Senin, 25 Juni 2018

Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo belum lama ini mengikuti rapat koordinasi Penanggulangan Gangguan Reproduksi dan Optimalisasi Reproduksi Sapid an Kerbau, di Jakarta. Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo Madjid Rasyid bahwa Kota Gorontalo mendapatkan target untuk penanganan gangguan reproduksi tersebut sebanyak 50 ekor sapi. Sebab di Kota Gorontalo ada beberapa sapi yang tidak pernah beranak atau tidak produktif lagi. “Sehingga kami diminta untuk menangani itu untuk memberikan pelayanan dan penanganan gangguan reproduksi, agar sapi tersebut bisa kembali normal dan bias produktif lagi, “ucapnya Selanjutnya jika hal itu berjalan baik, maka akan diadakan optimalisasi reproduksi. “Jika sapi tersebut sudah bias sembuh dari penanganan gangguan reproduksi, maka akan kami berikan sapi itu hormon supaya cepat bunting serta bisa melahirkan. Tujuannya agar adanya peningkatan populasi ternak sapi di Kota Gorontalo, “terangnya . Menurut Madjid Rasyid untuk mengidentifikasi sapi yang sudah tidak produktif lagi. Pihaknya akan turun langsung ke kelurahan-kelurahan, khususnya di masing-masing kelompok ternak dan memeriksa sapi betina produktif. “Nanti ada tim yang turun. Di dalamnya ada dokter hewan, perawat hewannya. Jika terdapat sapi yang masih produktif tapi tidak lagi bunting atau ternak. Maka kita melakukan upaya pengobatan. Jika sudah selesai maka upaya selanjutnya kita lakukan seperti apa yang saya sampaikan tadi, “tandasnya

 

 

 

Sumber: Gorontalo post