Walikota Gorontalo Marten A Taha, ketika melaksanakan prosesi adata atas pengadaan mobil armada Sarana Angkutan Umum Untuk Masyarakat (SAUM) di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo.

Diposting : 24 Jan 2017 | 10:13:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Senin (23/01) kemarin Walikota Gorontalo Marten A Taha, meresmikan lima mobil armada Sarana Angkutan Umum Untuk Masyarakat (SAUM), di lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Dengan cara melaksanakan proses adat Gorontalo, sebagai rangkaian dari proses peresmian mobil aramada tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo Iskandar Moerad, ketika ditanyai soal pengadaan lima mobil armada tersebut, bahwa lima unit mobil bus yang mampu menampung sekitar 30 penumpang itu, merupakan bantuan yang diberikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Yang anggarannya digunakan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kemenhub RI. “Ini adalah bantuan dari Kemenhub RI yang diberikan pada Pemerintah Kota Gorontalo, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat terutama siswa,” ujar Iskandar.

Desain lima unit armada itu tambah Iskandar, jauh berbeda dengan yang dimiliki bus aramada pada umumnya termasuk Bus Hulonthalangi. Dan bus armada yang baru ini, selain di bedakan dengan warna khas perhubungan, juga dilengkapi dengan AC serta nama wilayah operasi bus tersebut. “Pastinya lebih canggih dari bus armada yang kita miliki sebelumnya, dan kami berterima kasih pada Pemerintah Kota Gorontalo serta Kemenhub RI yang terus memberikan perhatian khusus pada instansi kami dalam rangka memaksimalkan pelayana bagi masyarakat,” tutur Iskandar.(RADAR)
FOTO KUPING KIRI (1)

Walikota Gorontalo Marten A Taha ketika menerima bendera pusaka Merah Putih pada kirab bendera pusaka hari Patriotik 23 Januari yang dilakukan organiasi pemuda di Kota Gorontalo.

Diposting : 24 Jan 2017 | 10:12:09 WITA Kategori : Berita Lainnya

– Bendera pusaka Merah Putih, menurut Walikota Gorontalo Marten A Taha adalah warisan Nasional yang patut dijaga dan dirawat. Karena bendera pusaka tersebut merupakan bentuk wujud dari perjuangan pahlawan Nasional Gorontalo, yang berhasil memrdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 75 tahun silam di 23 Januari tahun 1942.

“Peristiwa dalam mempertahankan Merah Putih pada tanggal 23 Januari 1942 di Gorontalo, yang dikenal dengan peristiwa Patriotik, sebuah realitas pengorbanan anak bangsa yang diwarnai dengan darah untuk merebut Kemerdekaan Republik Indonesia. Mempertahankan bendera Merah Putih tetap berkibar di Bumi Gorontalo,” ujar Marten.

Ia menjelaskan, mengenang jasa para kusuma bangsa dalam peristiwa Patriotik tersebut, masyarakat Gorontalo mengaktualisasikan nilai Nasionalisme, Patriotisme, Persatuan dan Kesatuan. Serta pengorbanan dalam bingkai NKRI, disetiap gerak juang anak bangsa untuk menjadi pioner kerukunan dan Persatuan ditengah Pluralisme. “Ini bukan hanya sekedar harapa semata, tapi bukti wujud bahwa generasi muda Gorontalo dan masyarakata sangat menghormati perjuangan pahlawan Nasional Gorontalo,” terang Marten. (RADAR)
FOTO KUPING KANAN (1)

Walikota Gorontalo Marten A Taha, juga selaku Inspektur upacara (Irup) gelar senja gerakan pramuka Kota Gorontalo yang berlangsung di Lapangan Taruna Senin kemarin.

Diposting : 24 Jan 2017 | 10:10:28 WITA Kategori : Berita Lainnya

Gerakan pramuka merupakan wadah dalam membentuk karakter dan membinaan moral bagi kaum muda, yang mempunyai tugas dan peranan penting dalam mengembangkan bakat dan minat. Melalui proses pembentukan kepribadian, demi mewujudkan insan yang kuat mental, tinggi moral, mandiri serta beriman dan bertaqwa. Sehingga Walikota Gorontalo Marten A Taha mengatakan, jika dipadukan dengan pelaksanaan hari patriotik ke 75 23 Januari, pramuka menjadi warna tersendiri dalam melengkapi slogan Nasionalisme masyarakat, yakni Semangat Patriotik, Jiwa Raga Kami. Demikian diungkapkan Marten, ketika ditemui usai meminpin upacara gelar senja Senin (23/01) kemarin, yang berlangsung di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo.

“Kiprah anggota pramuka baik muda maupun dewasa, yang meliputi peserta didik dan pembinanya, harus seiring sejalan. Dan ini ditandai dengan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan kepramukaan, yang dirangkaikan dengan hari patriotik ke 75 23 Januari,” ujar Marten.

Hasil dari kreatifitas semua anggota pramuka baik dari jenjang penegak hingga pandega, ketika mengikuti rangkaia kegiatan yang dilaksanakan panitia. Merupakan bukti nyata bahwa, kegiatan tersebut mampu meransang dan memotivasi generasi muda Gorontalo, untuk menjadi yang terbaik. “Lihatlah seperti karya yang dihasilkan dari lomba pionering, dan lain sebagainya. Ini adalah bukti bahwa anak didik kita semuanya terampil dan cerdas. Dan ini bisa menjadi bagian dari landasan kita untuk bersaing ke tingkat Nasional,” terang Marten.

Kemudian mengenai hari patriotik ke 75 yang jatuh pada Senin (23/01) kemarin, Marten menjelaskan. Jika masyarakat menengok kembali sejarah perjuangan pahlawan Nasional Gorontalo Nani Wartabone, bersama pejuang lainnya. Betapa gigih dan beratnya perjuangan saat itu, namun dengan semangat berjuang, dan semangat birokrasi yang luar biasa yang dibarengi dengan keinginan besar untuk merdeka, maka kemerdekaan itu dapat diraih. “Sehingga momentum peringatan hari patriotik tahun ini memiliki makna strategis dalam mewujudkan semangat kita untuk memberikan kontribusi yang terbaik, bagi pembangunan daerah ini,” tutur Marten.(RADAR)FOTO 2

FOTO OPENING (1)

Miras Oplosan Bisa Merenggut Nyawa

Diposting : 24 Jan 2017 | 10:08:59 WITA Kategori : Berita Lainnya

Mengonsumsi minuman beralkohol rupanya beresiko tinggi bagi kesehatan manusia, bahkan sampai menyebabkan kematian. Apalagi minuman alkohol itu sudah dioplos dengan minuman berbeda merek, terlebih menuman tersebut mengandung gas seperti Bir Bintang dan sejenisnya. Contoh kasusnya seperti yang didugaan dialami RM alias Memes, korban berprofesi sebagai tukang pangkas rambut di Kelurahan Dembe I yang berusia 41 tahun, yang ditemukan meninggal dunia di tempat kerjanya dan dari hasil penyelidikan mulut korban berbau alkohol.

Penyataan tersebut seperti diungkapkan dokter (dr) Budi Doku, ketika dihubungi media ini Senin (23/01) kemarin melalui selular. Dimana Dokter Budi jelaskan bahwa, mengonsumsi minuman beralkohol terlebih minuman itu sudah dioplos, dapat menyebabkan seorang meninggal dunia. Karena menurutnya minuman beralkohol itu mengandun bahan Korosif, yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem pernapasan dan masih banyak lagi. Dan contoh bahan kimia bersifat Korosif itu diantaranya, asam sulfat, asam astetat, asam klorida dan lain-lain. “Jika ini masuk ke dalam sistem pencernaan, sanga berbahaya bagi seseorang, apalgi yang bersangkutan memiliki penyakit magh,” ujar Budi Doku.

Jika minuman beralkohol tersebut dioplos dengan minuman yang mengandung gas, maka cara kerja dua bahan kimia tersebut sangat cepat tambah dokter Budi. Dan dapat mengakibatkan orang yang mengonsumsinya mengalami Emboli, yakni terjadi penghabatan di aliran pembuluh darah. “Hambatan yang dimaksud di sini, bisa berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal, dalam waktu cepat atau lambat akan pecah dan mengakibatkan orang meninggal dunia,” terang Dokter Budi.

