Rabu, 25 April 2018

KOTA (RADAR)-Plt. Walikota Gorontalo menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama penyiapan sumber daya manusia (SDM) dibidang pengembangan perhubungan darah dengan pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kementrian Perhubungan (kemenhub) RI. Menyusun terjalinnya kerja sama ini, setiap tahun Kemenhub memberikan jatah sebanyak 20 orang dari masyarakat Gorontalo bias bersekolah disekolah tinggi transportasi darat (STTD). STTD merupakan perguruan tinggi di lingkungan Kemenhub yang menyelenggarakan pendidikan yang berbasis vokasi dan akademik dalam bidang transportasi darat. Perguruan Tinggi ini pertama kali didirikan dengan nama Akademi Lalulintas (ALL) dn diresmikan oleh presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tanggal 8 September 1951. Namun, selanjutnya, ALL berhenti beroperasi. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalulintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kopleksitas permasalahan lalulintas jalan lahirlah gagasan untuk mengaktifkan kembali akademik lalulintas yang kemudian diubah namanya menjadi STTD. Penandatanganan kerjasama antara Pemkot, Pemprov dan Kemenhub RI. Berlangsung dalam rapat koordinasi (Rakor) pola pembibitan SDM Perhubungan Darat STTD agenda tersebut berlangsung selama dua hari, Senin (12/3) s/d Selasa, (13/3) si Hotel The Westin Resort, Nusa Dua, Provinsi Bali. Budi Doku menjelaskan, kerja sama yang dibuat Pemkot, Pemprov, dan Kemenhub ini sangat penting mengingat masalah seputar lalulintas darat masih menjadi problem di seluruh daerah di tanah air, termasuk di Kota Grontalo. Saat ini cukup banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang sering ditemui, begitu juga bnyak pengendara kendaraan bermotor yang kerap melanggar aturan-aturan lalu lintas di jalan. Karena itu diperlukan SDM yang ahli dan menguasai regulasi untuk mengatur tata tertib lalu lintas dan perhubungan darat masalah seputar pelanggaran-pelanggaran berlalu lintas dapat diminimasisir dengan cara yang tepat “untuk mencari orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang ini, maka harus ada anak-anak yang kita didik khusus untuk memahami persoalan dibidang lalu lintas dan perhubungan darat”, terang Budi Doku. Lebih lanjut disampaikan Budi Doku, sebagai implementasinya dalam kaitannya dengan keja sama tersebut, Pemkot Gorontalo akan mendorong anak-anak yang berstatus sebagai penduduk kota Gorontalo agar ikut seleksi STTD. Sebagaimana Persyaratan,merka yang bisa masuk STTD minimal lulusan SMA dengan batas maksimal usia 23 tahun “Jatah untuk Gorontalo sekitar 20 orang. Dalam waktu dekat ini, tesnya akan di gelar secara terbuka oleh BKN dan Menpan,” Jelas Budi. Budi menerangkan , seperti halnya alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mereka yang lulus dari STTPD sudah terjamin masuk menjadi pegawai di lingkungan pemerintahan. Tugasnya nanti, mereka akan di tempatkan di terminal bus, jembatan penyebrangan, juga di setiap jalan. “soal biaya mereka akan dibiayayi olehpemerintah, setelah lulus, mereka akan jadi pegawai di instansi kita,” pungkas Budi Doku.(hms)