Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Stuban di Ternate dan Tidore. Pemkot Gorontalo Disambut Dengan Adat

Stuban di Ternate dan Tidore. Pemkot Gorontalo Disambut Dengan Adat
Stuban di Ternate dan Tidore. Pemkot Gorontalo Disambut Dengan Adat
  • Senin, 19 Agustus 2019 pukul 14:51
  • Rizky Aristian Bau

 Jajaran Pemerintah Kota Gorontalo yang dipimpin langsung Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Senin (19/08/19) pagi tadi disambut baik Pemerintah Kota Ternate. Saat menggelar studi banding di Kota Ternate dan Kota Tidore.

Burhan Abdurahman, Wali Kota Ternate jelaskan bahwa ini merupakan perdana bagi Pemerintah Kota Ternate menerima tamu dari luar daerah. Dirinya sangat bangga dengan Pemerintah Kota Gorontalo, sebab antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemkot Ternate, sedikit ,memiliki kesamaan dalam pemikiran untuk memajukan daerah.

“Ini untuk pertama kali dapat kunjungan dari Pemerintah Daerah lain, seperti Pemerintah Kota Gorontalo. Selamat datang di Kota Tarnate, Kota yang menjadi incaran bangsa eropa karena terkenal dengan rempah-rempahnya, dan memegang teguh adat istiadatnya. Saya merasa sangat bahagia, karena apa yang ada di pikiran Wali Kota Gorontalo, ada dalam pikiran kami. Sejak awal, menyebutkan bahwa ini adalah Rahmat yag sangat luar biasa,” ujar Burhan.

Dirinya pun mengagendakan untuk menggelar kunjungan balasan ke Pemerintahan Kota Gorontalo, apalagi antara Kota Gorontalo dengan Kota Ternate sediki memiliki kesamaan dalam sejarah. “Saya berharap marilah kita menggali lebih dalam lagi sejarah kesultanan baik yang ada di Gorontalo mau pun di Ternate,” terang Burhan.

Dalam rangka studi banding di daerah kesultanan ini, Pemerintah Kota Gorontalo tidak hanya hadir dengan sejumlah pejabatnya. Tetapi turut membawa para imam, tokoh adat, tokoh agama dan pegawai syara’ yang tersebar di sembilan kecamatan. Hal ini seperti diungkapkan Marten Taha, Wali Kota Gorontalo saat menyampaikan sambutan Pemerintahan Daerah, di hadapan Pemerintah Kota Ternate dan Tidore.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha, berbicang dengan Wali Kota Ternate 
Burhan Abdurahman.

“Kami membawa para imam wilayah, setiap kecamatan ada imam. Para pegawai syara’ yang membantu para imam, kemudian bate’-bate’ atau lembaga tokoh adat di masing-masing wilayah. Kami datang lengkap, untuk melaksanakan studi banding atau bisa dikatakan napak tilas dua daerah yang memiliki kesultanan, yang ingin kami bangun kembali. Sultan yang terakhir memerintah di Gorontalo, adalah Sultan Botutihe,” ujar Marten.

Konon kabaranya tambah Marten, dari sejarah kesultanan tersebut hubungan antara Gorontalo dengan Ternate sudah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu. Salah satu contohnya yakni, ajaran agama Islam yang masuk ke Gorontalo itu bukan lain dibawa para ulama Ternate ke Gorontalo.

Bahkan di dalam administrasi kesultanan, ada kesamaan-kesamaan nama sultan atau adat Gorontalo dengan Ternate. Tidak hanya itu, nama sampai dengan marga dari masyarakat Gorontalo dengan Ternate, memiliki kesamaan.

“Saya sepakat dengan Wali Kota Ternate, untuk mengumpulkan dokumen sejarah dua daerah ini. Inilah yang menjadi awal kami menelusuri jejak dari sejarah panjang kesultanan Gorontalo, Ternate dan Tidore,” tutur Marten.(tm/HMS).

 

 

sumber:humas.gorontalokota.go.id

 

 

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

319 Hari ini

595 Kemarin

3458 Minggu ini

51458 Bulan ini

442618 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan