Bukit Tinggi Stuban Soal TP-TGR Di Pemkot Gorontalo

Diposting : 22 Feb 2017 | 03:49:45 WITA Kategori : Berita Lainnya

Penerapan TP-TGR dan pengelolaan barang milik daerah selama ini dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo,menjadi satu jajaran Pemriontah Bukit Tinggi melakukan kunjungan kerja sekaligus studi banding ke Kota Gorontalo.Dimana Walikota Gorontalo Marten Taha, Penguatan Administrasi menjadi kunci utama dalam pengelola keuangan dan aset daerah,untuk menghindari terjadi kerugian Negara,jika ada temuan dari BPK, itu ditindak lanjuti hanya selama dua bulan,,dan selanjutnya dilanjutkan dengan siding oleh Inspektorat, pembendaharaan di tuntut ganti rugi secara personal, yang dibebankan bentuk partisipasi perduli lingkungan yakni membayar TGR tersebut dengan sampah,dan melihat perkembangan dari Kota Gorontalo yang memberikan peningkatan yang siknifikan,namun kami melihat daerah ini patut dikunjungi dan kami disini saling berbagi Infomasi ,salah satunya menangani TGR dan pengelolaan milik daerah dan Negara.

Sumber: Radar

SKPD Harus Sinergi Kawal Pembangunan Kota

Diposting : 22 Feb 2017 | 03:48:27 WITA Kategori : Berita Lainnya

Wakil Walikota Gorontalo dr. Budi Doku menjelasakan ,semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kota Gorontalo harus mampu mengawal pembangunan Kota Gorontalo,menurut Budi Doku,Instansi yang masuk dalam struktur organisasi daerah (OPD) baru saat ini ,merupakan Instansi yang di duduki pejabat-pejabat handal dan berkompoten ,dari Dinas yang baru di bentuk,unit kerja itu bertugas mengontrol tiap pembangunan di Kota Gorontalo agar selalu punya desain unik dan menarik,Budi Doku menegasakan ,proyek di Kota Gorontalo tidak boleh terkesan asal-asalan.semua harus keren, harus desain oriented, harus juara di awasi oleh unit kerja yang biasa disebut bagian Administrasi dan kualitas pembangunan, karena menurut Budi Doku unit kerja tersebut nantinya akan memberikan dampak baik terhadap bidang ekonomi.

Sumber: Radar

Dinas K3P Kota Intens Cegah Penyebaran Rabies

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:33:37 WITA Kategori : Berita Lainnya

Rabies merupakan suatu penyakit hewan menular akut, yang disebabkan oleh virus neurotropik dari ss RNA virus, genus Lyssavirus, famili Rhabdoviridae. Virus Rabies termasuk dalam serotipe 1, serotipe 2 (Lagos bat virus), serotipe 3 (Mokola rhabdovirus), dan serotype 4 (Duvenge rhabdovirus). Maka dari itu Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (K3P) Kota Gorontalo terus melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut. Melalui pemberian vaksin hewan, yang dilakukan secara rutiin setiap tiga bulan sekali.

“Di Kota Gorontalo memang tidak banyak kasus yang diakibatkan virus tersebut, namun kami terus mengantisipasi penyebaran virus ini. Mengingat ini merupakan penyakit menular,” ujar Kepala Dinas K3P Kota Gorontalo Dr. Ir. Hj. Fitria S. Bagu, M.Si, Senin (20/02) kemarin.

Senada dijelaskan Sekretaris Dinas K3P Kota Gorontalo Anas S Badjeber, mengenai penyebaran virus ini sangat jarang terjadi pada hewan piaraan. Dan sering ditemukan pada hewan lepas, yang tanpa pemiliknya. Namun di wilayah Kota Gorontalo sendiri, hewan lepas jarang ditemukan, kecuali di wilayah pedesaan. “Semua pemilik hewan piaraan anjing secara rutin kami berikan vaksi, bahkan terkadang mereka yang menghubungi petugas kami, untuk memberikan vaksin pada hewan mereka. Karena mereka juga tidak menerima resiko dari hal yang tidak diinginkan,” ungkap Badjeber.

Untuk pencegahan ini kata Badjeber, instansi ini tidak hanya bekerja sendiri. Tapi juga melakukan koordinasi dengan instansi lain, seperti Puskesmas terdekat dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. “Untuk penangan terhadap seorang yang terkena virus ini, kami langsung menghubungi pihak puskesmas, untuk memberikan bantuan medis,” terang Badjeber.

Selain itu secara rinci Badjeber jelaskan, cara kerja virus ini yakni menyerang sistem syaraf pusat hewan berdarah panas dan manusia. Bersifat zoonosis, yaitu dapat menular pada manusia lewat gigitan atau cakaran. Dapat pula lewat luka yang terkena air liur hewan penderita rabies, yang dapat mengakibatkan berubah menjadi lebih agresif. “Rabies sangat berbahaya, bila ditemukan gejala klinis dan penanganannya tidak benar biasanya diikuti kematian, baik pada hewan maupun manusia. Tanda-Tanda penyakit rabies pada hewan dan manusia, diantaranya suka bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk. Terjadi kelumpuhan tubuh, hewan tidak dapat mengunyah dan menelan makanan, rahang bawah tidak dapat dikatupkan dan air liur menetes berlebihan. Kejang berlangsung singkat dan kadang sering tidak terlihat. Tidak ada keinginan menyerang atau mengigit. Kematian akan terjadi dalam beberapa jam,” tutur Badjeber. (sumber radar)FOTO KAKI

Marten Galang Warga Untuk Peduli Sampah

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:32:26 WITA Kategori : Berita Lainnya

Permasalahan sampah nasional sudah cukup meresahkan. Saat ini, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia. Melihat kondisi ini, Walikota Gorontalo Marten Taha mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam mengurangi sampah di wilayah Kota Gorontalo.

Untuk itu, Minggu (19/2) bertempat di pantai Indah Pohe, Kota Gorontalo, Marten mencanangkan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dihadiri dinas terkait, SKPD, pemerhati lingkungan, komunitas-komunitas lingkungan serta masyarakat Kota Gorontalo. Dalam peringatan HPSN ini, Marten terjun langsung dalam membersihkan sampah yang berada di pantai Indah Pohe. Bahkan Marten mengangkut langsung sampah-sampah yang menumpuk di seputaran pantai. Begitu pula yang dilakukan ketua TP PKK Jusmiaty Taha Kiay Demak, tak ada rasa jijik ketika Jusmiaty memegang langsung sampah tersebut.

“Permasalahan sampah tak bisa dianggap enteng. Sampah bisa menimbulkan bencana, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi,” kata Marten mengingatkan masyarakat tragedi tersebut.

Peringatan ini bukan hanya dilakukan hanya seremoni semata, melainkan harus ada tindakan nyata dari masyarakat untuk peduli terhadap banyaknya sampah di lingkungan mereka. “Bagaimana kepedulian pemerintah yang ditopang oleh masyarakat terhadap permasalahan sampah. Sebab permasalahan sampah ini sangat pelik dan yang paling inti dari penanganan sampah yaitu kesadaran masyarakat. Kita harus mengurangi sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Baik itu dijalanan, di sungai maupun di laut. Sebab itu dapat menganggu ekositem kehidupan mahluk hidup, termaksud kita,” sambung mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Menurut Marten dengan lingkungan yang bersih akan sampah, maka akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sendiri. “Kalau masyarakat sadar kebersihan itu sangat penting. Maka kualitas kesehatan kita juga akan meningkat dan ini yang akan membuat masyarakat enggan membuang sampah sembarangan,” jelas Marten.

Terakhir dari segi perhatian pemerintah, dimana pemerintah akan menfasilitasi wadah untuk masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya. Kedua, pemerintah membuat bank-bank sampah, sehingga sampah yang masih bisa didaur ulang dibawa oleh masyarakat untuk dijadikan suatu nilai ekonomis. “Kita juga menyediakan armada angkutan pengakut sampah, serta sumber daya manusia yang peduli terhadap sampah ini. Sehingga ada kepedulian dari semua elemen untuk membuang sampah pada tempatnya dan di jam-jam yang telah ditentukan. Sebab kita mengoptimalkan pukul 07.00 WITA itu tidak ada sampah yang tergeletak di pinggir-pinggir jalan. Sebab di waktu itu semua sampah sudah diangkut oleh petugas. Dan saya menghimbau agar masyarakat membuang sampah di pukul 18.00 WITA sampai 06.00 WITA. Agar kota kita benar-benar bersih dari sampah,” tegas mantan aktivitas HMI itu. (sumber radar)FOTO KUPING KIRII

Tiga Program Harus di Prioritaskan

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:31:10 WITA Kategori : Berita Lainnya

KOTA (RADAR) – Selain delapan program unggulan, Wakil Walikota Gorontalo dr. Bud Doku menyebutkan, ada tiga program lain yang harus diprioritaskan. Diantaranya, tentang banjir dan air, pengentasan kemiskinan dan kebudayaan. Hal ini diungkapkan Budi Doku, ketika ditemui Senin (20/02) kemarin di ruang kerjanya.

“Memang delapan program unggulan kami jelas mengedepankan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dan berkaitan dengan hal itu, instansi terkait harus memprioritaskan tiga program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Yakni benjir dan air, pengentasan kemiskinan serta kebudayaan,” ujar Budi Doku.

Tiga program yang dimaksud Budi Doku, secara umum penanganannya saat ini ia akui, mulai direncanakan dan dimasukkan dalam program kegiatan masing-masing SKPD terkait. Dan sebagai pimpinan daerah yang mengawasi pelaksanaan program tersebut, ia minta SKPD harus menseriusi program yang dilaksanakan tersebut. “Karena hasil realisasi dari pelaksanaan program itu, bukan hanya berdampak baik bagi Pemerintahan Kota Gorontalo, tapi akan mendapatkan respon positif dari masyarakat sebagai penerima program,” terang Budi.

Hal ini tentuya tambah Budi, harus sesuai dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang memadai, serta program yang dilaksanakan harus benar-benar menjadi sumber penyerap PAD daerah. “Jika realisasi program ini dirasakan masyarakat, maka saya yakin tak akan ada lagi keluhan soal kinerja SKPD di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo,” tutur Budi.FOTO KUPING KANAN

Diklat PIM IV Siap Lahirkan 40 Sosok Pemimpin

Diposting : 21 Feb 2017 | 00:28:15 WITA Kategori : Berita Lainnya

Kata Walikota Gorontalo Marten A Taha, seorang aparatur sipil negara (ASN) tidak mungkin dapat menjalankan fungsinya sebagai public service yang profesional, apabila kompetensi yang dimiliki tidak memadai. Untuk itu, sebagai integral dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, mengikut setakan para pejabat dalam berbagai pelaksanaan kegiatan dikalat kepimimpinan. Yang bisa dikatakan salah satu syarat untuk melahirkan sosok pemimpin, dalam satu instansi atau struktur oganisasi perangkat daerah.

“Secara resmi saya buka Diklat Pim IV angkatan III ini, dan saya berharap melalui diklat ini, akan melahirkan sosok pemimpin yang berkualitas yang mampu meningkatkan laju roda pemerintahan daerah. Karena Diklat Pim ini, merupakan persayaratan kompetensi kepemimpinan seorang aparatur pemerintah. Guna memelihara kemampuannya, sehingga memenuhi kualifikasi yang dipersyarakatkan. Agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi organisasi pemerintahan,” ujar Marten.

Marten meminta, diklat ini dijadikan ajang untuk menambah kualitas pribadi masing-masing peserta. Karena tolak ukur dari diklat ini, bukan dari lamanya waktu menempuh pendidikan, melainkan dapat lebih menerapkan kemampuan, keahlian dan memahami isi dari pelatihan ini. Dan janganlah dijadikan ajang seremonial, karena tujuannya untuk mencetak aparatur pemerintah yang bisa memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat. Sehingga dapat mempresentasikan figur aparatur pemerintahan. “Pejabat eselon IV sebagai ujung tombak dalam kinerja instansi pemerintahan, yang dituntut memiliki kompetensi operasional perencanaan program kegiatan. Serta mempunyai pengaruh dan harus mampu memobilisasi seluruh stakeholder, dalam melaksanakan program kegiatan di satuan kerjanya,” tutur Marten. (SUMBER RADAR)FOTO 4

FOTO A

SATPOL AMANKAN 72 MIRAS

Diposting : 17 Feb 2017 | 02:46:58 WITA Kategori : Berita Lainnya

“SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA GORONTALO TERUS BERUPAYA AGAR WILAYAH KOTA GORONTAO BEBAS DARI GANGGUAN KANTIBMAS”
kepala satpol pp kota gorontalo ABUBAKAR LUWITI mengungkapkanbahwa penangkapan terhadap puluhan miras siap edar tersebur berawal dari informasi dari petugas satpol PP dilapangan. mendapat informasi tersebut, abubakar langsung mengutus petugas untuk melihat dan sebisa mungkin mengamankan barang bukti tersebut. selanjutnya pihak satpol menelpon polres Gorontalo kota untuk menyita barang bukti tersebut.

Mereka Garda Terdepan, Patut Diberi Reward

Diposting : 17 Feb 2017 | 02:32:34 WITA Kategori : Berita Lainnya

“Setiap hari mereka bangun lebih awal dari kami yang jelas-jelas mengemban amanah rakyat lebih besar. hanya bermodalkan sapu dan karung sertafasilitas memadai seperti mobil truk dan kendaraan roda tiga. menurut Budi, petugas kebersihan atau kerap disebut pasukan kuning oleh jajaran pejabat pemerintah kota gorontalo, adalah garda terdepan pelaksana program pemerintah kota Gorontalo. untuk mendukung program pemerintah kota Gorontalo yang terus mengedepankan program lingkungan bersih dari sampah. budi menghimbaw, bukan hanya pemerintah kota gorontalo yang andil dalam mengsukseskan program tersebut. “ini tanggung jawab semua pihak, kebersihan itu harus dimulai sedini mungkin. dan budaya hidup bersih di gorontalo bukan lagi hal baru, tapi sudah sejak dahulukala. coba kita lihat orang tua kita dulu, jika mereka membersihkan rumah,tak ada satupun sampah yang terlihat di dalam dan diluar rumah kita,” tutut budi. (sumber radar)

Anak TK Padamkan Api Kebakaran

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:19:40 WITA Kategori : Berita Lainnya

Simulasi pemadaman api kebakaran yang dilakukan pelajara Taman Kanak-kanak Al-Islah Kota Gorontalo.

