Senin, 25 Juni 2018

Piala Adipura tak hanya sekedar seremonial, dari pemberi anugerah penghargaan oleh Pemerintah Pusat. Namun memiliki kesan dan pesan penting, terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, untuk terus mempertahankan dan meningkatkan program kegiatan dibidang lingkungan. Memiliki target empat kali atau Quatrick meraih piala bergengsi tersebut, bukan suatu hal yang main-main bagi Pemkot Gorontalo, untuk mencapainya. Partisipasi masyarakat, dukungan dari semua unsure dan keseriusan melaksanakan program tersebut, adalah cara yang tepat menjawab cita-cita daerah. Hal ini seperti diungkapkan Kadis DLH Kota Gorontalo Junaedi K. Demak. Dirinya menjelaskan, program kerja bidang lingkungan yang telah sekian lama, dilaksanakan instansi itu. Bukan karena adanya penilaian dari tim pusat Adipura, namun sudah menjadi komitmen dan tanggungjawabnya, sebagai bagian dari Pemkot Gorontalo. “Persiapan P2 terus dimaksimalkan. Di Provinsi Gorontalop sendiri ada beberapa wilayah yang masuk dalam penilaian P2. Diantaranya Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo serta Kota Gorontalo. Saat ini Kota Gorontalo sudah masuk pada titik penilaian akhir. Diharapkan partisipasi masyarakat. Itu yang terpenting. Semua elemen juga terlibat. Termasuk di dalamnya instansi pemerintah dan swasta. Dengan cara mengurangi volume sampah. Artinya jika membuang sampah hendaknya dilakukan pada jam-jam yang sudah ditentukan. Yaitu di malam hari atau sebelum pukul 06.00 pagi. Sehingga di pagi hari semua sampah sudah terangkut oleh petugas dan tidak ada lagi tumpukan sampah. Jangan membuang sampah setelah selesai jam angkut sampah pukul 06.00 pagi atau di siang hari, “ujar Junaedi

 

 

 

Sumber: Radar