Senin, 19 Februari 2018

Salah satu konsep SMART CITY yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorntalo, yakni melakukan pembangunan masyarkat religi. Bukan hanya menjadi wacana belaka, program tersebut selama tiga tahun lebih di kepemimpinan Marten A Taha dan Budi Doku, terus berkelanjutan. Seperti meningkatkan kesejahteraan imam dan guru mengaji, yang ada di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Karena menurut Walikota Gorontalo Marten A Taha, ini nantinya akan mendorong peran serta imam masjid, perangkat adat, pegawai syarah dan guru madrasah TPA/TPQ meningkat. "Mereka adalah ujung tombak yang selama ini membina masyarakat , sehingga kehidupan religus di Kota Gorontalo terwujud. Perhatian serius terhadap tingkat kesejahteraan mereka, setiap tahun, dilakukan Pemkot Gorontalo. Yang menganggarkan dalam APBD honor bulanan, untuk para imam mesjid, perangkat adat, pegawai syarah serta guru madrasah dan TPA/TPQ se-Kota Gorontalo. Hari senin tanggal 22 januari, honor tersebut resmi diserahkan. Mereka semua sudah bekerja untuk kepentingan masyarakat. Mereka sudah melaksanakan tugas di mesjid dan kelurahan. Makanya mereka perlu kita beri perhatian, "ujar Marten. Lebih lanjut disampaikan Marten Taha, patut diakui honor yang diberikan pemerintah untuk para imam masjid, perangkat adat, juga pegawai syarah, dan guru TPA/TPQ belum seberapa jika dibandingkan dengan tanggung jawab dan kontribusi yang telah mereka berikan untuk Kota Gorontalo. Tapi paling tidak, honor yang diberikan oleh adalah bukti bahwa, pemerintah sangat peduli dengan pembangunan dibidang keagamaan dan adat istiadat. "Kita sudah buat dalam perencanaan kita untuk honor bulanan bagi mereka dan diserah terimakan srtiap tiga bulan. Kali yang menerima ada lebih kurang 1006 orang.

 

 

Sumber: Radar