Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Indikator Kesehatan Kian Membaik

Indikator Kesehatan Kian Membaik
  • Rabu, 9 Januari 2019 pukul 14:40
  • Susanti Dahlan, S.Ip

Angka kematian ibu,bayi dan balita di Kota Gorontalo selang tahun 2018 menunjukan penurunan di banding tahun sebelumnya. Masalah gizi buruk pun demikian, tidak lebih dari 1 persen. Sejumlah program kesehatan yang di gulirkan pemerintah Kota Gorontalo membuat indikator kesehatan kian membaik. Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Nur Albar menjelaskan, pelayanan prima yang diikuti gencarnya edukasi kesehatan terhadap masyarakat menjadi kunci keberhasilan program kesehatan. Langkah cepat dari semua petugas di fasilitas layanan kesehatan ( Fasyankes ), baik puskesmas maupun rumah sakit juga turut berkontribusi . “semua program berjalan lancar selama tahun 2018 kemarin. Kita berupaya maksimal menyenggarakan pelayanan kesehatan dan berhasil mencapai target,” ujar nur ketika diwawancarai di ruang kerja, senin (7/1). Ada 9 indikator kesehatan yang berusaha di capai dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita termasuk di antaranya. Hasil evaluasi menunjukan, kasus kematian ibu di tahun 2018 terdapat 5 kasus dari jumlah 4.164 ibu yang melahirkan di tahun itu,. Angka ini melampaui target bila di konversi dan di sandingkan target yang di patok dalam RPJMD untuk tahun 2018, yakni 120 kasus per 100.000 ibu melahirkan. Angka ini juga menurun bila di bandingkan tahun 2017, dimana terdapat 7 kasus kematian dari jumlah 3.909 ibu yang melahirkan. Sama halnya dengan itu angka kematian bayi pun demikian. Tahun 2018 sebesar 6,4 per 1.000 kelahiran dari target 10 per 1.000 kelahiran. Sendangkan angka kematian balita, terdapat 7,4 per 1.000 kelahiran dari target 12 per 1.000 kelahiran. Nur mengatakan, capaian berdasarkan RPJMD bisa di penuhi, tetapi perubahan positif terkait kasus kematian ibu, bayi dan balita harus di upayakan lebih di minimamlisir. Pendampingan terhadap kaum ibu perlu dimaksimalkan, termasuk kecepatan rujukan dari puskesmas sampai ke rumah sakit. Selain angka kematian ibu, bayi dan balita, indikator lainya yang menunjukan keberhasilan program keehatan dapat diukur dari prevelensi gizi buruk. Persoalan gizi buruk di tahun 2018 hanya sekitar 0,81 persen. Survey yang di gelar dengan 483 sampling, hanya di temukan 4 kasus di tahun 2018. Indikator selanjutnya yakni prosentase penduduk yang mendapatkan jaminan kesehatan. Sejauh ini cakupan jaminan kesehatan di Kota Gorontalo sudah mencapai 97,8 persen. Bahkan Kota Gorontalo meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) JKN-KIS dari pihak BPJS. Untuk indikator untuk penguatan mutu dan pelayanan kesehatan, pada tahun 2018 kemarin, rata-rata puskesmas juga sudah di diakreditasi. Sementara itu, terkait penanggulangan kasus penyakit menular, hingga tahun 2018 sudah ditemukan 603 kasus TBC baru, 8 kasus HIV dan 8 kasus AIDS. Temuan itu akan memberi kemudahan bagi petuga kesehatan untuk mengambil langkah pengobatan dan edukasi sehingga kedepan di harapkan kasus-kasus demikian bisa dieliminasi dari Kota Gorontalo. Nur menyatakan pada tahun 2019 ini,beberapa hal yang akan di lakukan pihaknya sebagai keberlanjutan program antara lain peningkatan sarana-prasarana kesehatan, peningkatan kapasitas aparatur serta mengencerkan program promosi kesehatan. Selian itu upaya memperkuat standarisasi pelayanan, perbaikan gizi dan optimalisasi penanggulangan dan pencegahan penyakit menular juga menjadi prioritas. Program-program ini akan kita laksanakan di tahun ini dan tentunya butuh dukungan dan kerja sama semua pihak. Pastinya kita berharap, semakin kedepan, kualitas kesehatan masyarakat Kota Gorontalo akan lebih baik lagi,”ujarnya.

 

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

352 Hari ini

595 Kemarin

3491 Minggu ini

51491 Bulan ini

442651 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan