Geografis

Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah dari Provinsi Gorontalo dengan luas wilayah 64,79 Km2 atau sekitar 0,53% dari luas Provinsi Gorontalo. Curah hujan di wilayah ini tercatat sekitar 11 mm sampai 266 mm per tahun. Secara umum, suhu udara di Gorontalo rata-rata pada siang hari 32 derajat Celcius, sedangkan pada malam hari 23 derajat Celcius. Kelembaban udara relatif tinggi dengan rata 79,9%. Secara geografis wilayah Kota Gorontalo terletak antara 000 28' 17" - 000 35' 56" Lintang Utara (LU) dan 1220 59' 44" - 1230 05' 59" Bujur Timur (BT) dengan batas-batas sebagai berikut :

Batas Utara : Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango
Batas Timur : Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango
Batas Selatan : Teluk Tomini
Batas Barat : Kecamatan Telaga dan Batuda'a, Kabupaten Gorontalo

Kota Gorontalo terdiri dari 9 Kecamatan dengan 50 Kelurahan, yaitu ;

1. Kec. Kota Barat : 7 Kelurahan
2. Kec. Kota Selatan : 5 Kelurahan
3. Kec. Hulonthalangi : 5 Kelurahan
4. Kec. Dungingi : 5 Kelurahan
5. Kec. Kota Timur : 6 Kelurahan
6. Kec. Dumbo Raya : 5 Kelurahan
7. Kec. Kota Utara : 6 Kelurahan
8. Kec. Sipatana : 5 Kelurahan
9. Kec. Kota Tengah : 6 Kelurahan

Demografis

Jumlah penduduk Kota Gorontalo setiap tahun mengalami perubahan, dari tahun 2004 sejumlah 148.080 jiwa dengan luas wilayah sebesar 64.79 Km2 sehingga kepadatan penduduk menjadi 2.286 jiwa/Km2.

Pada tahun 2005 berjumlah 156.39 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 2.414 jiwa/Km2. Pada tahun 2006 jumlah penduduk berjumlah 158.36 dengan kepadatan penduduk sebesar 2.444 jiwa/Km2. Pada tahun 2007 jumlah penduduk di Kota  Gorontalo sebesar 162.325 jiwa dengan kepadatan penduduk 2.505 jiwa/Km2.

Sedangkan pada tahun 2008 jumlah penduduk Kota Gorontalo naik sebesar 165.175 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 2.549 jiwa/Km2.

Untuk tahun 2009 jumlah penduduk Kota Gorontalo naik sebesar 181.102 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 2.759 jiwa/Km2, tahun 2010 jumlah penduduk Kota Gorontalo naik sebesar 184.185 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 2.842 jiwa/Km2. dan untuk tahun 2011 jumlah penduduk Kota Gorontalo naik sebesar 194.153 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 2.996 jiwa/Km2.

Alokasi Ruang

Dalam aspek penataan ruang ini, pada tahun 2008, Pemerintah Kota Gorontalo melakukan revisi terhadap rencana tata ruang yang ada sebagaimana yang diatur memalui Perda Nomor 16 Tahun 2002. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan ketentuan baru yaitu Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Disamping itu juga, revisi tersebut dianggap perlu untuk dilakukan untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi di Kota Gorontalo, khususnya dibidang pemanfaatan ruang.

Salah satu perkembangan fisik kota yang cukup pesat di Kota Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir adalah pemanfaatan ruang untuk kepentingan perumahan pemukiman serta perdagangan dan jasa. Hal ini menginidikasikan bahwa memang dalam beberapa tahun terakhir ini, Kota Gorontalo menjadi tujuan berinvestasi bagi masyarakat, baik investor dibidang properti seperti para pengembang dengan puluhan kawasan perumahan yang berhasil dibangun, maupun investor dibidang perdagangan.

Untuk itulah dalam revisi Rencana Tata Ruang Kota Gorontalo, asumsi -asumsi ini menjadi bagian penting dari perencanaan ke depan untuk kepentingan investasi masyarakat khususnya dibidang perdagangan dan jasa sudah diakomodir melalui peruntukan ruang bagi perdagangan dan jasa dengan luasan dan sebaran yang cukup memadai.

Infrastruktur

Transportasi

  • Transportasi Darat
    Untuk melayani besarnya arus mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat lain, saat ini tersedia sarana penunjang untuk akses transportasi darat yang menghubungkan Kota Gorontalo dengan daerah di sekitar Kota Gorontalo.
  • Transportasi Laut
    Untuk mewujudkan Kota Gorontalo sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Teluk Tomini serta menunjang perekonomian daerah telah tersedia 4 (empat) buah pelabuhan yaitu, Pelabuhan Laut Gorontalo, Pelabuhan Fery, Pelabuhan Pertamina, dan Pangkalan Pendaratan Ikan.
  • Transportasi Udara
    Untuk melayani akses transportasi udara dari dan ke Kota Gorontalo dapat melalui Bandar Udara Djalaludin yang terletak 30 Km dari pusat Kota Gorontalo. Saat ini Bandara tersebut dapat didarati oleh pesawat jenis Foker-28, Foker-100 dan Boeinng 737-200. Perusahaan-perusahaan penerbangan yang melayani rute penerbangan ini antara lain Lion Air / Wings Air dan Sriwijaya Air.

Air Bersih

Pelayanan kebutuhan air bersih melalui PDAM Kota Gorontalo telah menjangkau seluruh wilayah kecamatan. Status Kota Gorontalo sebagai ibukota provinsi,  berdampak signifikan terhadap pertumbuhan populasi penduduk sehingga menyebabkan tingginya permintaan konsumsi air bersih. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah pelanggan air bersih, terutama oleh pelanggan rumah tangga.

Tahun 2010, dengan kapasitas produksi 290 liter/detik PDAM Kota Gorontalo mampu melayani 18.959 Pelanggan. dan Pada Pertengahan Tahun 2011, PDAM Kota Gorontalo sudah mampu melayani 19.926 Pelanggan.

Telekomunikasi

Akselerasi pembangunan Kota Gorontalo yang semakin dinamis dalam kurun 5 (lima) tahun terakhir ditandai dengan semakin berkembangnya infrastruktur dibidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Untuk kebutuhan layanan jaringan telepon rumah dan perkantoran, PT. Telkom dengan kapasitas sentral sebesar 17.830 SST saat ini mampu melayani seluruh wilayah Kota Gorontalo dan sekitarnya, sedangkan kebutuhan akan layanan mobile telecommunication lebih didominasi operator-operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, Pro XL, dan Telkom Fleksi.

Kebutuhan akan layanan teknologi informasi juga semakin meningkat terutama dalam memasuki komunikasi cyberspace di era globalisasi. Layanan teknologi informasi  yang ada saat ini masih belum mampu melayani kebutuhan masyarakat Kota Gorontalo karena masih terbatasnya penyedia jasa Internet Provider. Saat ini kebutuhan akan jasa  teknologi informasi baru bisa dilayani oleh Olami Net, Wasantara Net, dan Telkomnet Instant.

Penyebaran berita dan informasi pembangunan di Kota Gorontalo juga dilakukan melalui media cetak dan elektronik, serta radio. Semakin bertambahnya penyedia jasa di bidang ini seperti Mimoza TV, GO TV, CIVICA TV, TVRI Gorontalo, makin mempertegas eksistensi Kota Gorontalo sebagai pusat pelayanan jasa.

Listrik

Kapasitas daya terpasang pada PLN wilayah Suluttenggo cabang Gorontalo sampai dengan tahun 2008 sebesar 66,370 kVA, serta jumlah travo sebanyak 918 buah travo. Jumlah tenaga listrik yang diproduksi mencapai 181.527.649 kWh, sedangkan daya yang terjual sebesar 164.227.139 kWh dengan total pelanggan mencapai 103.467 pelanggan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakar minyak, terdapat UPPDN Pertamina yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pelabuhan kapal tangker. UPPDN Pertamina ini melayani seluruh wilayah Provinsi Gorontalo sampai dengan wilayah lain disekitar Teluk Tomini.

Perumahan

Status Kota Gorontalo sebagai ibukota provinsi memberi dampak besar terhadap tingginya kebutuhan rumah tinggal yang asri dan nyaman. Hal ini mendorong developer lokal untuk membangun perumahan yang diarahkan untuk masyarakat  berpenghasilan sedang dan rendah. Pengawasan pemerintah terhadap pengembangan perumahan dilakukan melalui pengendalian perizinan kepada para developer sesuai dengan tata ruang dan pengembangan kawasan permukiman.

Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi tahun 2002 mencapai 6,59%, sementara PDRB harga konstan tahun 2002 sebesar 246.604,30 juta rupiah dan pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.795.931,44,- Aktivitas perekonomian penduduk lebih banyak bergerak di bidang jasa sehingga sektor ini menyumbangkan kontribusi terbesar untuk pembentukan PDRB yang disusul sektor-sektor lainnya.

Cagar Budaya

Kota Gorontalo adalah sebuah Kota tua yan sejak dahulu dikenal sebagai Kota jasa memiliki sejumlah bangunan tua khas daerah yaitu rumah panggung yang masih banyak dapat dijumpai disepanjang jalan dalam kota.

Sebagai Ibu Kota Propinsi Gorontalo letaknya dibelahan nusantara atau di utara pulau sulawesi yang jika dilihat dari dalam peta dunia terhampar tepat dilitas garis khatulistiwa sehingga tidak berlebihan jika Kota Gorontalo sebagai zamrud khatulistiwa Indonesia yang memiliki pesona tersendiri. Potret masyarakat Gorontalo dari masa pra kemerdekaan hingga kini, merupakan sebuah masyarakat yang sangat kental dengan paduan nuansa Adat dan Agama.

Cerminan dari titik temu antar aspresiasi terhadap tradisi budaya dan keyakinan agama terpilin dengan kuat sehinga sebagai falsafat hidup "ADAT BERSENDIKAN SARA, SARA BERSENDIKAN KITABULLAH" filosofi yang merupakan pijakan bersama warga masyarakat Gorontalo selaras dengan kehidupan masyarakat yang semakin terbuka, modern dan demokrasi yang sekaligus acuan nilai dan sistem etika.

Pendidikan

Indikator yang menunjukkan perbaikan dan peningkatan angka kualitas pendidikan adalah meningkatnya Angka Partisipasi Murni (APM), meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK), menurunya angka putus sekolah. Peningkatan Kapasitas sumber daya manusia melalui indikator sasaran APK dan APM selang tahun 2001 - 2010 mengindikasikan peningkatan perluasana kesempatan memperoleh pendidikan pada berbagai jenjang yang ditandai dengan meningkatnya Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni.

Tabel Kondisi APM dan APK

NO
URAIAN
TAHUN
2008
2009
2010
1
KONDISI APM
a. SD / MI
101,59
118,85
101,50
b. SMP / MTs
82,63
81,10
88,43
c. SMA / MA
76,62
60,66
75,82
2
KONDISI APK
a. SD / MI
127,67
142,50
110,27
b. SMP / MTs
112,85
125,75
108,95
c. SMA / MA
110,27
109,76
114,13

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, 2011

Selain itu pula indikator pendidikan dengan menigkatnya angka melek huruf yang hingga saat ini mencapai 99,1%. kondisi ini menunjukkan bahwa semakin efektifnya pelaksanaan program dan kegiatan melalui Paket A, Paket B dan Paket C, dan peningkatan kesadaran baca tulis masyarakat.

Pemerintah Kota Gorontalo mulai tahun 2008 menyediakan Bus Sekolah Gratis untuk para siswa mulai sekolah dasar sampai dengan SMU untuk mensukseskan program pemerintah ayo sekolah. Sampai saat ini bus sekolah ini masih difungsikan dengan benar dan sangat membantu bagi transportasi pelajar.

Selain itu Pemerintah Kota Gorontalo telah mencanangkan Boarding School pada SMA Negeri 3 Gorontalo yang nantinya akan didukung dengan keberadaan tenaga-tenaga guru terseleksi, sistem pembelajaran yang modern serta fasilitas pendukung yang memadai sehingga diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang benar-benar unggul dan memiliki daya saing.

Jumlah Siswa Tahun Ajaran 2011 / 2012

NO
JENJANGPENDIDIKAN
JUMLAH SISWA
KET
1
TK
4.830
 
2
RAUDHATUL ATHFAL
749
 
3
SD
20.948
 
4
MADRASAH IBTIDAIYAH
1.375
 
5
SMP
8.419
 
6
MADRASAH TSANAWIYAH
1.866
 
7
SMA
4.786
 
8
SMK
4.453
 
9
MADRASAH ALIYAH
899
 

Jumlah Siswa DO Tahun Ajaran 2010 / 2011

NO
JENJANG PENDIDIKAN
JUMLAH SISWA
 
1
SD
4
 
2
SMP
48
 
3
MADRASAH TSANAWIYAH
4
 
4
SMA
41
 
5
SMK
71
 
6
MADRASAH ALIYAH
10
 

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, 2011