Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Dampak covid -19, Pemkot terapkan sistem e-learning bagi 32.000 siswa

Dampak covid -19, Pemkot terapkan sistem e-learning bagi 32.000 siswa
Dampak covid -19, Pemkot terapkan sistem e-learning bagi 32.000 siswa
  • Rabu, 25 Maret 2020 pukul 19:51
  • Administrator

GORONTALO - Mulai dari Selasa (24/03/20) sebanyak 32.000 siswa di Kota Gorontalo, dari jenjang pendidikan Paud, TK, SD hingga Sekolah Menengah Pertama, secara resmi menjalani aktivitas belajar di rumah.

Sebagaimanasurat edaran dari Kemendikbud RI, instruksi Pemerintah Provinsi Gorontalo, hasil keputusan rapat Fokopimda Diperluas dan Surat Edaran Wali Kota Gorontalo. Dalam rangka upaya pencegahan pandemi covid -19, khususnya di lingkup dunia pendidikan.

Menindaklanjuti hal tersebut, melalui rapat lintas sektor selasa 24/3, Walikota Gorontalo Marten Taha meminta, pihak Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dapat memanfaatkan sistem e-learning melalui daring (dalam jaringan) bagi siswa yang belajar di rumah.

Sistempembelajaran e-learning, menurut Marten sangat sejalan dgn program pemerintah kota Gorontalo dalam mewujudkan masyarakat yang smart. Terutama di era revolusi 4.0, menuntut semua kalangan dapat beradaptasi dengan kemajuan IT tersebut.

Meskidemikian, Pemkot akan melakukan pengawasan yg ketat kepada para siswa, agar kebijakan ini dapat dilaksanakan sesuai harapan pemerintah.

" Saya telah menginstruksikan dinas pendidikan bekerjasama dengan satpol PP membentuk tim khusus, melakukan pemantaun dan pengawasan para siswa, jangan sampai kebijakan ini disalah manfaatkan. Apalagi kalu kedapatan berada ditempat keramaian, seperti mall, wahana bermain dan sebagainya, " jelas Marten

Sebab, dari hasil pemantauan aparat kecamatan di beberapa tempat keramaian, seperti Mall, XXI Gorontalo dan sejumlah ruang publik, masih ditemukan anak-anak berstatus pelajar yang berkeliaran ditempat - tempat tersebut.

“Tim Khusus Pemantau siswa ini, guna memastikan selain melakukan pemantauan di tempat-tempat ruang publik, apakah ada siswa yang berkeliaran dan tidak belajar dirumah. Serta melakukan pengecekan di rumah-rumah siswa, dengan cara berkoordinasi dengan setiap lembaga pendidikan di Kota Gorontalo,” terang Marten.

Selainberdasarkan aturan yang jelas, pemberlakuan bagi siswa untuk belajar di rumah ini, demi kesehatan siswa dan orang tua mereka agar tidak terinfeksi wabah Covid-19. Sehingga sangat dibutuhkan partisipasi dan dukungan masyarakat khususnya orang tua siswa, atas kegiatan dan kebijakan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Dari laporan yang disampaikan oleh pelaksana tugas Kepala Diknas Kota Gorontalo Deddy Kadullah, bahwa di wilayah Kota Gorontalo, rata-rata orang tua mengawasi ketat anaknya dlam proses belajar di rumah. Namun meski demikian, kami pun harus memantau apakah semua orang tua siswa sudah melakukan hal itu atau tidak,” tutup Marten.

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

272 Hari ini

1032 Kemarin

5634 Minggu ini

26072 Bulan ini

643958 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan