Marten Galang Warga Untuk Peduli Sampah

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:32:26 WITA Kategori : Berita Lainnya

Permasalahan sampah nasional sudah cukup meresahkan. Saat ini, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia. Melihat kondisi ini, Walikota Gorontalo Marten Taha mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam mengurangi sampah di wilayah Kota Gorontalo.

Untuk itu, Minggu (19/2) bertempat di pantai Indah Pohe, Kota Gorontalo, Marten mencanangkan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dihadiri dinas terkait, SKPD, pemerhati lingkungan, komunitas-komunitas lingkungan serta masyarakat Kota Gorontalo. Dalam peringatan HPSN ini, Marten terjun langsung dalam membersihkan sampah yang berada di pantai Indah Pohe. Bahkan Marten mengangkut langsung sampah-sampah yang menumpuk di seputaran pantai. Begitu pula yang dilakukan ketua TP PKK Jusmiaty Taha Kiay Demak, tak ada rasa jijik ketika Jusmiaty memegang langsung sampah tersebut.

“Permasalahan sampah tak bisa dianggap enteng. Sampah bisa menimbulkan bencana, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi,” kata Marten mengingatkan masyarakat tragedi tersebut.

Peringatan ini bukan hanya dilakukan hanya seremoni semata, melainkan harus ada tindakan nyata dari masyarakat untuk peduli terhadap banyaknya sampah di lingkungan mereka. “Bagaimana kepedulian pemerintah yang ditopang oleh masyarakat terhadap permasalahan sampah. Sebab permasalahan sampah ini sangat pelik dan yang paling inti dari penanganan sampah yaitu kesadaran masyarakat. Kita harus mengurangi sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Baik itu dijalanan, di sungai maupun di laut. Sebab itu dapat menganggu ekositem kehidupan mahluk hidup, termaksud kita,” sambung mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Menurut Marten dengan lingkungan yang bersih akan sampah, maka akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sendiri. “Kalau masyarakat sadar kebersihan itu sangat penting. Maka kualitas kesehatan kita juga akan meningkat dan ini yang akan membuat masyarakat enggan membuang sampah sembarangan,” jelas Marten.

Terakhir dari segi perhatian pemerintah, dimana pemerintah akan menfasilitasi wadah untuk masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya. Kedua, pemerintah membuat bank-bank sampah, sehingga sampah yang masih bisa didaur ulang dibawa oleh masyarakat untuk dijadikan suatu nilai ekonomis. “Kita juga menyediakan armada angkutan pengakut sampah, serta sumber daya manusia yang peduli terhadap sampah ini. Sehingga ada kepedulian dari semua elemen untuk membuang sampah pada tempatnya dan di jam-jam yang telah ditentukan. Sebab kita mengoptimalkan pukul 07.00 WITA itu tidak ada sampah yang tergeletak di pinggir-pinggir jalan. Sebab di waktu itu semua sampah sudah diangkut oleh petugas. Dan saya menghimbau agar masyarakat membuang sampah di pukul 18.00 WITA sampai 06.00 WITA. Agar kota kita benar-benar bersih dari sampah,” tegas mantan aktivitas HMI itu. (sumber radar)FOTO KUPING KIRII

Tiga Program Harus di Prioritaskan

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:31:10 WITA Kategori : Berita Lainnya

KOTA (RADAR) – Selain delapan program unggulan, Wakil Walikota Gorontalo dr. Bud Doku menyebutkan, ada tiga program lain yang harus diprioritaskan. Diantaranya, tentang banjir dan air, pengentasan kemiskinan dan kebudayaan. Hal ini diungkapkan Budi Doku, ketika ditemui Senin (20/02) kemarin di ruang kerjanya.

“Memang delapan program unggulan kami jelas mengedepankan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dan berkaitan dengan hal itu, instansi terkait harus memprioritaskan tiga program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Yakni benjir dan air, pengentasan kemiskinan serta kebudayaan,” ujar Budi Doku.

Tiga program yang dimaksud Budi Doku, secara umum penanganannya saat ini ia akui, mulai direncanakan dan dimasukkan dalam program kegiatan masing-masing SKPD terkait. Dan sebagai pimpinan daerah yang mengawasi pelaksanaan program tersebut, ia minta SKPD harus menseriusi program yang dilaksanakan tersebut. “Karena hasil realisasi dari pelaksanaan program itu, bukan hanya berdampak baik bagi Pemerintahan Kota Gorontalo, tapi akan mendapatkan respon positif dari masyarakat sebagai penerima program,” terang Budi.

