Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

6 Siswa Dikirim ke Kompetisi Riset Nasional

6 Siswa Dikirim ke Kompetisi Riset Nasional
  • Selasa, 10 Juli 2018 pukul 14:50
  • Susanti Dahlan, S.Ip

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP tingkat Nasional akan dihelat pada tanggal 22-26 Juli di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kota Gorontalo pun kembali ambil bagian. Saat ini 6 siswa telah disiapkan untuk kompetensi riset pelajar palin bergengsi di tanah air tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Abram Badu menjelaskan, OPSI merupakan olimpiade nasional yang memberikan pengalaman meneliti kepada para siswa dengan cara yang menyenangkan sehingga minat meneliti terus meningkat. Dalam pelaksanaannya, siswa yang mewakili daerahnya masing-masing akan mengirim makalah hasil penelitian. Kota Gorontalo sendiri lanjut Abram, rutin mengikutinya. Di tahun kemarin, Kota Gorontalo berhasil meloloskan 1 orang.“Alhamdulillah tahun ini menjadi 6 orang. Kegiatan ini sangat bergengsi, karena ini olimpiade penelitian,” kata Abram ketika diwawancarai awak media, Rabu(4/7). 6 siswa yang dikirim untuk mengikuti OPSI SMP tingkat nasional terbagi dalam dua bidang penelitian. Untuk bidang Ilmu pengetahuan sosial, kemanusiaan dan seni, ada tiga siswa dari SMP Negeri 4 Gorontalo yang diutus. Yakni Yudha Pangestu, Nazwa Nur Sifa Piu dan Anggun Caecaria Limbanadi. Ketiganya mengangkat riset berjudul Pelaksanaan ATM Dhuafa dalam Membantu Warga Sekolah Tidak Mampu di SMP Negeri 4 Gorontalo. Sementara untuk bidang Ilmu Teknik dan Rekayasa, Kota Gorontalo mengutus tiga siswa dari SMP Negeri 9 Gorontalo, yakni Ady Priansyah Mooduto, Moh. Rifki Darise dan Sabrina Pakaya. Mereka mengangkat riset berjudul Bingkai Foto Anti Maling. Abram mengatakan, pelatihan bagi para siswa/siswi untuk menjadi peneliti memang menjadi perhatian serius dalam pembelajaran di Kota Gorontalo. Sebagai implementasinya, Dinas pendidikan dan kebudayaan memiliki program khusus untuk menyiapkan anak-anak yang punya kemampuan dalam hal penelitian dan dilakukan secara kelembagaan. “Kita pilih anak-anak terbaik yang punya talenta peneliti dari setiap sekolah, lalu kita godok. Kita undang pakar-pakar penelitiandari perguruan tinggi untuk membekali dan mengasah kemampuan mereka. Berkat upaya inilahkita bisa mengutus siswa ke OPSI. Di Gorontalo, hanya Kota Gorontalo yang bisa tampil,” ujar Abram .Dalam hal kemanfaatnya, lanjut Abram sejatinya pula, pelatihan meneliti bagi siswa tidak saja menyangkut masalah ilmu pengetahuan, tetapi juga terkait pendididkan karakter. Sebab, lewat kegiatan meneliti siswa dilatih berfikir dan bertindak objektif. “Jadi pada hakikatnya, ketila mereka dilatih tentang penelitian, mererka juga diajarkan kejujuran,”ujarnya. Abram pun meminta para siswa yang diutus dalam Opsi bisa mengikutinya dengan baik. Berharap lewat olimpiade tersebut dua siswa utusan Kota Gorontalo bisa meraih hasil yang baik dan paling penting bisa menimba pengalaman dalam penelitian sehingga dapat ditularkan kepada para siswa lainnya. (and)

 

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

310 Hari ini

595 Kemarin

3449 Minggu ini

51449 Bulan ini

442609 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan