Jl. H. Nani Wartabone No. 4, Gorontalo
(0435) 821012
(0435) 830412

Walikota Lpbi 945 Mahyani dan Rusunawa

Walikota Lpbi 945 Mahyani dan Rusunawa
  • Kamis, 10 Januari 2019 pukul 14:43
  • Grisselda Rafael Gobel

Penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah kembali dperjuangkan Walikota Gorontalo Marten Taha ke pemerintah pusat. Walikota turun tangan melobi dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) strategi dan pembangunan Rusunawa di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI untuk direalisasikan tahun 2019 ini. Marten menyampaikan usulan ini saat menemui Dirjen Penyediaan Perumahan, Kemetrian PUPR RI Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Selasa (8/1). Dari pertemuan itu, pihak Kementrian berjanji akan memprioritaskan usulan tersebut. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Gorontalo Meydi N. Silangen mengatakan, bantuan rumah layak huni (Mahyani) lewat program BSPS strategis yang diusulkan Pemkot lebih dominan pada kategori pembangunan baru. Bila yang dibangun tahun kemarin baru 111 unit, kini diusulkan sebanyak 945 unit. “Kita sudah mendata, ada banyak permohonan dari masyarakat yang belum punya rumah sendiri. Makanya penanganan Backlognya melalui pembangunan baru. Ini yang kita dorong, “ujarnya. Sedianya, pada tahun 2018 ini, Kota Gorontalo diberikan jatah bantuan BSPS kategori peningkatan kualitas sebanyak 800an unit. Namun pemerintah melihat permohonan yang lebih banyak masuk, yakni pembangunan baru. Apalagi sebelum-sebelum ini, bantuan peningkatan kualitas sudah cukup banyak dibagi ke sejumlah kelurahan. Berdasarkan data lapangan yang diperoleh Dinas Perkim Kota Gorontalo, kebutuhan peningkatan kualitas tinggal sekitar 400an-500an. Oleh karena itu, usulan tahun 2019 lebih dominan pembangunan baru. Syarat untuk bisa mendapatkan bantuan ini, warga harus punya lahan kosong sendiri. Disamping BSPS strategis lanjut Meydi, usulan yang disampaikan ke Kementrian PUPR juga terkait pembangunan Rusunawa. Tahun 2018, Pemkot telah menyelesaikan pembangunan 1 tower Rusunawa tipe 24 dan kini mengajukan lagi pembangunan dua tower Rusunawa tipe 36. Rusunawa tipe 24 dan tipe 36 memiliki perbedaan dari luas ruangan yang disewakan. Tipe 36 memiliki dua kamar, sedangkan tipe 24 hanya 1 kamar. Anggaran pembangunan dua tower baru ini, sebenarnya sempat diplot tahun 2018 kemarin. Hanya saja, rencana pembangunannya terkendala lahan yang belum siap. Namun kini, kendala tersebut sudah teratasi. “Kita bersama dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II memanfaatkan material kerukunan Sungai Bulango untuk menimbun lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan dua tower tersebut. Jadi lahannya kini sudah siap, “ujarnya. Saat pertemuan dengan Dirjend Perumahan Swadaya, semua usulan ini mendapatkan respon positif. Bahkan, Kemetrian PUPR memprioritaskan Kota Gorontalo.(GP)

Profil Kepala Daerah
Statistik Pengunjung

361 Hari ini

595 Kemarin

3500 Minggu ini

51500 Bulan ini

442660 Total

Polling

Menurut anda, apakah website ini sudah baik dalam penyampaian data dan informasi?

Tautan