Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Realisasi Program Kotaku 2018 Capai 68,9 Persen

Realisasi Program Kotaku 2018 Capai 68,9 Persen
Realisasi Program Kotaku 2018 Capai 68,9 Persen
  • Kamis, 17 Januari 2019 pukul 11:55
  • Grisselda Rafael Gobel

KOTA GORONTALO- Pelaksanaan program Kotaku di Kota Gorontalo menunjukkan progres positif. Hasil evaluasi tahun 2018 menunjukkan pengurangan kawasan kumuh sebesar 68,9 persen. Capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan di tahun 2018 yaitu sebesar 60 persen.

“Alhamdulillah hasil pleno tahun 2018 berada di posisi 69,8 persen. Jadi kita bisa melampau 9 persen dari target 60 persen di tahun 2018,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Gorontalo, Meidy N. Silangen.

Program Kotaku merupakan upaya strategis Derektorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program yang mengusung platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat itu diarahkan untuk mendukung gerakan 100-0-100, yaitu100 persen akses air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen sanitasi.

Sebelumnya, luas kawasan kumuh di Kota Gorontalo pada awal tahun 2017 seluas 191 Hektar. Luas kawasan kumuh tersebut kemudian diintervensi melalaui Bantuan Investasi Daerah (BDI) Program Kotaku skala lingkungan. Program ini menyasar empat kelurahan yaitu Kelurahan Biawao, Limba B, Siendeng dan Ipilo. Hasilinya, diakhir tahun 2017 luas kawasan yang tertangani seluas 36,6 Hektar.

Selanjutnya pada tahun 2018, BDI program Kotaku kembali menyasar skala lingkungan. Kali ini, sebanyak 12 kelurahan diintervensi lewat program tersebut. 12 Kelurahan itu masing-masing kelurahan Biawao, Biawu, Limba B, Limba U1 di Kecamatan Kota Selatan. Kelurahan Donggala, Pohe, Siendeng, Tanjung Kramat dan Pohe di Kecamatan Hulonthalangi. Kelurahan Heledulaa Utara serta Ipilo di Kecamatan Kota Timur serta Kelurahan Kelurahan Botu dan Bugis di Kecamatan Dumbo Raya. Hasilnya, luas kawasan kumuh yang tertangani seluas 96,5 persen.

“Kita bersyukur. Hingga tahun 2018 bisa menangani kawasan kumuh seluas 133,1 Hektar. Sisanya 58 Hektar akan dimaksimalkan di tahun 2018. Tentunya yang kita intervensi adalah kawasan kumuh dengan kategori berat dan sedang,” ujar Meydi.

BDI program Kotaku saat ini sudah menyelesaikan pekerjaan skala lingkungan, Selanjutnya akan masuk skala kawasan.

Untuk skala kawasan, tahap pertama akan dimulai di kompleks Labejer Kelurahan Limba B. Rencananya, lelang skala kawasan Labejer akan dilaksanakan pada bulan februari.
Untuk itu, lanjut Meydi, Pokja Kotaku saat ini sementara menyiapkan berbagai persyartaran adminstrasi yang dibutuhkan. Pada tahun ini pula, Pokja akan mengusulkan ke Kementerian PUPR tambahan satu kawasan lagi.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada beberapa lokasi yang akan dideliniasi masuk skala kawasan. Hanya saja, untuk bisa masuk pada skala kawasan harus memenuhi ketentuan yang dipersyaratan Kementerian PUPR RI, diantaranya luas kawasan harus lebih dari 15 Hektar. (shn)

sumber:humas.gorontalokota.go.id

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

351 Hari ini

595 Kemarin

3490 Minggu ini

51490 Bulan ini

442650 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan