota Gorontalo Marten A Taha pada kesempatan itu turut mengikuti lomba tersebut. Diaman sebagai simbol, bahwa lomba yang menghadirkan atlet dari Makasar, Manado sampai Papua itu, sudah dimulai. Menurut Marten, kompetensi seperti ini sangat baik dilaksanakan, apalagi pesertanya bukan hanya yang berusia dewasa tapi ada masih duduk dibangku SMP. “Semoga lomba catur ini dapat melahirkan atlet hebat, yang mampu membawa nama Gorontalo sampai ke tingkat Nasional,” ujar Marten.

Senada ditambahkan Ketua Koni Provinsi Gorontalo Rustam Akili, bahwa sebelumnya kegiatan ini sudah lama direncanakan Koni Provinsi Gorontalo, namun karena terkendala dengan beberapa hal termasuk anggaran, sehingga baru kali ini dilaksanakan. “Semua masyarakat Gorontalo menyukai olahraga seperti ini, tak heran jika di Gorontalo banyak orang yang mentalnya baik. Dan saya berharap semua peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas, agar pelaksanaan kegiatan ini berlangsung baik,” terang Rustam.

Dengan digelarnya kejuaraan ini, imbuh Rustam, sangat diharapkan atlet-atlet catur dapat memperoleh kesempatan untuk menimba pengalaman bertanding, sebagaimana pahami pengalaman bertanding senantiasa diperlukan untuk meningkatkan prestasi. Diharapkannya lagi, kepada seluruh atlet catur yang mengikuti kejuaraan catur, untuk menjalani setiap pertandingan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportifitas. “Saya berharap kejuaraan ini menjadi jalan bagi lahirnya prestasi-prestasi baru yang lebih tinggi. Mungkin kita boleh berharap akan lahir grand master catur baru yang siap mengharumkan nama Gorontalo pada even-even regional nasional,” pungkasnya. (SUMBER | HUMASFOTO OPENING (3))

Walikota Gorontalo Marten A Taha, ketika bersama masyarakat.

Diposting : 14 Jan 2017 | 04:23:16 WITA Kategori : Berita Lainnya

FOTO (1) Sejak pertama kali disahkan Dinas Pangan Kota Gorontalo, merupakan salah satu instansi baru dilingkup Pemerintah Kota Gorontalo, yang dibentuk melalui perumusan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru 2017. Terus melakukan koordinasi dengan jajaran instansi lainnya, termasuk TP PKK Kota Gorontalo merupakan mitra kerja dari Pemerintah Kota. Dimana tujuan dari koordinasi tersebut, tidak lain untuk mensukseskan program lapangan yang dilakukan instansi tersebut, melalui dukungan penuh dari PKK Kota Gorontalo.

Demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Pangan Kota Gorontalo Tomy Jahya, ketika ditemui media ini usai menggelar pertemuan dengan Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmaitia Taha K Demak, di ruang kerja kepala dinas Jumat (13/01) kemarin. “Sejumlah program yang ada di tubuh Dinas Pangan Kota, itu ada kaitannya dengan program yang digagas TP PKK Kota. Sehingga kedepannya dalam pelaksanaan rangkaian program tersebut, kami sangat membutuhkan dukungan dari TP PKK, agar program yang dilaksanakan terlaksana denga baik dan tepat sasaran,” ujar Tomy.

Hal tersebut diakui Ketua TP PKK Kota Jusmiati Taha K Demak, bahwa diaman koordinsi tersebut bukan hanya dapat mempengaruhi sukses tidaknya program yang ada di masing-masing instansi, yakni Dinas Pangan dan PKK sendiri. Tapi ada erat kaitannya dengan pemanfaatan lingkungan dan lahan, yang dapat berpengaruh pada program ketahanan pangan di Kota Gorontalo. “Sinergitas ini saya harapkan akan terus berkelanjutan dan dapat memberikan pangaruh yang baik. Mulai dari program yang dicanangkan, sampai pada masyarakat sebagai penerima,” tutur Jusmiati.(SUMBER | FOTO A (1)HUMAS)

Berita Terkini