Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Dikes Kota Perangi Campak dan Rubela

Dikes Kota Perangi Campak dan Rubela
  • Rabu, 4 Juli 2018 pukul 14:33
  • Grisselda Rafael Gobel

Pelaksanaan immunisasi measles (campak)-rubella (MR) di Kota Gorontalo akan digelar secara masal selama dua bulan (Agustus-September 2018). Untuk itu, Pemerintah dapat membawa anak-anak mereka setiap tempat imunisasi MR mengingat imunisasi MR penting bagi setiap anak agar dapat terbebas dari penularan dua penyakit tersebut. Dukungan dari seluruh stekholder, terutama para warga yang memeiliki aak wajib di imunisasi sangat kita perlukan sehingga program ini bias sukses dan cakupan imunisasi MR di Kota Gorontalo bias optimal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Nur Albar, kemarin (1/7). Nur menyampaikan, sebelum ini, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo sudah menggelar rapat dengan lintas sektor untuk menyampaikan bahwa aka nada imunisasi MR di Kota Grorontalo. Imunisasi MR dikhususkan bagi bayi usia 9 bulan sampai remaja 15 tahun. Total cakupan imunisasi untuk Kota Gororntalo lebih dari 50 ribu anak. “Untuk logistiknya, seluruhnya akan disiapkan oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya. Selain imunisasi MR, Nur juga mengatakan, hal penting yang perlu jadi perhatian seluruh warga adalah potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Di tengah cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, ada kecenderungan peningkatan kasus DBD di Kota Gorontalo terutama di Kota Selatan dan Kota Tengah. Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh warga agar dapat meningkatkan kewaspadaan dini terhadap DBD. Apalagi DBD termasuk kategori penyakit berpotensi wabah, selain Chikungunya. “Sekarang ini, kadang kadang hujan, kadang kadang panas. Jadi DBD perlu diwaspadai. Kita juga mengharapkan bantuan Camat dan Lurah untuk menjaga tertorialnya masing-masing,” jelasnya. Sejauh ini, lanjut Nur, pihaknya pun terus aktif mendorong warga untuk membudayakan gerakan bersih-bersih lingkungan. Paling minimal seminggu sekali. Hal ini menurut Nur adalah langkah yang tepat untuk mengelminir penyakit DBD. “DBD itu dipicu nyamuk aedes agepty. Jadi harus ada upaya pemberantasan serang nyamuk (PSN). Cara yang paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3 m plus,”ujar Nur

 

Sumber: Radar

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

305 Hari ini

595 Kemarin

3444 Minggu ini

51444 Bulan ini

442604 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan