Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Antisipasi Risiko Perjalanan Haji

Antisipasi Risiko Perjalanan Haji
  • Rabu, 18 April 2018 pukul 12:51
  • Grisselda Rafael Gobel

Salah satu prasyarat penting mutlak harus terpenuhi untuk setiap warga yang berangkat menunaikan ibadah haji yakni kesehatan. Sesuai Permenkes Nomor 15/2016, setiap jamaah haji harus melakukan pemeriksaan dan mendapat pembekalan menyangkut kesehatan lewat fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) di setiap kabupaten/kota. Untuk itu, Pemerintah Kota Gorontalo intens memfasilitasi warga yang masuk kuota pemberangkatan haji di setiap tahun melalui Manasik Terpadu Kesehatan. Nah, baru-baru ini, program tersebut kembali digelar oleh Pemkot Gorontalo bekerja sama dengan Kementrian Agama (Kemenag) untuk para calon jamaah haji musim haji 1438 H tahun 2018. Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid mengatakan, program manasik terpadu kesehatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi risiko perjalanan haji yang biasanya timbul dari faktor kesehatan. Karena itu para jamaah haji akan dibekali pengetahuan guna menjaga stamina dan kesehatannya sejak dini jauh sebelum melakukan perjalanan ibadah haji. “Ini sangat penting untuk menjadi perhatian para jamaah haji. Lewat pembekalan demikian jamaah haji bisa paham bagaimana merawat kesehatan tubuh sekaligus agar terhindar dari transmisi penyakit menular, “ujar Ismail dalam sambutannya saat membuka acara Manasik Terpadu Kesehatan tersebut di Aula Bantyaho Lo Yiladia Kota Gorontalo.Menurut Ismail, program manasik terpadu kesehatan ini merupakan bentuk support gorontalo terhadap para jamaah haji. Apalagi bidang religi masuk bagian program pemkot gorontalo. Setiap tahun agenda ini di gelar dan banyak berkontribusi bagi kesuksesan perjalanan haji para jamaah dari kota gorontalo. Dalam manasik terpadu kesehatan, para jamaah haji juga akan dilakukan pemeriksaan, mulai dari fisik, laboratorium, dan pemeriksaan kejiwaan. Ketika ditemukan ada gangguan kesehatan, para jamaah haji akan diberikan kesehatan. Selanjutnya, jamaah haji akan diberikan pembekalan khusus menyangkut metode menjaga kesehatan tubuh. Pembinaan ini akan dilakukan sampai di asrama haji. Rangkaian program ini lanjut Ismail, sangat berarti untuk diikuti oleh para jamaah haji. Sebab, dalam menunaikan ibadah haji, selain faktor ekonomi, kesehatan adalah bagian utama. Jika jamaah sakit saat sedang berada di tanah suci. Akan ada agenda ibadah haji yang tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Sebaliknya bila jamaah sehat, seluruh rangkaian ibadah bisa dilewati dengan khusyuk. “syarat kesehatan ini juga bukan saja untuk ketenangan ibadah, tapi sebelum berangkat haji para jamaah juga akan diperiksa. Kalau tidak memenuhi persyaratan, akan di pulangkan, “kata ismail. Dalam kesempatan itu, ismail juga turut mengimbau para calon jamaah haji kota gorontalo untuk memahami seluruh rangkaian ibadah haji sebelum berangkat ketanah suci. Semua rangkaian ibadah sudah harus dipelajari lebih dahulu dan di maknai dengan baik sehingga dapat mendorong terwujudnya ibadah yang berkualitas. “bila perlu banyak bertanya kepada orang orang yang memang mengerti dengan substansi ibadah haji. Ini penting supaya menjadi haji yang mabrur,” Kata Ismail.

 

Sumber: Gorontalo Post

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

49 Hari ini

1466 Kemarin

4823 Minggu ini

16725 Bulan ini

346286 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan