Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Marten : Guru dan Murid, Ujung Tombak Dunia Pendidikan

Marten : Guru dan Murid, Ujung Tombak Dunia Pendidikan
  • Senin, 26 November 2018 pukul 14:15
  • sheilla

“Ujung pena guru, terdapat masa depan pelajar. Goresan angka nilai yang dituliskan guru, kelak kemudian menjawab semua perjuangan yang dilakukan pelajar. Guru dan murid, adalah ujung tombak dunia pendidikan. Kata Walikota Gorontalo A Taha. Sedikit menggambarkan dinamika dunia pendidikan dahulu dengan sekarang, menurut orang nomor satu di Kota Gorontalo itu, sudah sangat jauh berbeda. Tradisi mencium tangan guru ketika tiba dan pulang sekolah, salah satu contoh, yang menurutnya jarang diterapkan. Padahal, itu sangat mendidik kepada murid, serta mempererat silaturahmi antara guru dengan murid. Kalau sekarang, yang terlohat hanyalah tingkah laku murid yang tidak pantas terhadap guru, yang diakibatkan oleh pergaulan bebas. Yang terpaksa dilakukan oknum guru, karena tidak menerima perlakuan murid. Hal-hal seperti inilah kata Marten, yang patut dijadikan pembelajaran serta evaluasi, baik itu terhadap murid, guru, lembaga pendidikan serta kependidikan. Momen hari guru tahun ini, harus dijadikan sebagai landasan bagi semua pihak, mulai dari pemerintah, dinas terkait, sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Guna menjawab cita-cita siswa, yang masih bergantung pada ujung pena guru. “Jika siswa itu rajin masuk sekolah dan mengikuti semua pelajaran yang diberikan guru, maka pantas ia mendapatkan nilai terbaik. Demikian pula sebaiknya, “terang Marten. Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, khususnya dalam meningkatkan dunia pendidikan Kota Gorontalo, terus dipacu. Seperti melalui peningkatan kapasitas pengawas dan kepala sekolah, serta peningkatan minat bakat siswa melalui program kegiatan lomba. Tujuan dari kegiatan tersebut kata Marten, tidak lain adalah menjadikan guru dan siswa di Kota Gorontalo, sebagai objek serta ujung tombak dalam meningkatkan dunia pendidikan di Kota Gorontalo. “Seperti siswa yang memiliki daya saing tinggi. Ini yang harus kita jaga. Dan beberapa dampak positif dari upaya kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo, diantaranya. Sampai dengan saat ini Kota Gorontalo menduduki peringkat atas sebagai pemilik kelulusan siswa terbanyak dengan nilai tinggi. Temasuk belum lama ini Kota Gorontalo menjuarai lomba Marcing band di tingkat Nasional, yang dipusatkan di Makassar, “jelas Marten. Berupaya mendorong kemajuan dunia pendidikan karena menyadari urgensinya kualitas sumber daya manusia dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Ikhtiar ini secara konsisten dilakukan dan dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan signifikan. Sebelumnya, Pemkot Gorontalo telah mengeluarkan kebijakan perluasan akses dengan membelakukam pendidikan gratis. Upaya itu kemudian diikuti dengan perbaikan tata kelola di semua jenjang pendidikan baik TK/PAUD, SD dan SMA. Setelah semua itu tercapai, kini Pemkot berkosentrasi penuh pada peningkatan mutu pendidikan. Walikota Gorontalo Marten Taha menyampaikan hal tersebut saat memberi materi pada Workshop Penguatan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam Manajemen Pendidikan di Gedung Banthayo Lo Yiladia, Kota Gorontalo, baru-baru ini. Workshop tersebut dihadiri oleh Ketua PB. PGRI Prof. Dr. Supardi, jajaran Diknas, para kepala sekolah guru dan komite sekolah se-Kota Gorontalo. “Pembangunan daerah ditentukan oleh kualitas manusianya. Dalam membangun manusia tidak ada cara lain selain melalui pendidikan. Jadi pendidikan itu sangat penting dan strategis sehingga itu kita memprioritaskannya, “ujar Marten. Dalam pelaksanaan pendidikan lanjut Marten, Pemkot Gorontalo sangat memperhatikan persoalan mutu. Tetapi, mustahil tercipta mutu pendidikan jika tata kelola pendidikan tidak diperbaiki. Untuk itu pula, langkah perbaikan tata kelola pendidikan tidak diperbaiki. Untuk itu pula, langkah perbaikan tata kelola pendidikan dilakukan lebih awal setelah sebelumnya pula Pemkot Gorontalo berhasil memperluas akses pendidikan ini antara lain terekspresikan dari indicator APM/APK Kota Gorontalo yang terus meningkat. Selanjutnya, setelah berhasil memperbaiki tata kelola, Pemkot Gorontalo fokus pada persoalan mutu. Sebagai implementasinya seluruh tenaga pengajar diberikan pelatihan agar profesionalitasnya lebih meningkat. Langkah ini pun setahap demi setahap mulai membuahkan hasil. Hal itu dibuktikan antar lain dengan kualitas lulusan dari sekolah-sekolah di Kota Gorontalo dan Kota Gorontalo banyak meraih penghargaan di bidang pendidikan yang diberikan pemerintah pusat. Marten menegaskan, sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo., Kota Gorontalo tidak boleh terkebelakang dalam sektpr pendidikan. Sebab, Kota Gorontalo memegang peran penting sebagai pusat perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Jika pendidikan baik, maka kualitas manusia akan meningkat, pertumbuhan ekonomi menjadi lebih bagus. Oleh karena itu dapat dikatakan pendidikan sebagai sentral pembangunan. Sejauh ini pula, keberhasilan pendidikan di Kota Gorontalo berjalan searah dengan perbaikan di sektor-sektor terkait. Sektor kesehatan misalnya menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rata-rata angka harapan hidup masyarakat Kota Gorontalo kini mencapai 71 tahun. Begitu juga angka kemiskinan tinggal 5,7 persen. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 mencapai 7,95. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkatkan menjadi 76,09. Untuk itu pula, Marten berharap agar keberhasilan ini makin ditingkatkan. Dia juga meminta seluruh pendidikan dan tenaga pendidikan untuk terus memperhatikan proses pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal atau lokal wisdom. Anak didik harus terus diasah sehingga melahirkan generasi berprestasi yang diharapkan bisa menjadi pelanjut tongkat estafet pembangunan Kota Gorontalo di masa mendatang.

 

Sumber: Rakyat Gorontalo

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

250 Hari ini

679 Kemarin

4566 Minggu ini

17714 Bulan ini

204897 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan