12 Tim Khusus DLH Siap Tekan Pungli | Penyerahan Surat Tugas dan tanda pengenal yang dilakukan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota pada 12 anggota tim khsusu DLH.

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:26:36 WITA Kategori : Berita Lainnya

Meski Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah dibentuk, belum tentu bisa menekan praktek-praktek menyimpang dari aturan tersebut. Maka dari itu, untuk memperkuat tim Saber Pungli yang belum lama ini dikukuhkan Walikota Gorontalo Marten A Taha, di ruang Aula Kantor Pemerintah Kota. Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Kota Gorontalo membentuk tim khusus dalam melakukan penagihan retribusi sampah, di masing-masing wilayah, yang bertujuan untuk menekan terjadinya parktek pungli retribusi terhadap masyarakat.

Hal ini seperti terlihat dari acara penyerahan surat tugas serta tanda pengenal yang sah, oleh Kadis Lingkungan Hidup Kota Junaedi K Demak, pada 12 petugas retribusi sampah di Kantor DLH Kota Gorontalo. Kata Junaedi, pembentukan tim khusus ini selain untuk membantu pencapaian target pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah, juga meminimalisir oknum-oknum yang sering melakukan praktek pungli. “Petugas ini resmi, bukan hanya didasari oleh surat tugas dan tanda pengenal. Namun mereka melaksanakan tugas tersebut, sudah sesuai dengan aturan yang ada baik Perda dan Perwako,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut Mantan Camat Kota Timur ini jelaskan, untuk penagihan retrbusi sampah pada masyarakat itu berfarisasi, dari Rp 30 ribu sampai Rp 5 Ribu. Kalau tarif di atas Rp 10 ribu keatas tersebut, merupakan retribusi yang dikenakan pada perusahaan swasta dan toko-toko. Sedangkan bagi masyarakat umum, atau dikenal dengan sampah masyarakat, hanya dikenakan tarif Rp 5 ribu dalam sebulan. “Jika dilapangan tim kami menemukan ada oknum yang melakukan parktek pungli, maka langsung akan ditindaki dan diserhakan pada pihak berwajib,” tutur Junaedi.(SUMBER | HUMAS)FOTO KAKI

Sebut Rakyat Pendongkrak Perekonomian CBD Ajak Warga Gunakan Layanan Loka

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:24:58 WITA Kategori : Berita Lainnya

Masyarakat merupakan penentu maju tidaknya suatu daerah, tidak terkecuali soal perkembangan perekonomian di Kota Gorontalo. Maka dari itu Wakil Walikota Gorontalo dr Charles Budi Doku mengajak, masyarakat untuk terus mendongkrak perekonomian di Kota Gorontalo melalui penggunaan layanan lokal. Seperti travel penyedia jasa maskapai penerbangan, terminal atau Perusahaan Otomotif (PO) angkutan umum dan jasa pengiriman barang lokal.

Hal tersebut menurut Budi Doku, bukan hanya membantu Pemerintah Kota Gorontalo dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi memberikan manfaat bagi masyarakat sendiri. Sebab partisipasi yang diberikan masyarakat melalui penggunaan jasa pelayanan lokal tersebut, nantinya akan digunakan sebagai anggaran untuk meningakatkan kebutuhan masyarakat, terlebih mereka yang berstatus sebagai pedagang. “Kalau disebut ini merupakan program dari rakyat untuk rakyat,” ujar Budi Doku.

Bahkan tambah Budi Doku, jika masyarakat mulai memahami proses dan cara kerja dari jasa pelayanan tersebut, dengan sendirinya masyarakat akan merasa terpanggil untuk menyediakan jasa pelayanan itu, untuk dijadikan sebagai usaha baru. Dan pihaknya sebagai Pemerintah Daerah, siap untuk menyediakan pelayanan dalam pengurusan ijin usaha, yang diketahui disediakan secara gratis. “Jika masyarakat termotivasi untuk membuka usaha pelayanan jasa lokal, kami pemerintah siap untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pengurusan ijin usaha. Apalagi dalam pengurusan ijin usaha tersebut, sudah gratis di Pemerintah Kota Gorontalo,” tutur Budi Doku.(SUMBER | HUMAS) FOTO KUPING KIRI (4)

Ubah Jam Kerja, Pasukan Kuning Banyak Perubahan

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:22:46 WITA Kategori : Berita Lainnya

Perubahan jam kerja ditubuh petugas kebersihan Kota Gorontalo, atau kerap disebut ‘Pasukan Kuning’, memberikan kemajuan yang signifikan. Baik terhadap personil pasukan kuning itu sendiri, program kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan khususnya bagi masyarakat sebagai pengguna jasa layanan dari pemerintah. Dimana dalam jam kerja baru tersebut, 300 petugas kebersihan ini dibagi dalam beberapa sif, mulai pagi hari, siang, sore hingga malam hari. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Juanedi K Demak, ketika ditemui media ini Senin (16/01) kemarin di ruang kerjanya.

“Perubahan jam kerja pasukan kuning ini baru kami gelar dua pekan kemarin, namun hasilnya sudah memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kinerja dari pasukan kuning, dan masyarakat merasa puasa akan pelayanan yang diberikan mereka. Sebab, dalam setiap sif yang dikerjakan, semua personil memberikan kinerja yang baik,” ujar Juanedi.

Kabar gembira itu membuat Mantan Camat Kota Timur ini tidak berhenti untuk berinovasi, dan kedepannya dibidang kebersihan lingkungan ini akan ia tata lebih baik dari sebelumnya. Tidak terkecuali akan menyediakan tim khusus untuk melakukan patroli sampah, di semua wilayah Kota Gorontalo yang terbagi dalam sembilan kecamatan dan 50 kelurahan. “Tim khusus yang nantinya akan kami bentuk tersebut, bukan hanya bertugas mengontrol sampah masyarakat apakah sudah diangkut atau belum, namun akan menjadi ujung tombak Pemerintah Kota dalam mensosialisasikan program hidup bersih di masing-masing wilayah,” tutur Juanaedi.(SUMBER | HUMAS)

2017, Pemkot Target Raih Adipura Karya

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:21:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang diraih saat ini, tapi teruslah berkreatifitas dan berinovasi untuk daerah dan masyarakat yang sama-sama kita cintai. Kalimat pembuka ini seperti yang diungkapkan Walikota Gorontalo Marten A Taha, ketika menyampaikan sambutan pemerintah daerah, dalam acara syukuran atas peraiahan Piala Adipura Kirana 2016 lalu di ruang gedung Bele Lo Yiladiah Kota Gorontalo. Dan berkat sepenggal kalimat tersebut, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dil lingkup Pemerintah Kota, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, termotivasi dan menargetkan untuk meraih Piala Adipura Karya di 2017. Dengan cara meningkatkan program kerja yang lebih mengarasa pada pelayanan masyarakat, serta kebersihan lingkungan di setiap wilayah.

Seperti kata Kepala DLH Kota Gorontalo Junaedi K Demak, ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (16/01) kemarin, bahwa untuk mensukseskan program kerja di tubuh instansi yang dinahkodianya tersebut, tentu tidak harus bekerja sendiri. Namun membutuhkan bantuan serta dukungan dari semua stake holder temasuk masyarakat, agar target yang diharapkan tercapai. Seperti partisipasi dari masyarakat yang kurang lebih 60 persen terhadap pelaksanaan program kebersihan lingkungan di masing-masing wilayah. “Program ini saat ini sudah berjalan, dan perubahannya sudah terlihat dari masing-masing wilayah baik kecamatan dan kelurahan. Hanya saja kami akan lebih mempermantap, untuk mengajak masyarakat dapat berpartisipasi penuh terhadap pelaksanaan program kebersihan lingkungan. Mulai dari penerapan jam buang sampah, sampai dengan program kebersiha di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Junaedi.

Lebih lanjut Junaedi jelaskan, bukan hanya Piala Adipura Karya yang menjadi target Pemerintah Kota saat ini, tapi program Kota Bersih Lingkungan di 2019, juga merupakan salah satu target utama yang diprioritaskan instansinya. Maka dari itu, setelah secara resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, banya terobosan baru yang dilakukannya bersama jajarannya, untuk menggapai target tersebut. “Untuk mencapai semua target ini, saya pertaruhkan jabatan saya. Jika tidak capai, saya siap undur diri dari jabatan ini,” tutur Junaedi.(SUMBER | HUMAS) FOTO A OPENING

Inovasi dan Koordinasi Harus Sejalan

Diposting : 17 Jan 2017 | 00:20:07 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tahun kerja di 2017 menurut Ketua TP PKK Kota Gorontalo Jusmiati Taha K Demak, merupakan tahun pelayanan untuk masyarakat khususnya dilingkungan keluarga. Dan untuk mencapai hal itu yang merupakan target dari PKK, Jusmiati berharap semua kader PKK di seluruh wilayah Kota Gorontalo, harus mampu berinovasi dalam melaksanakan program PKK. Tidak terkecuali melakukan koordinasi dengan stake holder, agar pelaksanaan program PKK terus menuai dukungan dari pihak eksternal PKK.

“Pengembangan wawasan untuk kader itu, tidak harus melalui kegiatan work shop atau pelatihan dan sosialisasi program. Cukup dengan menganilisi program yang akan dilaksanakan, dan mengkolaborasikan program tersebut dengan inovasi yang dimiliki masing-masing kader. Dan ini bukan hanya menguntungkan kader yang dikenal sebagai kader kreatif. Tapi memberikan dampak khusus dari masyarakat, jika masyarakata mengetahui program tersebut merupakan kreatifitas kader PKK. Dan dengan sendirinya, masyarakat akan merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh kader PKK,” ujar Jusmiati.

Tidak hanya itu tambah Jusmiati, dalam setiap melaksanakan program kegiatan yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Jusmiati berharap, semua kader agar dapat memberikan kesempatan pada masyarakat, untuk menyampaikan keluhan serta masukan terhadap program kegiatan yang selama ini dilaksanakan PKK. Karena masukan tersebut kedepannya bukan akan memberikan dampak tidak baik bagi PKK, namun akan menjadi bahan evaluasi bagi semua kader dan pengurus. Sehingga kedepannya, program yang dilaksanakan PKK akan labih baik dan terarah. “Kritik itu bukan suatu persoalan, tapi pandanglah kritik itu sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kita secara individu. Jika kritik dan saran itu kurang baik, berarti ada yang minim dalam pelaksanaan program PKK, begitupun sebaliknya,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO BANNER (5)

MaDu, Bukan ‘Aktor’ Dibelakang Meja

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:23:59 WITA Kategori : Berita Lainnya

Pemerintahan Daerah khusus Kota Gorontalo, merupakan penyelenggaraan urusan pemerintahan untuk pemerintah itu sendiri serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dalam hal ini DPRD Kota. Sesuai asas otonomi dan tugas pembantuan, dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan bukan pemerintahan yang sering menjadi ‘aktor’ dibelakang meja kerja, tapi merupakan pemerintahan yang bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya, dan memberikan perbahan baik untuk daerah.

Pemerintahan tersebut seperti yang dilakoni pasangan Marten A Taha dan Budi Doku (MaDu). Dimana sejak dilantik dan menjalankan tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo, yang diketahui hampir memasuki tahun ke tiga. Banyak perubahan dan peningkatan yang dilakukan dua khalifa yang berlatar belakang masing-masing Master of Economics of Development (M.Ec.Dev) dan Dokter (dr) itu, baik dalam mengambil kebijakan dan melakukan pengawasan terhadap jajarannya.

Seperti Marten A Taha, mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini dikenal begitu teliti dalam mengambil kebijakan, baik itu mengenai program pembangunan daerah atau program kegiatan yang seutuhnya penting untuk pemerintahannya. Bahkan dalam memutuskan dan mengambil kebijakan itu, begitu banyak pertimbangan yang harus dilakukan Marten. Entah meminta masukan dari bawahannya, jika itu berkaitan dengan program yang dirintis instansi bawah. Meminta penjelasan Kepala Bagian Hukum, apabila yang dibahas erta kaitannya dengan penegakkan hukum. Sampai harus membahas bersama para pakar ahli pemerintahan, jika program yang dibawakan itu memang membutuhkan masukkan dari orang-orang hebat tersebut. “Beliau selama mengambil kebilkebijakan dan memutuskan titik persoalan, tidak pernah otoriter. Beliau merupakan pemimpin yang taat asas dan aturan. Apalagi program yang dibahas berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yang tidak lain merupakan masyarkatnya,” ujar Yudin Laliyo, Juru Bicara Walikota Gorontalo.

Contoh kecilnya seperti pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Donggala dan Kelurahan Liluwo yang diketahui mengalami penundaan beberapa bulan. Disini menunjukan bahwa Marten tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi hal yang dihadapi Pemerintah Kota mengenai kesejahteraan masyarakat. Dan berkat perjuangan yang dilakukannya bersama jajaran instansi terkait baik daerah dan vertikal, program proyek pembangunan di dua daerah itu dilanjutkan tanpa ada masalah sedikitpun.

Lain lagi dengan Budi Doku, Mantan anggota DPD RI yang satu ini sangat dikenal dengan blusukannya, baik dimana aktifitas masyarakat berlangsung dan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan masyarakat. Sehingga tidak heran dirinya sangat dikenal semua elemen masyarakat Kota Gorontalo, di berbagai pelosok. Tapi jangan salah, blusukan yang dilakukannya tersebut bukan hanya sekedar kunjungan atau silaturahmi biasa. Namun gerakan turun lapangan dilakukan Wakil Walikota yang kerap disapa dokter Budi itu, merupakan tindak lanjut dari tupoksinya sebagai pengawas pelaksanaan program yang dilakukan Pemerintah Kota. Agar program kegiatan yang dilakukan Pemerintahannya, baik itu dalam membangun infrastruktur, perekonomian, pendidikan dan kesehatan, yang tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak terjadi pembiaran, ketika program itu tidak dikritik dan dicermati bersama.

Seperti program pembangunan drainase di beberapa tempat, yang menjadi lokasi kunjungannya beberapa waktu lalu. Dimana Budi Doku berharap, pemerintah dapat memperhatikan hal tersebut, agar pesoalan yang kecil ini tidak akan berdampak besar bagi masyarakat. Begitupun demikian dengan program pengawasan dibidang pendidikan serta kesehatan, yang sering menjadi keluhan masyarakat terhadapnya. Namun berkat pengawasan yang dilakukannya, serta mencari solusi bersama jajaran instansi terkait akan persoalan yang dikeluhakan, program yang dilakukan Pemerintah Kota berjalan dengan baik. “Dalam setiap kunjungan atau blusukan yang dilakukannya, ditengah masyarakat beliau sering meminta masyarakat agar jangan henti-henti memberikan masukan atau kritikan terhadap program yang dilakukan Pemerintah Kota. Satu pesan beliau setiap dalam akhir pembicaaran yang sering diucapkannya, yakni pemerintah itu harus Sadar, Tahu, Mau dan Jujur,” ungkap Ariel.(SUMBER | HUMASFOTO KAKI 1

FOTO KAKI 2).

Jemput Bola, PKK Permantap Konsolidasi

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:21:42 WITA Kategori : Berita Lainnya

Sebagai mitra dari Pemerintah Kota Gorontalo, dua hari pada pekan kemarin TP PKK Kota Gorontalo yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kota Jusmiati Taha K Demak, melakukan konsolidasi di sejumlah instansi yang baru dibentuk pada penyusunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Mulai dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang terletak di Kecamatan Kota Utara. Untuk membahas soal program dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut, yang sejalan dengan program dijalankan PKK.

Demikian diungkapkan Jusmiati, ketika ditemui media ini usai menghadiri salah satu kegiatan Pemerintah Kota, Jumat (14/01) kemarin. “Sebagai mitra kerja tentunya kami harus melakukan program jemput bola di masing-masing SKPD, termasuk yang baru saja dibentuk dalam OPD Pemerintah Kota Gorontalo. Karena konsolidasi ini penting bukan hanya dalam menjalankan berbagai program PKK, namun kedepannya akan memebrikan dampak baik terhadap penyelenggaraan program Pemerintah Kota di 2017,” ujar Jusmiati.

Seperti yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Gorontalo, tambah Jusmiati. Dimana pihaknya bersama kepalaj pejabat dua instansi itu, membahas soal keberadaan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo, yang diketahui tanggungjawabnya telah dialihkan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota. Kemudian konsolidasi di Dinas Pangan Kota Gorontalo, yang membicarakan terkait program ketahanan pangan, dimana program tersebut erat kaitannya dengan program pemeliharaan lingkungan yang saat ini digagas PKK Kota Gorontalo. “Semua program yang kami bahas dalam pertemuan bersama beberapa instansi tersebut, secara garis besar semua program tersebut terdapat dalam empat Kelopok Kerja (Pokja) PKK Kota. Dan kedepannya program tersebut akan diimplementasikan oleh kader-kader PKK baik yang ada di Kecamatan dan Kelurahan,” terang Jusmiati.

Selain itu Ia berharap, konsolidasi yang dilakukan PKK tersebut dapat dijalankan masing-masing instansi yang dikunjunginya, agar dapat memberikan hasil yang baik dalam pelaksanaan program di masing-masing instansi, PKK serta Pemerintah Kota sendiri. “Jika komitmen dalam hasil dari konsolidasi itu, maka hasilnya pasti akan baik untuk kita semua. Dan masyarakat akan mendapatkan hasil dari kerjasama ini,” tutur Jusmiati.(SUMBER | HUMAS)FOTO KUPING KIRI (3)

Ismail : Musrenbang Dilaksanakan Berjenjang

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:20:35 WITA Kategori : Berita Lainnya

Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) dilingkup Pemerintah Kota Gorontalo sampai dengan jajaran tingkat bawah, mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kata Kepala Bappeda Kota Gorontalo Dr. Ir. Hi, Ismail Madjid M.Tp, akan dilaksanakan secara bertahap atau berjenjang. Agar program kegiatan yang direcanakan masing-masing pemangku kepentingan, berjalan dengan baik dan sejalan dengan RPJD Pemerintah Kota Gorontalo, serta tepat sasaran.

Seperti Musrenbang tingkat Kelurahan ungkap Ismail Madjid, yang akan dilakasanakan pada Januari. Kemudian di bulan kedua tahun ini pada Februari nanti, akan dilanjutkan dengan kegiatan musrenbang tingkat Kecamatan, dan memasuki Bulan Marten kegiatan yang sama ditingkat SKPD. “Musrenbang adalah forum perencanaan program, yang dilaksanakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah, bekerja sama dengan warga dan para pemangku kepentingan lainnya. Sehingga saya harapkan, pada pelaksanaan musrenbang tingkat keluraha ini, tidak hanya dihadiri aparat kelurahan serta LPM. Tapi haru disaksikan semua elemen masyarakat, karena lokasi pelaksanaannya tidak harus di Kantor Kelurahan,” ujar Ismail Madjid.

Hal tersebut ditegaskan Ismail Madjid, agar dalam forum tersebut masyarakat dapat memeberikan kontribusi pikiran, terhadap program kerja yang nantinya akan dilaksanakan kelurahan dan LPM. Apalagi menurut Ismail, kelurahan merupakan garda terdepan pelaksanaan program visi misi Pemerintah Kota Gorontalo, sehingganya hal tersebut ia minta agar dapat diperhatikan dan ditindak lanjuti. “Selama ini dari hasil evaluasi yang kami lakukan, program yang dilaksanakan aparat kelurahan, minim usulan dari masyarakat dan murni merupakan usulan yang diberikan pemerintah daerah, baik Kota dan Provinsi Gorontalo,” terang Ismail Madjid.

Selain itu tambah Ismail, pelaksanaan musrenbang di tingkat kelurahan tersebut agar dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sehingga kedepannya, tidak akan menggaggung aktifitas pelaksanaan kegiatan yang sama di tingkat Kecamatan. Kemudian pengalokasian dana kelurahan sebesar Rp 500 juta di masing-masing kelurahan, menurut Ismail Madjid, dapat dijadikan sebagai dorongan aparat kelurahan pada masyarakat. Untuk meminta partisipasi masyarakat dalam menyampaikan usulan, yang tentunya dapat diterima dan merupakan komitmen bersama. “Kesepakatan itu harus memberikan dampak besar terhadap pelaksanaan program yang dilakukan kelurahan, bahkan harus memberikan dampak baik untuk masyarakat,” jelas Ismail Madjid.

Contohnya kata Ismail Madjid, dapat mencegah persoalan yang sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat, seperti mengenai sampah, infrastruktur dan lain sebagainya. “Jika dalam program kegiatan kelurahan ada usulan dari masyarakat, dan pelaksanaannya baik juga memberikan dampak positif terhadap daerah, pemerintah terlebih masyarakat, saya yakin di masing-masing kelurahan tidak akan ada lagi persoalan klasik,” tutur Ismail Madjid.(SUMBER | HUMAS)FOTO KUPING KANAN (1)

Dukung Aksi PPK, Pemkot Bentuk Tim Khusus

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:18:21 WITA Kategori : Berita Lainnya

Tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dewasa ini terus mejadi momok berat, yang dihadapi pemerintah. Tidak terkecuali Pemerintah Kota Gorontalo, yang menganggap aksi pelanggaran hukum tersebut, adalah tindakan yang sangat tidak terpuji. Dan untuk menekan angka oknum pelaku tindak KKN tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo telah mengeluarkan beberapa payung hukum. Termasuk surat edaran yang telah diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI No. 356/4429/SJ, tentang pedoman pelaksanaan aksi pencegahan dan pemeberantasan korupsi pemerintah daerah tahun 2016-2017.

Menurut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Gorontalo Deddy Kadullah, surat edaran tersebut merupakan penjaraban dari Peraturan Presiden RI No. 55 Tahun 2012. Tentang strategi Nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang 2012-2025, dan jangka menengah tahun 2012-2014. Dimana mengamanatkan bahwa, kementerian dan pemerintahan daerah harus melaksanakan peraturan tersebut, melalui aksi pencegahan dan pemerbatasan korupsi yang ditetapkan setahun sekali. Yang telah dikuatkan melalui Instruksi Presiden RI No. 10 tahun 2016, AKSI PKK Tahun 2016-2017. “Dengan turunnya edaran tersebut, maka pemerintah daerah termasuk Kota Gorontalo wajib untuk melaksanakan amanat Mendagri RI, sesuai dengan instrumen yang diedarkan,” ujar Deddy.

