Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Menyamai Generasi dengan Semangat Literasi

Menyamai Generasi dengan Semangat Literasi
  • Selasa, 24 April 2018 pukul 13:00
  • Grisselda Rafael Gobel

Langkah demi langkah terus dibuat oleh Pemerintah Kota Gorontalo dalam menumbuhkan semangat literasi bagi anak didik. Berbagai program literasi yang digulirkan menunjukkan energy dan keinginan yang besar untuk menyamai pengetahuan anak didik sehingga menjadi generasi berprestasi yang mampu member kontribusi besar bagi daerah. Hal itu seperti terlihat dalam pelaksanaan Lomba Bercerita tingkat Kota Gorontalo di Grand Q Hotel. Program ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo untuk merangsang minat baca anak didik sekaligus bentuk pelestarian dongeng dan cerita rakyat nusantara. “Lewat wadah demikian, kita berharap dapat membentuk minset anak didik agar menjadi cinta membaca dan mampu menghayati cerita-cerita rakyat yang banyak berisi pesan-pesan moral dan budi pekerti, “kata Kadis Perpustakaan dan Kerasipan Kota Gorontalo Jusuf Jassin. Lomba bercerita mengikutsertakan para siswa/siswi kelas IV dan VI SD/MI se-Kota Gorontalo. Semenjak dimulainya acara pada pagi hari, para anak didik yang menjadi peserta Nampak antusias dan sumringah. Apalagi, mereka hadir didampingi oleh orang tua masing-masing. Sebelum masuk lomba, agenda tersebut terlebih dahulu dibuka oleh Plt. Walikota Gorontalo Charles Budi Doku. Dalam sambutannya, Budi Doku menjelaskan, upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca dan mencintai ilmu pengetahuan sudah harus ditanamkan sejak anak masih kecil. Hal ini semakin penting untuk dilakukan apalagi di tengah situasi zaman, dimana tidak sedikit anak didik yang terkontaminasi pengaruh nagatif teknologi dan budaya modern. Jika anak tidak dibekali dengan pengetahuan dan pengenalan budaya moral dikhwatirkan bisa terjangkit faham yang disebut post modernism. Menurut Budi faham itu, cukup berbahaya bagi anak didik karena mengajarkan gaya hidup yang serba instan. “Jika anak-anak dari sejak kecil hanya suka dengan hal-hal instan. Mereka tidak lagi punya semangat berproses. Lama-lama berpengaruh dalam cara mereka dalam berprilaku. Mereka tidak lagi mengenal sopan santun, tata krama, dan awam dengan ilmu pengetahuan, “kata Budi. Selain itu lanjut Budi, fakta penyebaran faham ini juga ditunjung oleh kemajuan teknologi yang semakin massif. Semua informasi dari berbagai belahan dunia dapat dengan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak yang sudah akrab dengan smartphone dan gadget. Infromasi enatah yang bernilai baik atau buruk tidak terkontrol dan pada saat yang sama setiap warga tidak punya perangkat selektif untuk memastikan mana informasi benar dan mana informasi yang hoax. “Makanya daripada dekat dengan smartphone, lebih baik anak-anak kita dekatkan dengan buku. Kalau dari buku informasi bermutu dan tersertifikasi, karena ditulis oleh orang-orang berpengatahuan dan telah melalui proses seleksi oleh Negara, “ujar Budi. Untuk itu, melalui lomba bercertita ini,Budi mengharapkan agar anak-anak di Kota Gorontalo lebih dekat dengan buku serta tumbuh semangat untuk giat dan gemar membaca. Dengan jalan membaca anak-anak bisa memiliki bekal pengetahuan yang lebih luas sebagai modal baginya untuk menjawab tantangan zaman di masa mendatang.

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

33 Hari ini

1466 Kemarin

4807 Minggu ini

16709 Bulan ini

346270 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan