Senin, 25 Juni 2018

Memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kecamatan, yang lebih tahu akan kondisi masyarakatnya. Terlebih mereka masyarakat yang kurang mampu, yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah setempat. Seperti dilakukan Kecamatan Kota Timur, yang memperjuangkan kesejahteraan 667 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Mendapatkan penyaluran bantuan Beras Sejahtera (Rastra), yang diberikan setiap satu RTS sebanyak 15Kg. “Jika dari total jumlah RTS sebanyak 667 penerima, ada sekitar 10 ribu kg rastra yang kami salurkan setiap bulannya, “ujar Camat Kota Timur Eladona Oktamina Sidiki, S. STP, M. Si. Sebelumnya di awal tahun ini pada dua bulan terakhir, yakni Bulan Januari hingga Februari kemarin, penyaluran bantuan tersebut berjalan dengan baik. Bahkan bantuan beras tersebut dalam kondisi baik serta sehat, karena penyalurannya tepat waktu. “Dalam proses penyaluran bantuan seperti ini, peran masing-masing kelurahan memang sangat penting. Nah, di wilayah Kota Timur ini, ketika bantuan sudah didatangkan oleh pihak Bulog Gorontalo, secara inisiatif langsung disalurkan oleh masing-masing kelurahan, pada RTS, “jelasnya. Kemudian mengenai penyaluran bantuan ini tambah Eladona, dalam bentuk manual hanya berlaku sampai pada Bulan Juni. Karena sesuai aturan dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), sebagai pengelolanya menjelaskan. Bahwa, mulai pada Bulan Juli tahun ini, proses penyaluran bantuan tersebut sudah menggunakan non tunai. Dimana setiap RTS akan diberikan kartu elektronik, yang berisikan saldo bantuan sebesar Rp 110 Ribu. Untuk digunakan di salah satu warung, yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo, sebagai wadah penggunaan kartu bantuan itu yang disebut e-Warung. “Tim dari instansi terkait saat ini sudah melakukan Verifikasi dan falidasi data penerima bantuan. Jika tim menemukan masyarakat yang tak sesuai dengan ketentuan, maka akan dibahas dalam forum. Seperti warga yang tak terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT), mereka yang sudah pindah tempat tinggal dan meninggal dunia. Hal ini menjadi acuannya, karena sesuai dengan aturan yang ada, yang bias mendapatkan bantuan tersebut, mereka yang termasuk dalam BDT. Untuk upaya pengusulannya, telah kami lakukan. Hanya saja, kami terkadangnya menemukan kendala dilapangan. Yakni menemukan warga sasaran tidak berada di tempat, atau sedang menjalankan aktivitas mereka. Baik berdagang atau taksi angkutan umum. Kendala lain adalah, data yang ganda, “tutur Eladona.

 

 

 

Sumber Radar