Senin, 25 Juni 2018

Semarak Hari Ulang Tahun Kota Gorontalo ke 290 begitu terasa. Seluruh elemen ambil bagian dalam momen tahunan ini. Tak terkecuali DPRD Kota Gorontalo. DPRD Kota Gorontalo menggelar pameran dan kontes burung berkicau yang berlangsung di halaman DPRD Kota Gorontalo. Lomba yang diikuti oleh para pecinta burung atau kicau mania yang ada di Sulawesi, baik dari Manado, Sulawesi Tengah hingga tuan rumah Gorontalo membawa nuansa kebahagian sekaligus mempererat silaturrahmi antara komunitas pencinta burung di Sulawesi. Bahkan jurinya pun diambil dari juri yang sangat professional. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Gorontalo dr. Charles Budi Doku bahwa dirinya mengapresiasi langkah DPRD Kota Gorontalo yang sudah berinisiatif untuk memeriahkan HUT Kota Gorontalo yang ke 290 dengan melaksanakan lomba burung berkicau, tingkat Sulawesi. “Kami atas nama Pemerintah Kota Gorontalo mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh DPRD terutama Kicau Burung Gorontalo. Kegiatan ini sangat luar biasa. Karena kita ketahui bersama yang dikatakan kota maju bukan hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi ataupun pembangunan. Tapi kota maju sekarang ini adalah kota yang di warga masyarakatnya berbahagia, “ucap Budi Doku. Dengan sudah terbangunnya infrastruktur, membuat pemerintah bias berfokus ke berbagai hal yang membawa dampak positif lainnya bagi masyarakat Kota Gorontalo seperti kebersihan dan keamanan. “Dan yang paling di sini adalah pelayanan public. Salah satunya kegiatan olahraga dan seni seperti pameran burung ini. Dan kami dengan Ketua DPRD dan unsure pemerintah lain akan meninjau beberapa lokasi untuk kita buatkan teapo untuk kicau burung dan akan kita meminta bantuan dari beberapa stakeholder untuk pengadaan tempatnya, “jelas Budi. Adapun lokasi yang akan dibuatkan tempat perkumpulnya para pencinta burung berkicau ini diantaranya, taman kota atau lokasi yang sementara ini dibenahi oleh Balai sungai yang berada di sepanjang sungai Bolango, Siendeng. “Alasan kenapa mengapresiasi kegiatan kicau burung ini, karena di abad 20 dan 21 ini ada 3 isu besar, pertama HAM, kedua demokrasi, dan ketiga lingkungan. Lingkungan sudah menjadi isu dunia. Sehingga kita harus bersama-sama melestarikan keberadaan burung seperti ini, “papar Budi. Kegiatan inipun terintegrasi dengan HUT Kota ke-290. “Saya juga meminta kepada komunitas-komunitas pecinta burung untuk menginventaris siapa-siapa saja warga masyarakat yang punya burung di rumah. Kita akan wadahi dan kita akan buat kegiatan seperti ini secara rutin. Kami pemerintah sangat mensupport kegiatan seperti ini untuk kebahagiaan masyarakat itu sendiri, “tandas Budi. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo mengatakan bertujuan kegiatan tersebut untuk memeriahkan HUT Kota Gorontalo, serta merangkul para pecinta burung yang ada di Gorontalo maupun Sulawesi. “Kita juga melihat bahwa Burung itu juga harus kitalestarikan mendengar kicauannya saja kita tidak akan stress. Untuk itu kita di DPRD Kota Gorontalo melaksanakan kegiatan lomba burung berkicau ini, “ungkap Fedriyanto Koniyo. “Kita lihat saja, selain pesrta, banyak juga masyarakat yang sangat atusias dating di DPRD Kota Gorontalo umtuk menyaksikan lomba burung berkicau ini. Memang di tahun politik banyak ketegangan yang timbul, tapi itu bukan alasan kita untuk menjadi pecah. Untuk itu kita memberikan hiburan tersendiri kepada masyarakat dengan lomba burung berkicau ini, “tandas Fedriyanto