Wadah bersikan sampah yang terbakar di halaman Kantor BPBD Kota Gorontalo Selasa (31/01) kemarin, menarik perhatian puluhan pelajar Taman Kanak-kanak (TK) Al-Islah Kota Gorontalo, saat berada di halaman kantor tersebut. Dan inisiatif langsung memadamkan api yang semakin membesar di wadah tersebut, dengan menggunakana selang dari mobil Damkar milik BPBD Kota Gorontalo. Berkat jiwa keterpanggilan yang dimiliki anak-anak usia dini itu, api tersebut langsung padam dan tidak merambat ke bangunan Kantor BPBD Kota Gorontalo. Etss jangan salah tanggap, cerita ini hanyalah rangkaian kegiatan simulasi sekaligus pengenalan fungsi alat pemadam kebakaran, yang dilaksanakan BPBD Kota Gorontalo, bekerjasama dengan TK Al-Islah Kota Gorontalo.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Gorontalo Ir. Hi, Rustam Rahman mengakatan, kegiatan tersebut dilaksanakan BPBD Kota Gorontalo, atas permintaan dari pihak TK Al-Islah Kota Gorontalo. Dalam rangka mengembangkan wawasan dari anak didik mereka, yang diketahui cerdik dan tanggap ketika menerima pembelajaran di dalam kelas. “Sebagai bagian dari Pemerintah Kota Gorontalo, kami merespon baik permintaan dari pihak sekolah. Dan dalam kegiatan itu, kami tidak hanya memperkenalkan pada mereka berbagai peralatan yang dimiliki BPBD Kota, tapi juga memberikan pemahaman tentang bagaiaman cara untuk mengantisipasi terjadinya bencana, seperti tidak membuang sampah sembaran dan lain sebagainya,” ujar Rustam.

Bahkan tambah Rustam, pihaknya juga memberikan pengetahuan bagaia mana cara untuk memadamkan api dengan baik dan benar, pada pelajar itu, dalam simulasi pemadaman api kebakaran. “Jika sejak dini kita menanamkan jiwa dan sikap peduli pada anak didik kita, maka kedepannya mereka bukan hanya mengetahui bagaimana cara menghadapi bencana, tapi kedepannya mereka akan andi turut membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” tutur Rustam.(RadarFOTO KAKI (2))

Drainase Banyak Sampah, Faktor Terjadinya Genangan Air

Diposting : 02 Feb 2017 | 01:18:46 WITA Kategori : Berita Lainnya

Genangan air yang menghiasi jalan yang ada di Kota Gorontalo, bukan lagi persoalan baru di Kota Gorontalo. Hal tersebut pun menarik perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, yang saat ini mulai melakukan pemetaan kawasan yang sering terjadi genangan air. Agar kawasan jalan yang sering terjadi genanang air itu, tidak lagi mengganggu aktivitas pengendar yang lalu lalang di Kota Gorontalo.

“Permukaan jalan itu sendiri dan drainase yang dipenuhi sampah, adalah faktor utama terjadinya genangan air di banda jalan. Dan upaya yang kami lakukan, yakni melakukan pemetaan yang nantinya akan ditindak lanjuti dengan pembentukan Satgas yang menangani persoalan tersebut,” ujar Kadis PUPR Kota Gorontalo Muchtar Arsjad, saat ditemui Selasa (31/01) kemarin.

Tidak hanya itu tambah Mantan Kepala BPM-PTSP itu, dari hasil peninjauan yang dilakukan ia bersama jajarannya, menemukan saluran-saluran serta pinggiran trotoar tidak memiliki lubang pembuangan air. Padahal lubang sangat bermanfaat ketika jalan terjadi genang air. “Upaya Kami akan lakukan, menambah dan melubangi pinggiran trotoar yang ada di Kota Gorontalo,” terang Muchtar.

Selain itu, untuk mengatasi genangan yang sering terjadi di jalan yang ada di Kota Gorontalo, pihaknya telah membentuk tim Gerakan Antisipasi Genarang Air Hujan (GAGAH), yang telah ditempatkan di beberapa kawasan rawan genangan air. “Seperti di zonasi pasar sentral yang saya lihat semalam, banyak bentuk penyebab tejadinya genangan air. Karena fungsi-fungsi salurannya seperti gorong-gorong, tidak berfungsi. Bahkan saya sempat membukanya, sudah satu truk sampah yang ditemukan dari saluran yang ada di pasar sentral,” jelas Muchtar.(Sumber | radar)
FOTO KUPING KIRI (1)

FOTO KUPING KIRI (2)

Berita Terkini