Sehingganya sebagai Pemerintah Kota Gorontalo Dokter Budi Doku menegaskan, instansi terkait dalam hal ini Kesbangpol Kota Gorontalo, Satpol PP Kota Gorontalo harus bekerjasama dengan aparat hukum untuk melakukan operasi secara rutin. Karena seperti informasi yang ia dapat, peredaran minuman beralkohol di Kota Gorontalo sudah semakin komplek, dan mengancam generasi muda Kota Gorontalo yang memiliki masa depan emas. “Siapa lagi kalau bukan kita, kapan lagi kalau bukan sekarang. Kita sebagai pemerintah harus benar-benar membasmi minuman keralkohol tersebut, jangan samapi nanti sudah menelan korban banyak baru kita bergerak. Ini juga menjadi tanggungjawab kita sebagai masyarakat Gorontalo, yang nyata-nyatanya memiliki falsafa Adat Bersendikan Sara, Sara Bersendikan Kitabullah,” tegas Dokter Budi.(RADAR)FOTO BANNER

Program Jahit Menjahit Bagian Dari Sinergitas PKK

Diposting : 21 Jan 2017 | 13:30:56 WITA Kategori : Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, mendukung program jahit menjahit yang dilaksanakan masyarakat Kota Gorontalo, merupakan bagian dari pembinaan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM (Dinakerkop UMKM) Kota Gorontalo. Karena menurut Jusmiati, kerajinan tersebut merupakan profesi yang dapat memberikan kontribusi terhadap program industri yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo. Seperti industri pakaian adat khas Gorontalo, serta karawo yang merupakan produk unggulan Gorontalo. Demikian diungkapkan Jusmiati, ketika ditemui media ini usai melakukan pertemuan dengan pengurus PKK Kota belum lama ini.

Sebagian program yang dilaksanakan instansi terkait tersebut, terdapat di dalam program yang dilaksanakan Kelompok Kerja (Pokja) PKK Kota Gorontalo. Jusmiati menjelaskan, bahwa ini merupakan salah satu bukti antara instansi terkait dengan TP PKK Kota Gorontalo terus berjalan dengan baik. Program jahit menjahit ini bukan hanya mengajarkan masyarakat menjahit kain, namun peserta juga diajarkan sampai mahir. “Yaitu dari pelajaran desain, memotong hingga mengobras dan menjahit atau sampai selesai menjadi baju dan celana siap pakai,” ujar Jusmiati.

Jusmiati berharap, program pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya sampai pada pelaksanaan sosialisasi saja, namun kader PKK harus bekerjasama dengan instansi terkait untuk memacu dan memotivasi masyarakat agar terus melahirkan karya dari menjahit. “Jika banyak masyarakat sudah bisa melahirkan karya desain pakaian dari menjahit, maka Kota Gorontalo akan menjadi Kota Industri yang akan dilirik banyak investor asing dan wisatawan,” tutur Jusmiati.(SUMBER | RADAR )
FOTO KAKI

Masyarakat Pendukung Program Pemerintah

Diposting : 21 Jan 2017 | 13:28:35 WITA Kategori : Berita Lainnya

Program sholat Jumat berjamaah yang dilaksanakan secara bergilir oleh Pemerintah Kota, bukan hanya sekedar menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Gorontalo. Namun, program yang sudah hampir tiga tahun dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo itu, juga bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam mendukung program yang dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Walikota Gorontalo Marten A Taha, ketika menyampaikan sambutan saat usai menunaikan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Amin Jumat (20/01) kemarin di Kelurahan Pohe.

“Program jumat kelling ini sejak kami dilantik sebagai pejabat Pemerintah Kota, sudah kami laksanakan di seluruh masjid di Kota Gorontalo. Untuk menyerap apa saja aspirasi masyarakat di masing-masing wilayah, baik kelurahan dan kecamatan. Program ini juga, merupakan wadah dimana menjadi momen bagi Pemerintah Kota untuk menjelaskan semua program pembangunan dan kesejahteraan, yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo,” ujar Marten.

Maka dari itu tambah Marten, disetiap kesempatan melaksanakan program jumat keliling, tidak henti-hentinya ia mengingatkan pada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Agar aspirasi tersebut dapat dijawab Pemerintah Kota Gorontalo, sebaba dalam pelaksaan jumat keliling itu juga diikuti jajaran pejabat SKPD di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo. “Silaturahmi itu sangat penting, apalagi antara masyarakat dengan pemerintah. Karena masyarakat itu merupakan garda terdepan terwujudnya program yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo,” terang Marten.

Kemudian mengenai masjid Baitul Amin, kata Marten, adalah masjid yang sudah lama dibangun oleh masyarakat dengan menggunakan dana swadayah masyarakat. Dan dirinya bangga dengan masyarakat setempat, yang masih bertahan meski pelaksanaan sholat Jumat sudah selesai. “Wajar jika masyarakat di Kelurahan Pohe ini banyak mendapatkan berkah dari Allah SWT, karena mereka disini tidak pernah berhenti menghidupkan masjid,” jelas Marten. Marten berharap, silaturahmi anatara masyarakat dengan Pemerintah Kota Gorontalo ini akan terus berlanjut. Bahkan antara masyarakat dengan masyarakat lain juga demikian. “Sliturahmi adalah salah satu jalan dimana kita akan mendapatkan berkah dari Allah SWT,” tutur Marten.(SUMBER | RADAR) FOTO KUPING KIRI

Nelayan Adalah Sumber Produksi Perikanan

Diposting : 21 Jan 2017 | 13:27:24 WITA Kategori : Berita Lainnya

Masyarakat Kelurahan Pohe rata-rata memiliki profesi sebagai nelayan laut, dimana profesi tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Namun disisi lain Walikota Gorontalo Marten A Taha menyebut mereka, sebagai sumber produksi perikanan yang terus meningkatkan perekonomian Kota Gorontalo sampai dengan saat ini. Hal inilah yang menjadi dasar utama Pemerintah Kota Gorontalo, tidak henti-hentinya memberikan nelayan di kelurahan tersebut bantuan alat melaut, di setiap tahun.

Menurut Marten, bantuan yang diberikan pemerintah daerah tersebut sangat dibutuhkan nelayan yang ada di Pohe, seperti alat tangkap, motor perahu dan katinting. Dan cara mendapatkan bantuan tersebut, sebelumnya Pemerintah Kota Gorontalo telah membentuk kelompok nelayan, yang menerima bantuan secara bergilir. “Bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Gorontalo, tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, atau untuk mewujudkan taraf hidup nelayan lebih baik,” ujar Marten.

Perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Gorontalo tambah Marten, tidak hanya sampai pada penyaluran bantuan alat tangkap ikan dan lain sebagainya. Tapi di tahun 2016 kemarin, Pemerintah Kota Gorontalo berhasil membangun sebanyak 50 rumah khusus nelayan, yang saat ini sudah dihuni oleh para nelayan. Kata Marten, ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota terhadap taraf hidup nelayan, sebagai sumber peningkat produksi perikanan di Kota Gorontalo. “Tanpa nelayan, perekonomian Kota Gorontalo di bidang perikanan pasti tidak akan baik seperti saat ini. Sehingganya kita wajib untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan nelayan di Kota Gorontalo, tidak terkecuali mereka yang bertempat tinggal di Kelurahan Pohe,” tutur Marten.(SUMBER|RADAR)
FOTO KUPING KANAN

LASBEJER’ Disulap Jadi Asri

Diposting : 21 Jan 2017 | 13:25:45 WITA Kategori : Berita Lainnya

Ini kabar gembira untuk warga di Limba B, tepatnya di koplek Lasahido Berjejer (LASBEJER.red), karena dalam waktu dekat ini daerah itu akan disulap menjadi kawasan asri, lepas dari kesan kumuh. Komplek pemukiman Lasahido itu memang tak sehat, karena banyak rumah rumah di situ berdiri di badan jalan, makanya Walikota akan membangun Rumah Susun agar pemukiman disitu menjadi sehat dan indah. Langkah pertama, semua saluran akan dikeruk dan ditata dengan baik, kemudia akan dijadikan tempat wisata kuliner. Dan di kawasan itu akan dibangun Rumah Susun berlantai 4. Lantai pertama digunakan untuk fasilitas umum dan juga TK.

Marten akan menjadikan komplek Lasahido itu sebagai salah satu karya terbaiknya. Sebagai wujud perhatian Pemerintah Kota terhadap masyarakat, yang bertempat tinggal di pemukiman kumuh. Dan bukan hanya di Limba B saja yang menjadi target Pemerintah Kota Gorontalo untuk dijadikan kawasan asri. Namun di dua kelurahan lain masing-masing Kelurahan Biawu dan Ipilo juga termasuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). “Dari pengusulan Pemerintah Kota Gorontalo pada Kementerian PUPR RI, ada 12 kawasan yang terindikasi kumuh dan harus ditangani secara cepat. Tapi setelah dikunjungi oleh tim program KOTAKU pusat, baru tiga kawasan yang menjadi fokus penanganan asri,” ujar Marten.

Kemudian mengenai anggaran yang akan dialokasikan dalam program tersebut, tambah Marten diambil dari APBN Pemerintah Pusat, dimana setiap kawasan mendapat jatah sebesar Rp 500 Juta. Dan saat ini Marten akui, Pemerintah Pusat sementara menyiapakan petunjuk teknis (Juknis) serta Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), untuk melaksanakan kegiatan KOTAKU. Termasuk mempersiapkan surat permintaan perencanaan pejabat pengelola kegiatan. “Sedangkan Kami Pemerintah Kota Gorontalo sudah membentuk BKM, yang dinaungi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Gorontalo,” terang Marten.

Selain pengentasan permukiman kumuh, disisi lain Marten jelaskan Pemerintah Kota Gorontalo saat ini lagi giat-giatnya mengawasi program pembangunan rumah susun yang dianggarankan melalui APBN. Dimana dari hasil peninjauan yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Gorontalo, proses pembangunan perumahan yang terletak di Keluraan Buliide itu sudah mencapai 91 persen, yakni sudah mencapai atap. Dan masih membutuhkan anggaran lagi, baru bisa menyelesaikan proses pembangunan itu. “Kami hanya mempersiapkan lahan, IMB dan PSU, soal anggaran itu dari Kementeria PUPR RI,” tutur Marten.(SUMBER-RADAR)FOTO OPENING

Maksimalnya PKK Untuk Kelola Posyandu

Diposting : 20 Jan 2017 | 01:48:02 WITA Kategori : Berita Lainnya

Meksimalnya program TP PKK Kota Gorontalo, terhadap pos pelayanan terpadu atau dikenal dengan Posyandu, mampu menekan persoalan posyandu yang dahulu sempat menyeruak. Ini diakibatkan kerena program yang digagas PKK, seiring dengan tujuan dari program posyandu. Yakni memberikan akses bagi pelayanan kesehatan masayarakat, terutama bayi, anak balita, ibu hamil dan menyusui
sudah berjalan baik dan dinilai mantap.

Inipun menimbulkan pertanyaan, sejauh mana kepedulian TP PKK Kota terhadap posyandu ?. Dengan logis Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak menjawab. Bahwa peran TP PKK Kota Gorontalo sangat penting bagi posyandu, dimana sinegitas PKK dengan kader posyandu serta instansi terkait berjalan dengan baik. “Jika PKK tidak andil dalam program posyandu, maka kemitraan PKK dengan Pemerintah Kota Gorontalo tidak akan meksimal, baik untuk PKK maupun Posyandu itu sendiri,” ujar Jusmiati.

Selain itu Jusmiati tambahkan, dalam pelaksanaan program posyandu, PKK juga sering melakukan sosialisasi di setiap wilayah Kota Gorontalo. Karena menurutnya program sosialisasi tersebut dapat memberikan informasi dan penjelasan, bahkan ide-ide yang cemerlang sebagai cikal bakal lahirnya program yang lebih kreatif dan inovatif, dalam memacu semangat TP PKK Kota Gorontalo menggalakkan tujuan dari posyandu. “Saya berharap dalam setiap pelaksanaa kegiatan sosialisasi, dapat diikuti semua kader PKK, karena juga membantu memberikan pemahaman terhadap masyarakat,” terang Jusmiati.

Tidak terkecuali peran dari aparat kecamatan dan kelurahan, selaku dewan penyantun untuk dapat berperan aktif dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan dan program TP PKK di wilayah masing-masing. Karena PKK merupakan bagian dari penopang pembangunan yang juga membtuuhkan perhatian, dan dukungan dari semua pihak. “PKK selain merupakan mitra kerja, juga sebagai garada terdepan pelaksanaan program Pemerintah Kota Gorontalo, maka dari itu kita semua harus mendukung program yang dilaksanakan PKK termasuk posyandu,” tutur Jusmiati.(SUMBER | RADAR)FOTO KAKI

Sukseskan KOTAKU, Pemkot Bakal Dapat Dana APBN

Diposting : 20 Jan 2017 | 01:47:04 WITA Kategori : Berita Lainnya

Perubahan organisasi perangkat daerah (OPD) baru yang dilakukan Pemerintah Kota Gorotalo di akhir Bulan Desember 2016 kemarin, khususnya yang mengurus perumahan dan kawasan permukiman. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2016 dan Peraturan Walikota (Perwako) No 44 tahun 2016. Ternyata tidak hanya memberikan angin segar dilingkup Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Gorontalo, namun memberikan dampak positif terhadap perkembangan daerah dan penanganan kesejahteraan rakyat. Tidak terkecuali adalah rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI, untuk mengucurkan dana sebesar Rp 6 Miliar pada Pemerintah Kota Gorontalo, dalam rangka mensukseskan pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direcanakan.

Kata Kepala Dinas PRKP Kota Gorontalo Meidy N. Silangen S.Pi, M.Si, dana yang akan diberikan Pemerintah Pusat yang diambil dari APBN Kementerian PUPR RI itu. Merupakan dana untuk menindak lanjuti program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang sebelumnya digagas Pemerintah Kota Gorontalo di tahun 2016. Dan dana tersebut diperuntukan sebagai anggaran untuk mensukseskan program KOTAKU, di setiap masing-masing kawasan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. “Ada 12 kawasan di Kota Gorontalo yang terindikasi kumuh dan harus segera ditangani. Sebelumnya Bidang Perumahan dan kawasan permukiman telah menetapan awal pada lima kawasan, yang pada saat itu sempat di datangani rombongan dari program KOTAKU pusat. Dan dari hasil peninjauan itu, baru tiga kawasan yang difokuskan, diantaranya Kelurahan Limab B, Biawu dan Ipilo. Kemudian mengenai dana yang nantinya akan diberikan Kementerian PUPR RI, itu setiap kawasan dialokasikan sebesar Rp 500 juta yang berdasarkan RP2KPKP,” ujar Silangen.

Selain itu tambah Silangen, selain program KOTAKU, masih ada program lain yang diperjuangkannya di tingkat Pemeritah Pusat. Diantaranya, seperti bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) 2017, bantuan pembangunan PSU perumahan untuk pengembangan membangun rumah, bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Serta bantuan pembangunan satu tower rumah susun sewa, dan PSU rumah susun sewa, yang lokasinya ditempatkan di Kelurahan Buiide, tepatnya berada dalam satu kawasan yang sama dengan pembangunan rumah susun bantuan tahun 2016, yang masih dalam proses konstruksi. “Semua program yang diperjuangkan ke Pemerintah Pusat ini, bertujuan untuk mensejahterahkan rakyat, Dan khusus program KOTAKU, Pemerintah Kota Gorontalo sebelumnya telah membentuk BKM, yang bertugas sebagai pengawas pelaksanaan program KOTAKU. Bahkan dokumen perencanaan program KOTAKU sudah tersusun rapih dengan baik,” tutur Silangen.(SUMBER | RADAR)
FOTO KUPING KIRI

Berita Terkini