Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Ryan : Pertanian Adalah Penarik Pertumbuhan Industri

Ryan : Pertanian Adalah Penarik Pertumbuhan Industri
Ryan : Pertanian Adalah Penarik Pertumbuhan Industri
  • Rabu, 13 November 2019 pukul 09:30
  • Rizky Aristian Bau

Sektor Pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis, dalam pembangunan nasional maupun regional. Peranannya tidak hanya terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penarik bagi pertumbuhan industri hulu dan pendorong pertumbuhan industri hilir, yang kontribusinya cukup besar pada pertumbuhan ekonomi.

Demikian kata Wakil Walikota Gorontalo Ryan F. Kono, ketika menyampaikan sambutan kegiatan penanaman padi di kelompok Tani Pangimbatiyo Kelurahan Dulomo Utara, Kecamatan Kota Utara yang dirangkaikan dengan pengukuhan kelompok tani serta Farmer Field Day (Hari Temu Lapangan petani) Rabu (13/11/19).

Selain itu Ia katakan, sub sektor pertanian juga berperan penting dalam penyediaan lapangan kerja, penuntasan kemiskinan dan memelihara nilai-nilai sosial di pedesaan serta pelestarian lingkungan. Pembangunan pertanian pada hakekatnya, adalah rangkaian upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong tercapainya kesediaan pangan yang cukup, aman, halal dan beraneka ragam.

Termasuk berkembangnya sistem agribisnis, dengan produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing, serta meningkatkan kapasitas dan posisi tawar petani.

“Peningkatan produksi tanaman pangan perlu ditingkatkan setiap tahunnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut kita masih menghadapi beberapa kendala, antara lain dari segi produksi kita di hadapkan pada produktivitas lahan yang belum optimal, akibat penerapan teknologi yang belum maksimal. Segi sumber daya kita dihadapkan pada masih rendahnya sikap perilaku, dan ketrampilan petani dalam berusaha,” ujar Ryan.

Selain itu yakni Belum sepenuhnya melaksanakan rekomendasi yang diberikan, merupakan tantangan besar bagi pemerintah dalam hal ini instansi yang menangani pertanian. Dari segi kelembagaan petani, semua dihadapkan pada belum dimanfaatkannya kelompok secara maksimal, sebagai sarana komunikasi antar petani dengan petani, petani dengan penyuluh dan petani dengan stakeholder terkait.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, maka Pemerintah Kota Gorontalo tidak henti-hentinya berupaya untuk selalu membantu petani dalam kegiatan usahanya. Melalui bantuan benih, subsid pupuk, alat produksi pertanian maupun bantuan lainnya. Dan untuk menjamin agar petani tidak mengalami kerugian yang lebih besar ketika terjadi musibah, akibat kekeringan, banjir atau pun serangan hama dan penyakit Canaman, pemerintah telah mengupayakan melalui Asuransi Usaha Tani Pagj (AUTP),”terang Ryan.

“Untuk Alih Fungsi Lahan sesuai RTRW yang baru No 9 Tahun 2019, di tetapkan bahwa lahan pertanian Pangan berkelanjutan di Kota Gorontalo seluas 459 Ha tersebar dikecamatan Kota Utara, sipatana dan Kota Timur. Lahan ini tidak boleh dialih fungsikan menjadi pemukiman atau lahan non Pertanian. Hal ini dimaksud untuk mempertahankan lahan sawah di kota gorontalo dengan tujuan dapat memberikan kontribusi Pada kesejahteraan petani melalui ketersediaan Pangan berat dan yang utama dampaknya terhadap lingkungan sebagai daerah resapan air,”timpalnya.

Kemudian, melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang bertujuan peningkatan ketrampilan petani, baik melalui kursus tani atau pun bercontohan budidaya tanaman dalam bentuk demonstras.

Penguatan kelembagaan melalui pembinaan, pemberdayaan dan pendampingan kepada kelompok tani, serta rutin melakukan penilaian kemampuan kelas kelompok tani untuk mengetahui tingakat kemandirian dan keaktifan seluruh anggota kelompok.

“Namun Upaya pemerintah ini tak akan ada artinya, jika tidak ditunjang oleh dukungan kita semua. Memajukan sektor Pertanian butuh dukungan, dorongan dan sinergitas. Pemerintah Kota tentunya tidak akan tinggal diam mendorong pertanian ini, sebagai salah satu nadi penting ekonomi masyarakat di Kota Gorontalo. Pada hari ini kita semua berkumpul dalam kegiatan Hari Temu Lapang Petani atau Farmers Field Day (FFD),” jelas Ryan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu metode pemberdayaan petani, melalui pertemuan antar petani, penyuluh, peneliti dan pengamat hama untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan mendapatkan umpan balik dari petani mengenal masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusaha tani. Dan kami sebagai pemerintah selalu berupaya untuk memfasilitasi kegiatan ini, dengan harapan komunikasi yang terjalin antara seluruh Stakeholder, bisa mendorong tercapai produksi dan produktifitas yang pada akhirnya tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” tambah Ryan.

Terkait dengan pengukuhan kelompok tani, Ia ungkapkan sebelumnya sudah dilakukan proses penilaian terhadap kemampuan kelas kelompok tani. Dari hasil penilaian tersebut akan diketahui tingkat kemandirian kelompok dan keaktifan anggotanya. Pengukuhan ini merupakan bentuk pengakuan dan legalitas, terhadap tingkat kemandirian dan keaktifan kelompok.

“Melalui kesempatan ini pula saya berharap kepada seluruh masyarakat tani, untuk dapat termotivasi dalam program peningkatan produksi dan pemberdayaan kesejahteraan petani. Selanjutnya kepada jajaran Dinas Kelautan Perikanan, dan Pertanian khususnya para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk senantiasa mengawal semua program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan petani. Bangkitkan kembali semangat dan jiwa gotong royong (Huyula), dikalangan kita semua agar tercipta masyarakat tani yang SMART dan menjadi andalan di Kota Gorontalo,” tutup Ryan.(tmHMS).

 

sumber:humas.gorontalokota.go.id

 

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

70 Hari ini

451 Kemarin

3434 Minggu ini

20366 Bulan ini

489953 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan