KOTA GORONTALO – Upaya untuk membangun ketahanan keluarga dan mewujudkan perlidungan terhadap perempuan dan anak terus diperkuat. Langkah itu antara lain direalisasikan melalui pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Pembentukan Puspaga mulai disosialisasikan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKB-P3A) Kota Gorontalo di Grand Q Hotel Gorontalo, Kamis (4/4/2019). Agenda tersebut dihadiri oleh SKPD terkait serta unsur tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kota Gorontalo.

Saat membuka agenda tersebut, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid menyatakan, eksistensi Puspaga penting untuk membantu keluarga dalam menghadapi beragam fenomena dan persoalan sosial. kehadiran puspaga dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Puspaga merupakan pusat layanan keluarga one stop service integrative. ini menjadi wadah pendampingan keluarga agar mampu memecahkan permasalahan kekerasan,” ujar ismail.

Ismail menyampaikan pula, pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga. pengasuhan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak.

“Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan beresiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya,” ujarnya.

Ismail Madjid berharap Puspaga dapat memberikan layanan yang paripurna dengan menghadirkan layanan konsultasi kaum perempuan, edukasi konseling dan pencegahan berbagai permasalahan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta informasi pemberdayaan perempuan.

Agar masayarakat tertarik denga pusat layanan ini, Ia mengatakan, Puspaga bisa dibuat seperti ruang keluarga yang nyaman dan dilengkapi dengan ruang bermain anak sehingga seluruh keluarga akan tertarik untuk berkunjung ke puspaga.

“Pada gilirannya nanti kita harapkan puspaga bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan keluarga yang ingin mencari solusi bagi masalah keluarga,” ujarnya.

Kepala DPPKB-P3A Kota Gorontalo Nulika Melati mengatakan, Puspaga adalah program yang diarahkan untuk membangun pemahaman serta sikap dan perilaku masyarakat tentang pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk mewujudkan hal itu, pelaksanaan Puspaga melibatkan anak, orang tua, wali serta calon orang tua khususnya remaja dan dewasa yang sebentar lagi akan membentuk keluarga.

Pembelajaran di puspaga akan dilakukan oleh tenaga profesi melalui peningkatan kapasitas orang tua/ keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak. “ini untuk menciptakan kasih sayang, kelekatan, keselamatan dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran,” ujarnya. (dhn)