Hal ini tentuya tambah Budi, harus sesuai dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang memadai, serta program yang dilaksanakan harus benar-benar menjadi sumber penyerap PAD daerah. “Jika realisasi program ini dirasakan masyarakat, maka saya yakin tak akan ada lagi keluhan soal kinerja SKPD di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo,” tutur Budi.FOTO KUPING KANAN

Diklat PIM IV Siap Lahirkan 40 Sosok Pemimpin

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:28:15 WITA Kategori : Berita Lainnya

Kata Walikota Gorontalo Marten A Taha, seorang aparatur sipil negara (ASN) tidak mungkin dapat menjalankan fungsinya sebagai public service yang profesional, apabila kompetensi yang dimiliki tidak memadai. Untuk itu, sebagai integral dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, mengikut setakan para pejabat dalam berbagai pelaksanaan kegiatan dikalat kepimimpinan. Yang bisa dikatakan salah satu syarat untuk melahirkan sosok pemimpin, dalam satu instansi atau struktur oganisasi perangkat daerah.

“Secara resmi saya buka Diklat Pim IV angkatan III ini, dan saya berharap melalui diklat ini, akan melahirkan sosok pemimpin yang berkualitas yang mampu meningkatkan laju roda pemerintahan daerah. Karena Diklat Pim ini, merupakan persayaratan kompetensi kepemimpinan seorang aparatur pemerintah. Guna memelihara kemampuannya, sehingga memenuhi kualifikasi yang dipersyarakatkan. Agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi organisasi pemerintahan,” ujar Marten.

Marten meminta, diklat ini dijadikan ajang untuk menambah kualitas pribadi masing-masing peserta. Karena tolak ukur dari diklat ini, bukan dari lamanya waktu menempuh pendidikan, melainkan dapat lebih menerapkan kemampuan, keahlian dan memahami isi dari pelatihan ini. Dan janganlah dijadikan ajang seremonial, karena tujuannya untuk mencetak aparatur pemerintah yang bisa memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat. Sehingga dapat mempresentasikan figur aparatur pemerintahan. “Pejabat eselon IV sebagai ujung tombak dalam kinerja instansi pemerintahan, yang dituntut memiliki kompetensi operasional perencanaan program kegiatan. Serta mempunyai pengaruh dan harus mampu memobilisasi seluruh stakeholder, dalam melaksanakan program kegiatan di satuan kerjanya,” tutur Marten. (SUMBER RADAR)FOTO 4

FOTO A

SATPOL AMANKAN 72 MIRAS

Diposting : 17 Feb 2017 | 02:46:58 WITA Kategori : Berita Lainnya

“SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA GORONTALO TERUS BERUPAYA AGAR WILAYAH KOTA GORONTAO BEBAS DARI GANGGUAN KANTIBMAS”
kepala satpol pp kota gorontalo ABUBAKAR LUWITI mengungkapkanbahwa penangkapan terhadap puluhan miras siap edar tersebur berawal dari informasi dari petugas satpol PP dilapangan. mendapat informasi tersebut, abubakar langsung mengutus petugas untuk melihat dan sebisa mungkin mengamankan barang bukti tersebut. selanjutnya pihak satpol menelpon polres Gorontalo kota untuk menyita barang bukti tersebut.

Mereka Garda Terdepan, Patut Diberi Reward

Diposting : 17 Feb 2017 | 02:32:34 WITA Kategori : Berita Lainnya

“Setiap hari mereka bangun lebih awal dari kami yang jelas-jelas mengemban amanah rakyat lebih besar. hanya bermodalkan sapu dan karung sertafasilitas memadai seperti mobil truk dan kendaraan roda tiga. menurut Budi, petugas kebersihan atau kerap disebut pasukan kuning oleh jajaran pejabat pemerintah kota gorontalo, adalah garda terdepan pelaksana program pemerintah kota Gorontalo. untuk mendukung program pemerintah kota Gorontalo yang terus mengedepankan program lingkungan bersih dari sampah. budi menghimbaw, bukan hanya pemerintah kota gorontalo yang andil dalam mengsukseskan program tersebut. “ini tanggung jawab semua pihak, kebersihan itu harus dimulai sedini mungkin. dan budaya hidup bersih di gorontalo bukan lagi hal baru, tapi sudah sejak dahulukala. coba kita lihat orang tua kita dulu, jika mereka membersihkan rumah,tak ada satupun sampah yang terlihat di dalam dan diluar rumah kita,” tutut budi. (sumber radar)

Anak TK Padamkan Api Kebakaran

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:19:40 WITA Kategori : Berita Lainnya

Simulasi pemadaman api kebakaran yang dilakukan pelajara Taman Kanak-kanak Al-Islah Kota Gorontalo.

Wadah bersikan sampah yang terbakar di halaman Kantor BPBD Kota Gorontalo Selasa (31/01) kemarin, menarik perhatian puluhan pelajar Taman Kanak-kanak (TK) Al-Islah Kota Gorontalo, saat berada di halaman kantor tersebut. Dan inisiatif langsung memadamkan api yang semakin membesar di wadah tersebut, dengan menggunakana selang dari mobil Damkar milik BPBD Kota Gorontalo. Berkat jiwa keterpanggilan yang dimiliki anak-anak usia dini itu, api tersebut langsung padam dan tidak merambat ke bangunan Kantor BPBD Kota Gorontalo. Etss jangan salah tanggap, cerita ini hanyalah rangkaian kegiatan simulasi sekaligus pengenalan fungsi alat pemadam kebakaran, yang dilaksanakan BPBD Kota Gorontalo, bekerjasama dengan TK Al-Islah Kota Gorontalo.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Gorontalo Ir. Hi, Rustam Rahman mengakatan, kegiatan tersebut dilaksanakan BPBD Kota Gorontalo, atas permintaan dari pihak TK Al-Islah Kota Gorontalo. Dalam rangka mengembangkan wawasan dari anak didik mereka, yang diketahui cerdik dan tanggap ketika menerima pembelajaran di dalam kelas. “Sebagai bagian dari Pemerintah Kota Gorontalo, kami merespon baik permintaan dari pihak sekolah. Dan dalam kegiatan itu, kami tidak hanya memperkenalkan pada mereka berbagai peralatan yang dimiliki BPBD Kota, tapi juga memberikan pemahaman tentang bagaiaman cara untuk mengantisipasi terjadinya bencana, seperti tidak membuang sampah sembaran dan lain sebagainya,” ujar Rustam.

Bahkan tambah Rustam, pihaknya juga memberikan pengetahuan bagaia mana cara untuk memadamkan api dengan baik dan benar, pada pelajar itu, dalam simulasi pemadaman api kebakaran. “Jika sejak dini kita menanamkan jiwa dan sikap peduli pada anak didik kita, maka kedepannya mereka bukan hanya mengetahui bagaimana cara menghadapi bencana, tapi kedepannya mereka akan andi turut membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” tutur Rustam.(RadarFOTO KAKI (2))

Drainase Banyak Sampah, Faktor Terjadinya Genangan Air

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:18:46 WITA Kategori : Berita Lainnya

Genangan air yang menghiasi jalan yang ada di Kota Gorontalo, bukan lagi persoalan baru di Kota Gorontalo. Hal tersebut pun menarik perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, yang saat ini mulai melakukan pemetaan kawasan yang sering terjadi genangan air. Agar kawasan jalan yang sering terjadi genanang air itu, tidak lagi mengganggu aktivitas pengendar yang lalu lalang di Kota Gorontalo.

“Permukaan jalan itu sendiri dan drainase yang dipenuhi sampah, adalah faktor utama terjadinya genangan air di banda jalan. Dan upaya yang kami lakukan, yakni melakukan pemetaan yang nantinya akan ditindak lanjuti dengan pembentukan Satgas yang menangani persoalan tersebut,” ujar Kadis PUPR Kota Gorontalo Muchtar Arsjad, saat ditemui Selasa (31/01) kemarin.

Tidak hanya itu tambah Mantan Kepala BPM-PTSP itu, dari hasil peninjauan yang dilakukan ia bersama jajarannya, menemukan saluran-saluran serta pinggiran trotoar tidak memiliki lubang pembuangan air. Padahal lubang sangat bermanfaat ketika jalan terjadi genang air. “Upaya Kami akan lakukan, menambah dan melubangi pinggiran trotoar yang ada di Kota Gorontalo,” terang Muchtar.

Selain itu, untuk mengatasi genangan yang sering terjadi di jalan yang ada di Kota Gorontalo, pihaknya telah membentuk tim Gerakan Antisipasi Genarang Air Hujan (GAGAH), yang telah ditempatkan di beberapa kawasan rawan genangan air. “Seperti di zonasi pasar sentral yang saya lihat semalam, banyak bentuk penyebab tejadinya genangan air. Karena fungsi-fungsi salurannya seperti gorong-gorong, tidak berfungsi. Bahkan saya sempat membukanya, sudah satu truk sampah yang ditemukan dari saluran yang ada di pasar sentral,” jelas Muchtar.(Sumber | radar)
FOTO KUPING KIRI (1)

FOTO KUPING KIRI (2)

Walikota Hadiri Rakor Pemantapan Pilkada Serentak

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:17:41 WITA Kategori : Berita Lainnya

Untuk menjaga keamanan penyelenggaraan Pemilihan Kepala (Pilkada) serentak, yang saat ini berlangsung di seluruh daerah termasuk Kota Gorontalo. Menterian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Tjahjo Kumolo meminta, agar semua kepala daerah untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan semua stakeholder. Mulai dari Polri, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD sampai tokoh-tokoh masyarakat yang ada di daerah masing-masing.

Karena menurut Tjahjo Kumolo, Pemerintah Daerah (Pemda) itu bukan hanya mereka yang berstatus sebagai pejabat pemerintahan, mulai dari yang teratas sampai tingkat kelurahan dan desa, tapi juga termasuk institusi vertikal di dalamnya. “Pemda bukan hanya pejabat yang masuk dalam struktur kepemerintahan daerah saja. Melainkan, ada kepolisian, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD juga tokoh-tokoh kemasyarakatan lainnya,” ujar Tjahjo Kumolo, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan rakor tersebut.

Menanggapi penyampaian dari Mendagri RI Tjahjo Kumolo itu, Walikota Gorontalo Marten A Taha mengatakan, pihaknya sebelum tahapan Pilkada berlangsung sudah melaksanakan apa yang diperintahakan Pemerintah Pusat. Dalam hal ini membangun koordinasi dengan stakeholder terkait, tidak terkecuali lembaga penyelenggara pilkada. Karena menurut Marten, koordinasi itu adalah gerbang utama dalam mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak disuatu daerah, termasuk Kota Gorontalo. “Sampai dengan saat ini koordinasi kami dengan stakeholder terkait berjalan mulus, dan salah satu buktinya tak ada kejanggalan dalam pelaksanaan tahapan pilkada,”tutur Marten.(Radar)
FOTO KUPING KANAN (1)

FOTO KUPING KANAN

Pemkot Raih Penghargaan Tinggi Dari Kemhub RI

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:16:41 WITA Kategori : Berita Lainnya

Satu lagi penghargaan tertinggi diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Selasa (31/01) kemarin pada Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Gorontalo di Merlyn Park Hotel Jakarta. Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) berseta Piagam penghargaan pada kesempatan itu, diterima langsung Walikota Gorontalo Marten A Taha, saat menghadiri kegiatan yang digelar Kemenhub RI.

Seperti disampaikan Marten A Taha, ketika dihubungi melalui selular bahwa, penghargaan itu sudah kesekian kalinya diberikan pemerintah pusat pada Pemerintah Kota Gorontalo. Dan itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 588 Tahun 2016 tentang Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2016. “Penghargaan WTN ini diberikan pada pemerintah daerah, yang dinilai telah berhasil menata sistem transportasi maupun penyedia sarana transportasi, sehingga tercipta lalu lintas yang tertib, nyaman dan aman, efesien,” ujar Marten.

Senada ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo Iskandar Moerad, bahwa penghargaan WTN yang diraih, menunjukan Kota Gorontalo termasuk daerah yang penataan sarana transportasi publik dan lalu lintasnya baik. Ini khususnya sarana dan prasarana, mulai dari rambu lalu lintas, keberadaan terminal, trotoar, penyebrangan pejalan kaki, marka jalan, rambu papan nama jalan, dan area parkir. “Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada seluruh stakeholder, yang telah mewujudkan ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Sehingga Kota Gorontalo memperoleh WTN, dan berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” jelas Iskadar.(Radar)FOTO OPENING (1)

FOTO OPENING DUA

Jahit Menjahit Bagian Dari Sinergitas PKK

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:15:34 WITA Kategori : Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, mendukung program jahit menjahit yang dilaksanakan masyarakat Kota Gorontalo, merupakan bagian dari pembinaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM (Dinakerkop UMKM) Kota Gorontalo. Karena menurut Jusmiati, kerajinan tersebut merupakan profesi yang dapat memberikan kontribusi terhadap program industri yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo. Seperti industri pakaian adat khas Gorontalo, serta karawo yang merupakan produk unggulan Gorontalo. Demikian diungkapkan Jusmiati, ketika ditemui media ini usai melakukan pertemuan dengan pengurus PKK Kota belum lama ini.

Sebagian program yang dilaksanakan instansi terkait tersebut, terdapat di dalam program yang dilaksanakan Kelompok Kerja (Pokja) PKK Kota Gorontalo. Jusmiati menjelaskan, bahwa ini merupakan salah satu bukti antara instansi terkait dengan TP PKK Kota Gorontalo terus berjalan dengan baik. Program jahit menjahit ini bukan hanya mengajarkan masyarakat menjahit kain, namun peserta juga diajarkan sampai mahir. “Yaitu dari pelajaran desain, memotong hingga mengobras dan menjahit atau sampai selesai menjadi baju dan celana siap pakai,” ujar Jusmiati.

Jusmiati berharap, program pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya sampai pada pelaksanaan sosialisasi saja, namun kader PKK harus bekerjasama dengan instansi terkait untuk memacu dan memotivasi masyarakat agar terus melahirkan karya dari menjahit. “Jika banyak masyarakat sudah bisa melahirkan karya desain pakaian dari menjahit, maka Kota Gorontalo akan menjadi Kota Industri yang akan dilirik banyak investor asing dan wisatawan,” tutur Jusmiati.(radar)FOTO KAKI (2)

FOTO KAKI (3)

Berita Terkini