Dan Pemerintah Kota tambah Deddy, telah menindak lanjuti hal tersebut melalui rapat perdana pembentukan TIM Koodrinasi Aksi Pencegahan dan pemberantasan koruspi, Jumat (13/01) pekan kemarin di ruang kerjanya. “Tim ini dikeuai Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Zainuddin Rahim, dimana dalam pertemuan tersebut semua hal termasuk mengenai teknis penjabaran tugas dan fungsi masing-masing personil tim, telah dijabarkan. Bahkan kami telah mempersiapkan rencana Aksi PKK tahun 2016, dan menyusun rencana aksi PPK Pemerintah Kota,” jelas Deddy.

Kemudian secara rinci Deddy jelaskan, ada empat pokok yang nantinya akan jadi bahan acuan penialaian aksi PPK tersebut. Diantaranya pemilihan seluruh kewenangan penertiban izin dan non izin di daerah, serta mengintegrasikan layanan perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kedua pembentukan dan penguatan tugas pokok dan fungsi pejabat pengelola, baik informasi dan dokumentasi utama serta pembantu, ke tiga transpaaransi dan akuntabel dalam menganalisis pengadaan barang dan jasa. Terakhir, transparansi terhadap penyaluran serta penggunaa dana hibah dan bantuan sosial. “Untuk pelaporan pelaksanaan aksi PPK ini, menggunakan sistem online yang pengimputan datanya dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sekali, dengan istilah B03, B06, B09 dan B12,” tutur Deddy.(SUMBER | HUMAS) FOTO OPENING (4)

Generasi Muda Mulai Mencitai Subuh Berjamaah

Diposting : 15 Jan 2017 | 10:16:53 WITA Kategori : Berita Lainnya

Program sholat subuh berjamaah saat ini bukan hanya menjadi kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo, namun sebagian pemuda mulai mencintai dan melaksanakan kegiatan tersebut. Seperti halnya pelaksanaan sholat subuh berjamah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jumat (06/01) pekan kemarin di Masjid Sabilulrasyad Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Meskipun hawa dingin menyelimuti kala waktu sepertiga malam tersebut, tidak dapat membendung niat para mahasiswa dan civitas UNG yang dibadani langsung oleh Rektor UNG untuk memenuhi panggilan azan berkumandang bertanda telah masuk waktu subuh.

Walikota Gorontalo Marten A Taha, selaku perintis program tersebut turut hadir berbaur dengan jamaah mesjid dan melaksanakan sholat subuh berjamaah. Dikesempatan itu Marten menunjukan kebanggaan yang sangat tinggi, kepada seluruh civitas UNG yang telah berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan religius itu. “Saya sangat mengapresiasi dengan semangat dan kemauan yang kuat para pemuda untuk melaksanakan kegiatan religius seperti saat ini. Karena dengan melaksanakan sholat fardu sebagaimana kewajiban kita, sebagai seorang muslim akan dapat membentuk kepribadian yang disiplin, moralitas, serta integritas manusia yang baik secara lahiriah, secara fisik. Demikian pula akan menjaga kesehatan dengan gerakan – gerakan sholat, dan beredarnya darah secara teratur,” ujar Marten.

Lebih lanjut beliau mengatakan generasi muda sekarang ini adalah miror, atau gambaran generasi yang akan datang. Untuk itu melalui program religius seperti ini, akan sangat bermanfaat jika mendidik dan menempatkan jati diri para pemuda yang senantiasa melakukan hal-hal yang positif. “Bukankah sholat adalah tiang agama, apabila sholatnya baik maka seluruh amal ibadahnyapun akan menjadi baik,” ungkap Marten saat memberikan ceramah agama.

Mengenai program tersebut tambah Marten, pihaknya akan lebih mengintensifkan dengan melakukan sholat berjamaah secara mobile, di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Karena menurutnya, program religi yang dicanangkan dan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota tersebut, telah memberikan dampak baik terhadap kinerja pemerintah dan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan pemerintah. “Karena pahalanya besar, maka dampaknya pun terhadap pelaksanaan program pemerintah yang pro rakyat, begitu besar,” tutur Marten.(SUMBER | HUMASFOTO BANNER (4))

Berita Terkini